Pita Suara Lelaki Ini Diangkat Gara-gara Terpapar Asap Rokok

Yazir Farouk | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 09 Agustus 2017 | 13:39 WIB
Pita Suara Lelaki Ini Diangkat Gara-gara Terpapar Asap Rokok
Zainudin ditemui di acara dialog publik di Jakarta, Rabu (9/8/2017) [suara.com/Firsta Nodia]

Suara.com - Zainudin (44) bersuara seperti robot, sesekali napasnya terseol-seol saat mengucapkan kata demi kata. Bantuan alat pengeras suara pun tak mampu membuat suaranya terdengar nyaring dan menggelegar.

Zainudin merupakan korban dari paparan asap rokok. Pita suaranya harus diangkat karena terkena kanker. Padahal dirinya bukanlah perokok aktif. Dia mengaku sama sekali tak pernah menghisap benda yang mengandung sekitar 4000 racun di dalamnya.

"Tapi memang keluarga saya perokok berat. Kakek saya, bapak saya itu perokok," kata Zainudin pada dialog publik di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Lelaki asal Bogor ini tak menyangka bahwa menjadi perokok pasif juga berisiko terkena dampak dari pembakaran asap rokok. Pada tahun 1996 lalu dia divonis dokter mengidap kanker pita suara. Padahal usianya dulu baru menginjak 23 tahun.

"Lalu setahun kemudian saya harus menjalani operasi pengangkatan pita suara serta jakun dan seluruh organ di leher," ujarnya.

Lubang kecil di leher Zainudin menjadi penanda begitu mematikannya rokok meski kita tak sama sekali menghisapnya. Hidungnya pun sudah tak lagi berfungsi. Sebab keluar masuk udara kini harus melalui lubang di lehernya.

"Dokter waktu itu bertanya merokok tidak. Saya jawab tidak. Tapi setelah ditelusuri memang di kampung saya itu perokok semua rata-rata. Kalau ikut organisasi kepemudaan rapat yang lain sambil merokok jadi memang paparan rokok cukup berat menghampiri saya ketika kecil dan remaja," lanjut Zainudin.

Kini Zainudin aktif menyuarakan hak perokok pasif. Ia bersama korban rokok lainnya dalam Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia tak lelah mengampenyakan bahaya merokok kepada masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Kanker Paru 'Incar' Perokok Pasif!

Awas, Kanker Paru 'Incar' Perokok Pasif!

Health | Selasa, 23 Mei 2017 | 08:20 WIB

Studi: Berat Bayi Dari Ibu Perokok Lebih Rendah

Studi: Berat Bayi Dari Ibu Perokok Lebih Rendah

Health | Rabu, 29 April 2015 | 16:13 WIB

Sepertiga dari 52 Juta Perokok di Indonesia Masih Remaja

Sepertiga dari 52 Juta Perokok di Indonesia Masih Remaja

Health | Jum'at, 10 Oktober 2014 | 20:09 WIB

Asap Rokok Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran pada Perokok Pasif

Asap Rokok Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran pada Perokok Pasif

Lifestyle | Selasa, 04 Maret 2014 | 16:50 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB