"Vape Bukan Rokok Elektrik, Solusi Berhenti Merokok"

Ririn Indriani, Risna Halidi

Rabu, 09 Agustus 2017 | 21:49 WIB
"Vape Bukan Rokok Elektrik, Solusi Berhenti Merokok"
Ilustrasi rokok elektrik (Shutterstock).

Suara.com - Dimasz Jeremia Simorangkir dari Ministry of Vape Indonesia atau MOVI menegaskan bahwa vape atau yang biasa dikenal sebagai rokok elektrik bukanlah rokok dalam versi elektrik.

"Ada miss persepsi di sini. Vape itu bukan versi elektriknya rokok, karena vape adalah vape dan rokok adalah rokok. Vape tidak memakai tembakau, tidak dilinting, tidak dibakar. Vape adalah nicotine delivery divice. Vape juga punya keunikan dan keistimewaan, yaitu bebas tar," ucapnya saat ditemui Suara.com di Kantor LIPI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Tar, yang terkandung dalam rokok konvesional adalah senyawa kimia berbahaya yang ada pada asap rokok. Zat ini kemudian akan mengendap di dalam paru-paru jika terhirup dan mengganggu fungsi rambut kecil yang melapisi permukaan paru-paru.

Oleh karena itu, Dimasz percaya jika vape merupakan salah satu solusi yang bisa digunakan sebagai alternatif bagi perokok yang ingin mengurangi dampak negatif tar. "Vape adalah salah satu solusi yang bisa dipakai perokok mengurangi dampak negatifnya. Jadi, caranya adalah dia pindahkan dulu nih (nikotin), (karena) yang dibutuhkan (perokok) adalah nikotin, kemudian vape memberikan nikotin itu," terangnya.

Dimasz juga mengutip salah satu hasil penelitian di Inggris yang mengatakan jika vape 95 persen lebih aman dibandingkan merokok. Dengan demikian, vaping atau aktifitas mengisap vape tidak mengesampingkan adiksi dari nikotin tetapi menekan dampak negatif tar yang ada pada rokok konvensional.

Pada 2015, sempat ramai pernyataan dari Rachmat Gobel yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan akan melarang penggunaan e-cig di Indonesia. Dimasz mengatakan, komunitas pecinta vape di Indonesia menolak gagasan tersebut dan mengatakan bahwa mereka memiliki niatan yang sama dengan pemerintah untuk menekan jumlah perokok dan dampak rokok di Indonesia dengan cara beralih ke sesuatu yang lebih aman.

"Teknologi (vape) adalah teman pemerintah yang harus segera diakui untuk kemudian dapat diregulasi, dikembangkan serta disempurnakan," jelasnya.

Untuk itu, Dimasz berharap pemerintah seperti dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Bea Cukai dan BPOM mau duduk bersama untuk mengatur regulasi keberadaan vape secara resmi di Indonesia.

Dalam sebuah survei yang dilakuan oleh Ministry of Vape Indonesia pada 1560 konsumennya dikatakan, 53 persen dari mereka memilih untuk beralih dari merokok konvensional ke vaping, 27 persen memutuskan untuk berhenti merokok dan vaping, 11 persen masih mencampur antara rokok tradisonal dan vaping. Namun mengurangi rokok hingga 50 persen, serta 9 persen memilih kembali merokok karena menganggap vaping rumit.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temuan Terbaru tentang Bahaya Rokok Elektrik

Temuan Terbaru tentang Bahaya Rokok Elektrik

Health | Selasa, 13 Juni 2017 | 16:43 WIB

Hisap Vaping Saat Puasa, Sehat?

Hisap Vaping Saat Puasa, Sehat?

Health | Senin, 05 Juni 2017 | 18:00 WIB

Studi: Vape Justru Tingkatkan Kebiasaan Merokok Konvensional!

Studi: Vape Justru Tingkatkan Kebiasaan Merokok Konvensional!

Health | Jum'at, 12 Mei 2017 | 14:58 WIB

Terkini

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Apa Perbedaan Tas Longchamp Asli dan Palsu? Begini Cara Cek Keasliannya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Bagaimana Cara Penguasa Memutarbalikkan Fakta Lewat Bahasa di Animal Farm?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Sebut Kesalahan Data Bansos Bikin Orang Miskin Kehilangan Hak, Gus Ipul: Negara Tak Boleh Absen!

Sebut Kesalahan Data Bansos Bikin Orang Miskin Kehilangan Hak, Gus Ipul: Negara Tak Boleh Absen!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun: Bijak atau Sembrono?

Subsidi BBM dan LPG Dipangkas Rp11,44 Triliun: Bijak atau Sembrono?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Tayang 2027, Kim Ji Woong dan Kang Ki Young ZEROBASEONE Bintangi Film Siren

Tayang 2027, Kim Ji Woong dan Kang Ki Young ZEROBASEONE Bintangi Film Siren

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:58 WIB

×