Udara Jakarta Tak Sehat, Cegah ISPA Pakai Masker

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 14 Agustus 2017 | 15:28 WIB
Udara Jakarta Tak Sehat, Cegah ISPA Pakai Masker
Memakai masker untuk mencegah ISPA (Suara.com/Risna)

Suara.com - Menurut data yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik atau BPS pada 2015 dikatakan, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sudah mencapai angka 121.39 juta unit dan 98.88 juta diantaranya (81.5 persen) adalah sepeda motor.

Sementara itu, pada 2016 lalu, Polda Metro Jaya mengatakan ada sekitar 13,98 juta unit sepeda motor atau sekitar 74,94 persen di antaranya lalu lalang di DKI Jakarta.

Dari jumlah yang begitu banyak, tak heran jika kendaraan bermotor telah menjadi penyumbang polusi udara terbesar di DKI Jakarta. Bahkan, pada 2016 lalu, salah satu alat pemantau kualitas udara yang ada di lima lokasi di Jakarta sempat memantau kualitas udara yang mencapai kondisi sangat tidak sehat di kawasan Jakarta Utara.

Polusi udara akan sangat merugikan baik pada manusia maupun hewan yang peka, dan dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.

"Ini adalah lingkungan kita, suka tidak suka harus berhadapan setiap harinya. Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat polusi udara adalah, iritasi pada mata, lalu ISPA," ungkap seorang dokter sekaligus Chief Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Lebih lanjut, Irwan memaparkan, cara terbaik dalam mencegah terjangkit penyakit akibat polusi udara dengan menggunakan masker jika tengah beraktivitas. Salah satunya, saat berkendara dengan sepeda motor.



"Kita paling tidak melakukan strategi pencegahan, seperti menggunakan masker saat keluar. Kita tidak pernah tahu tingkat polutan di luar seperti apa. Paling tidak, itu (memakai masker) akan mengurangi atau pencegahan tertular penyakit ISPA hingga 20 persen," imbuhnya.

Untuk mendukung gerakan kampanye Indonesia Sehat, Halodoc menggandeng Go-Jek membagikan masker penutup mulut bagi 20.000 mitra pengemudi Go-Jek di kawasan Jabodetabek.

"Berawal dari Halodoc sebagai karya Merah Putih, kita terinspirasi dengan, dan kita ingin berkontribusi bagi bangsa Indonesia dari sisi kesehatan. Kita menggandeng partner Gojek. Kita ingin memulai sesuatu yang kecil tapi berdampak besar," jelas Founder sekaligus CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, dalam acara yang sama.

Sudharta berharap, aksi kecil ini dapat menjadi awal dari edukasi serta langkah sederhana dalam mensosialisasikan penggunaan masker baik bagi mitra pengemudi maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Polusi dalam Ruangan Sama Buruk dengan Polusi Udara Luar

Studi: Polusi dalam Ruangan Sama Buruk dengan Polusi Udara Luar

Health | Selasa, 25 Juli 2017 | 13:26 WIB

Polusi Ozon Penyebab Serangan Jantung, Darah Tinggi dan Stroke?

Polusi Ozon Penyebab Serangan Jantung, Darah Tinggi dan Stroke?

Health | Rabu, 19 Juli 2017 | 11:02 WIB

Terus Terpapar Polusi, Picu Serangan Jantung

Terus Terpapar Polusi, Picu Serangan Jantung

Health | Sabtu, 27 Mei 2017 | 11:52 WIB

Polusi Udara di Asia Mencemaskan

Polusi Udara di Asia Mencemaskan

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 03:18 WIB

Gunakan Masker Ini Untuk Hindari Polusi

Gunakan Masker Ini Untuk Hindari Polusi

Health | Rabu, 09 September 2015 | 20:59 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB