Susu Lebih Baik dari Minuman Elektrolit Lho

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 14 Agustus 2017 | 18:41 WIB
Susu Lebih Baik dari Minuman Elektrolit Lho
Mengenal Varian Susu untuk Tumbuh Kembang Anak di Jakarta, Senin (14/8/ 2017). (Suara.com/Risna)

Suara.com - Susu masih menjadi pilihan bagi sebagian ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan gizi buah hati mereka. Sayangnya, masih ada beberapa isu dan mitos terkait susu, terutama berkaitan dengan keperluan tumbuh kembang anak yang perlu diklarifikasi.

Dokter dari Rumah Sakit Anak Dann Bunda Harapan Kita, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) menjelaskan, kampanye 1.000 Hari Pertama Kehidupan harus gencar digalakkan karena merupakan salah satu cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak dari kandungan, terutama dalam hal optimalisasi nutrisi.

Ariani mengungkapkan, untuk setiap tahapan tumbuh kembang anak, dibutuhkan kalori yang memadai. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan kalori yang spesifik,  orangtua tidak boleh sembarangan memberikan makanan pada buah hati mereka.

"Prinsipnya makanan yang diberikan harus dapat memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Misalnya untuk usia 0-6 bulan, maka kebutuhan gizi didapatkan hanya dari ASI saja, kecuali ibu tidak memungkinkan memberikan ASI," jelas Ariani dalam acara diskusi tentang Mengenal Varian Susu untuk Tumbuh Kembang Anak yang diselenggarakan Forum Ngobras di Jakarta, Senin (14/8/ 2017).

Selepas dari ASI, pemberian susu selain ASI sebagai tambahan makanan boleh diberikan. Susu mengandung komponen nutrisi yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak karena mengandung berbagai zat gizi penting.

Susu, sambung Ariani, bukan hanya untuk pertumbuhan saja, melainkan mengandung banyak mikronutrien yang penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Susu juga kaya kalsium, magnesium, selenium, riboflavin (vitamin B2), Vitamin B12, dan asam pantothenat (vitamin B5).

Terkait pemberian susu untuk tumbuh kembang anak, Ariana menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua.

Pertama, jenis susu dan seberapa banyak takarannya. Menurut panduan dari U.S. Department of Agriculture pada 2010 tentang takaran minum susu, anak-anak di bawah usia dua sampai tiga tahun, perlu dua gelas susu perhari. Lalu anak usia empat sampai delapan tahun, cukup 2,5 gelas susu perhari, dan anak di atas usia sembilan tahun bisa sampai tiga gelas susu sehari.

Banyak penelitian menyebutkan, beragam manfaat susu baik untuk orang dewasa maupun anak. Berdasarkan 324 penelitian yang ada sebelumnya, susu dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga 20 persen.

Pasalnya, kalori pada susu merupakan kalori yang sehat, apalagi susu rendah lemak. Penelitian lain menunjukkan, susu lebih baik daripada sport drink atau cairan elektrolit untuk mengembalikan kekuatan otot pada atlet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Susu Kental Manis Buruk bagi Kesehatan?

Benarkah Susu Kental Manis Buruk bagi Kesehatan?

Lifestyle | Selasa, 08 Agustus 2017 | 16:48 WIB

Beri ASI Pakai Dot Ternyata Ada Risikonya

Beri ASI Pakai Dot Ternyata Ada Risikonya

Health | Kamis, 03 Agustus 2017 | 20:42 WIB

Susu Kedelai Ampuh Turunkan Berat Badan?

Susu Kedelai Ampuh Turunkan Berat Badan?

Lifestyle | Selasa, 18 Juli 2017 | 11:17 WIB

Minum Susu Bisa Menambah Tinggi Badan Anak

Minum Susu Bisa Menambah Tinggi Badan Anak

Health | Senin, 26 Juni 2017 | 10:24 WIB

Sering Minum Susu Rendah Lemak Tingkatkan Risiko Kena Parkinson

Sering Minum Susu Rendah Lemak Tingkatkan Risiko Kena Parkinson

Health | Sabtu, 10 Juni 2017 | 10:53 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB