Serba Terbatas, Tenaga Medis Papua Berjuang Obati Masyarakat

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Rabu, 16 Agustus 2017 | 14:21 WIB
Serba Terbatas, Tenaga Medis Papua Berjuang Obati Masyarakat
Yohanis Karlos penerima penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan 2017 dari Menteri Kesehatan (Suara.com/Firsta)

Suara.com - Bertugas di daerah pedalaman, selalu meninggalkan pengalaman yang tak terlupakan. Itu pula yang dialami Yohanis Karlos Mandobar, ahli teknologi laboratorium medik di Rumah Sakit Bergerak di Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua Barat.

Penerima penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan 2017 dari Menteri Kesehatan ini bercerita, pola pikir masyarakat yang masih tradisional menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai pelayan kesehatan masyarakat.

"Pola pikir masyarakat dulu tidak mau memeriksa darah, padahal di sana daerah yang rawan malaria. Adat budaya juga masih kental, sehingga ketika kena malaria larinya ke dukun," ungkap Yohanis ketika ditemui dalam Pemberian Penghargaan Nakes Teladan di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Yohanis, masyarakat memutuskan berobat ke dukun saat mengalami malaria karena meyakini penyakit tersebut adalah kutukan. Sulit mulanya bagi Yohanis dan tenaga kesehatan lain mengubah persepsi masyarakat terhadap penyakit malaria yang sebenarnya bisa disembuhkan dengan bantuan medis.

"Kasus penyakit malaria semakin meningkat. Kalau di rumah sakit tempat saya menangani sehari paling tinggi untuk pemeriksaan saja bisa sampai 20-30 pasien, karena pola pikir ini," jelas Yohanis.

Bila dipetakan, kawasan Papua Barat memang tergolong zona merah malaria atau memiliki jumlah kasus tertinggi, di bandingkan daerah lainnya.

Selain pola pikir, lelaki yang telah mengabdi selama 20 tahun ini mengungkapkan, keterbatasan infrastruktur juga menjadi hambatan bagi pelayanan kesehatan di Papua Barat. Jarak tempuh dari rumah sakit di mana dia bertugas ke rumah sakit rujukan membutuhkan waktu hingga belasan jam.

"Kalau hujan itu jalanan Trans Papua rusak. Pasien kalau parah harus dirujuk ke RS yang lebih lengkap, tapi untuk mencapainya tidak bisa naik mobil, harus pakai motor karena jalan berlumpur. Pergi pagi jam 6 sampai sana jam 12 malam," ujar Yohanis.

Proses rujukan diperlukan, karena di RS Bergerak tidak tersedia dokter spesialis. Dia yang bertugas sebagai ahli laboratorium terkadang harus berperan membantu proses persalinan ibu hamil dalam kasus gawat darurat. Minimnya sumber daya manusia yang mau bertugas di daerah pedalaman menjadi alasannya.

"Di rumah sakit kami dokter umum cuma satu. Dokter spesialis nggak ada, tenaga bidan ada, tapi tidak banyak," imbuh dia.

Fasilitas lainnya yang jamak dirasakan masyarakat perkotaan pun hanya sekadar angan bagi Yohanis. Minimnya akses telekomunikasi, dan jangkauan listrik terkadang menjadi hambatan baginya dan tenaga kesehatan lain memberi pelayanan kesehatan.

"Kita tugas di tempat dengan akses telekomunikasi yang kurang bagus. Akses internet kurang bagus, SMS pagi dikirim, malam baru sampai. Listrik juga terbatas hanya malam, padahal kita tugas di siang hari," jelas dia.

Di Peringatan Hari Kemerdekaaan Indonesia ini, Yohanis berharap, Papua dapat merdeka dari rasa sakit dan penyakit. Dia juga berharap, pemerintah memikirkan perbaikan fasilitas di daerahnya sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal diberikan.

"Kami ingin sekali di rumah sakit bergerak diberikan fasilitas ambulance darat, dan udara. Apalagi kalau udara, saya harap pemerintah pusat bekerja sama dengan pihak penerbangan. Suatu ketika ada pasien dirujuk ke rumah besar, cepat tertolong," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Beri Penghargaan pada 258 Tenaga Kesehatan Teladan

Menkes Beri Penghargaan pada 258 Tenaga Kesehatan Teladan

Health | Senin, 14 Agustus 2017 | 18:18 WIB

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 08:15 WIB

MK Tolak Uji Materi UU Tenaga Kesehatan

MK Tolak Uji Materi UU Tenaga Kesehatan

News | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 02:13 WIB

Menkes Ajak Dokter Muda Mengabdi di Daerah Terpencil

Menkes Ajak Dokter Muda Mengabdi di Daerah Terpencil

Health | Rabu, 20 Juli 2016 | 11:29 WIB

Guru Honorer dan Tenaga Medis Tidak Dimoratorium

Guru Honorer dan Tenaga Medis Tidak Dimoratorium

News | Rabu, 05 November 2014 | 17:23 WIB

Sebanyak 211 Tenaga Medis Meninggal Akibat Ebola

Sebanyak 211 Tenaga Medis Meninggal Akibat Ebola

Health | Jum'at, 03 Oktober 2014 | 08:07 WIB

Terkini

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:07 WIB

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:06 WIB

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

Sumsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:54 WIB

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

Bali | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×