Suntik Memutihkan Kulit, Waspadai Risiko Ini

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 07 September 2017 | 13:05 WIB
Suntik Memutihkan Kulit, Waspadai Risiko Ini
Ilustrasi perawatan kulit dengan terapi suntik, botox, memutihkan kulit. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat siang Dokter,
Saya mengonsumsi cell u loss, tetapi saya baru aja melakukan treatment suntik whitening. Apakah cell u loss-nya harus dihentikan? Mohon penjelasan dan sarannya, Dok. Terima kasih

OC

Jawab:

Selamat siang Saudari OC,
Terapi suntik untuk memutihkan kulit merupakan metode menyuntikkan cairan ke dalam pembuluh darah. Cairan yang disuntikkan biasanya mengandung Vitamin C, gluthatione, dan kolagen.

Yang perlu Anda ketahui, vitamin C bersifat antioksidan yang menangkal radikal bebas. Pada satu ampul suntikan Vitamin C dapat membantu mencapai kadar 1000-1800mg, padahal yang dibutuhkan oleh tubuh sekitar 40mg saja. Hal ini tentunya dapat membebani ginjal apabila dilakukan terus menerus tanpa pengawasan oleh dokter.

Sedangkan kolagen berfungsi untuk memberi kekenyalan pada kulit. Kolagen secara alami diproduksi oleh tubuh, namun seiring berjalan usia, produksi kolagen semakin menurun.

Sementara gluthatione berfungsi untuk menghambat produksi melanin yang memberikan pigmen pada kulit, sehingga semakin sedikit semakin putih. Gluthatione juga secara alami diproduksi oleh tubuh.

Cell u loss berfungsi untuk membantu mengurangi kadar cairan pada tubuh dan kandungan herbal untuk meratakan kulit.

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang penting dalam mengatur cairan di tubuh. Apabila fungsi ginjal baik dan tidak ada gangguan tentunya ginjal dapat mengatur kandungan cairan serta elektrolit dalam tubuh. Apabila fungsi ginjal menurun maka konsumsi obat maupun suplemen yang berlebihan dan tanpa pengawasan dokter maka dapat membebani ginjal.

Berat badan akan dapat turun dengan lebih stabil dan sehat apabila yang dikurangi adalah kadar lemak yang terdeposit di tubuh bukan dari pengurangan cairan dalam tubuh.

Sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter yang bertanggung jawab.

Dijawab oleh: dr. Muhammad Hazmi Anzhari
Sumber: https://meetdoctor.com/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Olahraga Apa yang Tepat untuk Pengidap Hipertensi?

Olahraga Apa yang Tepat untuk Pengidap Hipertensi?

Health | Kamis, 31 Agustus 2017 | 16:16 WIB

Anak Biduran, Bolehkah Imunisasi MR?

Anak Biduran, Bolehkah Imunisasi MR?

Health | Kamis, 31 Agustus 2017 | 12:37 WIB

Masturbasi Ternyata Bisa Bikin Selaput Dara Robek

Masturbasi Ternyata Bisa Bikin Selaput Dara Robek

Health | Selasa, 29 Agustus 2017 | 22:00 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB