Array

Mendiang Kakak Debora Juga Alami Diskriminasi Pelayanan Kesehatan

Senin, 11 September 2017 | 15:57 WIB
Mendiang Kakak Debora Juga Alami Diskriminasi Pelayanan Kesehatan
Orangtua Bayi Debora didampingi Komisioner Bidang Hak Sipil dan Patrisipasi Anak KPAI, Jasra Putra di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). (Suara.com/Risna)

Suara.com - Dalam konferensi pers yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017) siang, diketahui keluarga bayi Tiara Debora sudah dua kali mendapatkan diskriminasi dalam masalah pelayanan kesehatan di rumah sakit.

"Setelah saya coba tanya juga, ternyata anak ini (Bayi Debora) punya kakak dan mengalami hal yang sama di rumah sakit di daerah yang lain," ungkap Komisioner Bidang Hak Sipil dan Patrisipasi Anak KPAI, Jasra Putra di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin, (11/9/2017).

Pada 2015 lalu, orangtua Debora, pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang, pernah mengalami hal serupa pada almarhumah anak mereka sekaligus kakak dari bayi Debora, Nia.

"Jadi ini dikriminasi yang kedua yang dialami oleh anak Ibu Henny," ungkap Jasra.

Meski demikian, Henny menolak menceritakan lebih lanjut mengenai masalah diskriminasi yang pernah dia alami dulu dan memilih fokus menyelesaikan masalah yang terjadi sekarang.

"Itu bukan inti masalahnya. Almarhum anak saya Nia (kakak Debora) tidak saya permasalahkan," ucap Henny.

Jasra mensinyalir diskriminasi pelayanan kesehatan yang dialami oleh keluarga Debora saat inj terjadi kerena masalah ekonomi.

"Keluarga Ibu Henny ini kan keluarga miskin, pasien miskin. Salah satu buktinya itu kan dia dapat BPJS, layanan (kesehatan) terbawah kelas tiga. Ini membuktikan dia tidak punya uang sebetulnya, tapi didesak oleh rumah sakit harus membayar DP dulu," imbuhnya.

Jasra melalui KPAI meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan dan evaluasi menyeluruh pada layanan JKN.

Baca Juga: Kasus Bayi Debora Bukti Jaminan Kesehatan Anak Belum Sempurna?

"Ini Jakarta lho, yang dianggap pelayanan (kesehatan) sudah terintegrasi. Saya tidak bisa membayangkan ketika ini terjadi di daerah yang nun jauh di sana," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI