Cuma 45 Menit, Metode Ini Bisa Atasi Saraf Kejepit Tanpa Sakit

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 13 September 2017 | 09:07 WIB
Cuma 45 Menit, Metode Ini Bisa Atasi Saraf Kejepit Tanpa Sakit
Ilustrasi nyeri pinggang. (Shutterstock)

Suara.com - Kondisi saraf kejepit merupakan salah satu penyebab nyeri pinggang bawah. Gejalanya bisa berupa nyeri seperti di tusuk jarum pada bagian pinggang hingga kaki, rasa baal, cepat pegal setelah beraktivitas, tidak bisa menahan kencing hingga berat di salah satu atau kedua kaki.

Sebagian besar kondisi saraf kejepit dipengaruhi oleh faktor usia yakni memasuki 41 tahun ke atas. Beberapa kebiasaan pun turut memicu kondisi saraf kejepit seperti angkat beban terlalu berat, trauma saat kecelakaan, duduk berjam-jam lamanya hingga obesitas yang menyebabkan beban di pinggang berlebihan.

Menanggapi hal tersebut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang mengatakan pengobatan nyeri pinggang bisa berupa konsumsi obat oral maupun operasi. Sayangnya metode operasi tidak banyak dipilih pasien, karena kekhawatiran risiko lumpuh usai dilakukan pembedahan.

Menjawab kebutuhan tersebut, ia mengatakan bahwa ada metode operasi baru yang bersifat minimal invasive dan cukup dilakukan selama 45 menit tanpa rawat inap yakni teknik PELD. Pasien juga tidak akan mengalami rasa nyeri selama proses operasi dan sesudahnya, karena tidak membutuhkan jahitan.

"Tujuannya adalah mengambil bantalan tulang yang terjepit sehingga memicu rasa nyeri. Waktu operasi cepat pasien nggak perlu nginap, karena hanya membutuhkan waktu 45 menit. Satu hingga dua minggu setelahnya sudah bisa beraktivitas kembali," ujar dia pada temu media di Jakarta, Selasa (13/9/2017).

Meski biayanya tidak murah, Mahdian menjamin biaya yang dikeluarkan sebanding dengan perbaikan rasa nyeri yang dialami pasien. Bahkan ia menyebut jika dibandingkan dengan operasi konvensional yang membutuhkan rawat inap dan waktu pemulihan yang lama, teknik PELD relatif lebih terjangkau.

"Kalau dibandingkan operasi biasa, kan harus berhari-hari di rumah sakit. Jadi kalau dibandingkan harganya kurang lebih sama. Tapi mobilisasi dengan operasi PELD lebih cepat. Seminggu dua minggu pasien sudah bisa beraktivitas lagi. Bandingkan dengan operasi biasa satu bulan harus istirahat di rumah," tambah dia.

Hal ini dibenarkan Amaro Siama, salah satu pasien yang telah menjalani operasi PELD. Lelaki berusia 45 tahun ini mengeluh nyeri pinggang kanan hingga kaki sejak 10 tahun yang lalu. Selama ini ia hanya membawa keluhannya ke tukang urut hingga refleksi berharap nyerinya hilang begitu saja.

Sayangnya nyeri yang dirasakan Amaro semakin hebat dan memutuskan untuk membawanya ke dokter. Berdasarkan hasil MRI Amaro memang mengalami saraf kejepit.

Ia pun memilih operasi ini karena tidak membutuhkan sayatan dan bisa pulih lebih cepat. "Setelah operasi Alhamdulillah sudah enakan jadi saya langsung bisa menggerakan kaki kanan. Kalau diangkat sebelumnya sakit. Setelah dioperasi sudah nggak terasa sakit. Berulang-ulang saya coba gerakkan nggak sakit," ceritanya merinci.

Amaro mengakui pernah menjalani pekerjaan yang membutuhkan aktivitas mengangkat beban berat belasan tahun yang lalu. Kini ia lebih banyak di kantor yang menuntutnya duduk berjam-jam lamanya. Ia menyadari kebiasaan hidupnya ini yang memicu timbulnya nyeri pinggang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuma 30 Menit, Saraf Terjepit Anda Teratasi dengan Metode Ini

Cuma 30 Menit, Saraf Terjepit Anda Teratasi dengan Metode Ini

Health | Kamis, 13 Juli 2017 | 08:39 WIB

Sering Mengetik di Gawai, Hati-hati Diincar Penyakit Ini!

Sering Mengetik di Gawai, Hati-hati Diincar Penyakit Ini!

Health | Rabu, 31 Mei 2017 | 14:00 WIB

Awas, Saraf Kejepit Bisa Picu Kelumpuhan

Awas, Saraf Kejepit Bisa Picu Kelumpuhan

Health | Sabtu, 27 Agustus 2016 | 09:34 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB