Rekomendasi Ahli Agar Pengobatan Kanker Payudara Berjalan Efektif

Yazir Farouk | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 28 September 2017 | 04:02 WIB
Rekomendasi Ahli Agar Pengobatan Kanker Payudara Berjalan Efektif

Yoga juga dipercaya bisa membantu orang pulih setelah pengobatan kanker. Sebuah studi dari para periset di Ohio State University mengamati 200 penderita kanker payudara yang telah menyelesaikan pengobatan dalam tiga tahun terakhir dan ditugaskan untuk 12 minggu melakukan kelas yoga atau tanpa yoga. Para periset menemukan bahwa perempuan yang mempraktikkan yoga memiliki tingkat kelelahan dan tanda peradangan yang lebih rendah daripada perempuan yang tidak melakukan yoga.

4. Tidur

Tidur adalah bagian penting dari kesehatan yang baik, dan para ahli merekomendasikan agar orang dewasa tidur antara tujuh sampai sembilan jam setiap malam. Akumulasi penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah tidur yang didapat seorang perempuan terkait dengan kelangsungan hidup yang lebih baik. Pada 2016, para peneliti menemukan bahwa perempuan yang tidur kurang dari lima jam semalam rata-rata sebelum didiagnosis menderita kanker payudara hampir 1,5 kali lebih mungkin meninggal akibat kanker payudara daripada perempuan yang melaporkan tidur tujuh sampai delapan jam. Studi ini hanya menemukan hubungan antara lebih banyak tidur dan kelangsungan hidup yang lebih besar, namun hasil kesehatan yang buruk terkait dengan kurang tidur sudah sangat bisa dipercaya.

5. Waktu perawatan

Penelitian masih dalam tahap awal. Namun pada 2014, periset di Weizmann Institute of Science di Israel menemukan bukti pada tikus yang menunjukkan bahwa pengobatan kanker mungkin lebih efektif di malam hari, berkat proses tubuh tertentu yang terjadi di malam hari.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, mereka melaporkan bahwa produksi hormon steroid pada siang hari menghambat pertumbuhan reseptor tertentu yang ditargetkan obat kanker. Karena penelitian ini dilakukan pada tikus, ilmuwan belum tahu apakah terapi malam hari bekerja lebih baik pada manusia. Meski begitu, ini bukan penelitian pertama yang menyarankan agar tubuh menerima pengobatan pada malam hari.

6. Meditasi

"Di luar merawat tubuh Anda, penting juga untuk merawat pikiran Anda," kata Partridge.

"Bila Anda secara emosional tidak melakukannya dengan baik, Anda akan merasakan hal-hal yang lebih secara fisik."
Partridge mengatakan bahwa ketika orang merasa lelah, stres atau kesal, mereka mungkin menganggap gejala fisik kanker mereka lebih buruk.

Partridge merekomendasikan untuk menerapkan praktik seperti meditasi mindfulness. Tinjauan tahun 2014 tentang penelitian yang ada menemukan bahwa meditasi efektif dalam menangani gejala gangguan mood yang umum terjadi pada perempuan dengan diagnosis kanker payudara baru-baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ayah Mertua Marini Zumarnis Kena Kanker Payudara

Ayah Mertua Marini Zumarnis Kena Kanker Payudara

Entertainment | Kamis, 14 September 2017 | 15:35 WIB

Paparan Cahaya di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Paparan Cahaya di Malam Hari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Senin, 04 September 2017 | 11:49 WIB

Mamografi Usia 40 Kurangi Risiko Kematian karena Kanker Payudara

Mamografi Usia 40 Kurangi Risiko Kematian karena Kanker Payudara

Health | Selasa, 22 Agustus 2017 | 11:11 WIB

Survivor Kanker Ini Dapat Wig dari Orang Asing di Facebook

Survivor Kanker Ini Dapat Wig dari Orang Asing di Facebook

Lifestyle | Kamis, 20 Juli 2017 | 18:11 WIB

Terapi Penggantian Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Terapi Penggantian Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 14 Juli 2017 | 19:09 WIB

Indonesia Goes Pink, Gerakan Lawan Kanker Payudara

Indonesia Goes Pink, Gerakan Lawan Kanker Payudara

Health | Selasa, 11 Juli 2017 | 15:26 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB