Mengapa Lembur Lebih dari 150 Jam Bisa Membunuh Seseorang?

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 10 Oktober 2017 | 10:57 WIB
Mengapa Lembur Lebih dari 150 Jam Bisa Membunuh Seseorang?
Ilustrasi kerja lembur. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang perempuan berusia 31 tahun di Jepang menghabiskan lebih dari 150 jam lembur dalam sebulan hingga kemudian ditemukan meninggal dunia akibat gagal jantung kongestif.

Miwa Sado adalah seorang jurnalis untuk organisasi penyiaran publik nasional Jepang, NHK. Menurut surat kabar Asahi Shimbun, otoritas ketenagakerjaan kemudian mengatakan kematian Sado karena "kerja paksa".

Tingkat stres yang tinggi dapat membuat jantung bekerja lebih keras daripada biasanya. Dalam keadaan sangat langka, para ahli mengatakan, hal ini berpotensi menyebabkan kematian. Lalu, apa yang stres lakukan terhadap jantung?

Stres memengaruhi setiap orang secara berbeda. Tapi ada dua jenis stres emosional yang bisa berdampak pada jantung, menurut Dr. Alan Yeung, direktur medis di Stanford Cardiovascular Health.

Stres akut biasanya terjadi tiba-tiba setelah kejadian traumatis, seperti kecelakaan mobil atau gempa bumi, sementara stres kronis meningkat seiring berjalannya waktu.

"Perilaku tidak sehat, seperti pola makan yang buruk atau tidak berolahraga, juga terkait dengan stres kronis ketika bekerja berjam-jam, dan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah atau kolesterol," kata Yeung.

Ketika seseorang menghadapi tingkat stres tinggi, detak jantung dan tekanan darah juga akan terus meningkat.

"Tingginya jenis stres tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung dan gagal jantung. Apalagi bagi orang-orang yang sudah memiliki masalah jantung seperti penyakit jantung," ungkap Yeung.

Gagal jantung terjadi saat jantung tidak memompa dan juga harus memberikan darah kaya oksigen dalam jumlah yang tepat ke sel tubuh, menurut American Heart Association.

Lebih dari enam juta orang Amerika menderita gagal jantung (gejala yang dapat mencakup sesak napas, batuk kronis, kelelahan, mual, bingung atau kurang nafsu makan) dan lebih dari 900.000 kasus baru didiagnosis setiap tahunnya.

Siapa pun bisa mengalami gagal jantung, tapi itu menjadi lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia, dan kebanyakan orang yang memiliki masalah jantung cenderung memiliki kondisi jantung yang lain terlebih dahulu. Ini berkembang seiring berjalannya waktu, dan dengan pengobatan dan obat-obatan yang tepat, gagal jantung seringkali bisa ditangani. Sebaliknya, tanpa adanya intervensi, bisa berakibat fatal.

Seberapa besar kemungkinannya untuk mati karena terlalu banyak bekerja?

Mungkin saja, tapi sangat tidak mungkin. Yeung mengatakan bahwa gagal jantung akibat stres mungkin akan berakibat fatal jika berbagai faktor terjadi bersamaan, termasuk periode stres yang lama, situasi stres yang mendadak dan berpotensi mendasari kondisi jantung.

"Bekerja sampai mati, itu sangat langka. Kebanyakan orang mudah-mudahan bisa menemui dokter dan menguranginya," kata Yeung.

Apakah bisa dicegah?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wartawatinya Tewas Usai Dipaksa Lembur 159 Jam, NHK Minta Maaf

Wartawatinya Tewas Usai Dipaksa Lembur 159 Jam, NHK Minta Maaf

News | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 15:53 WIB

Jurnalis Jepang Meninggal Gara-gara Sering Kerja Lembur

Jurnalis Jepang Meninggal Gara-gara Sering Kerja Lembur

Health | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 10:26 WIB

Kerja di Atas 55 Jam Seminggu, Awas Diincar Penyakit Ini

Kerja di Atas 55 Jam Seminggu, Awas Diincar Penyakit Ini

Health | Sabtu, 22 Juli 2017 | 08:55 WIB

Kerja Lebih dari 39 Jam per Minggu, Waspadai Risiko Ini

Kerja Lebih dari 39 Jam per Minggu, Waspadai Risiko Ini

Health | Senin, 06 Februari 2017 | 09:57 WIB

Hati-Hati! Karyawan Shift Malam Lebih Berisiko Idap Kanker

Hati-Hati! Karyawan Shift Malam Lebih Berisiko Idap Kanker

Health | Selasa, 08 November 2016 | 19:27 WIB

Awas, Kerja "Shift" Bisa Picu Kerusakan Otak

Awas, Kerja "Shift" Bisa Picu Kerusakan Otak

Health | Selasa, 07 Juni 2016 | 13:10 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB