Penggunaan Opioid untuk Atasi Nyeri Akibat Kanker Masih Rendah

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 02 November 2017 | 18:30 WIB
Penggunaan Opioid untuk Atasi Nyeri Akibat Kanker Masih Rendah
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Suara.com - Untuk menekan rasa nyeri akibat kanker, pasien biasanya diresepkan obat golongan opioid seperti morfin, kodein, fentamil dan peridin. Namun sayangnya golongan obat analgesik narkotik ini kerap mendapat label negatif sehingga tak sedikit pasien maupun pihak keluarga yang menolak pemberian obat anti nyeri ini.

Direktur Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan dra. R. Dettie Yuliati, Apt. M,SI mengatakan konsumsi analgesik opioid di Indonesia masih sangat rendah, yakni 2 dosis per 1 juta penduduk pada 2010-2012 dan 3 dosis per 1 juta penduduk pada 2013. Padahal standar internasional penggunaan opioid adalah 100 dosis per 1 juta penduduk.

Angka penggunaan pereda nyeri golongan opioid yang masih sangat rendah di Indonesia, menurutnya, tak lepas dari kontroversi obat opioid. Padahal obat golongan narkotika tersebut merupakan salah satu penatalaksaan nyeri kanker yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

"Nyeri yang tidak ditangani dengan baik akan menurunkan kualitas hidup pasien. Bahkan dapat mengurangi kemampuan pasien untuk menjalani pengobatan kankernya atau gagal menjalani proses kematian yang tenang dan bermartabat," ujar dia dalam temu media 'Indonesia Bebas Nyeri Kanker 2020' di RS Kanker Dharmais, Kamis (2/11/2017).

Obat opioid analgesik, tambah dia, telah terbukti manfaatnya dalam mengatasi nyeri kanker yang berat. Sayangnya beberapa faktor seperti ketersediaan opioid alnalgesik yang rendah, kurangnya pengetahuan dan keengganan dokter untuk meresepkan obat tersebut hingga penolakan pasien menerima obat opioid mempengaruhi pemberian obat opioid pada pasien kanker.

"Oleh karena itu diperlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk menjamin kemudahan akses, ketersediaan obat, edukasi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien dengan nyeri kanker agar Indonesia bisa bebas nyeri kanker pada 2020 mendatang," terang Dettie.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais, Abdul Kadir mengatakan pihaknya menargetkan pada 2018 Indonesia bebas nyeri bisa terwujud di rumah sakit yang mendapat status sebagai pusat rujukan kanker nasional ini.

Untuk mencapainya, RS Kanker Dharmais, lanjut dia, memiliki ahli anestesi dalam jumlah banyak untuk memfokuskan pelayanan tak hanya dari segi pengobatan tapi juga paliatif.

"Langkah yang kita ambil dengan tim yang kuat kita kerjasama bagaimana penanganan tindak lanjutnya. Tentu kita harapkan agar langkah preventif promotif bisa lebih giat dilakukan. Edukasi ke masyarakat bagaimana deteksi dini kanker untuk mencegah jangan sampai jatuh sakit," pungkas Abdul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Kanker yang Paling Sulit Disembuhkan

Inilah Kanker yang Paling Sulit Disembuhkan

Health | Minggu, 04 September 2016 | 18:04 WIB

Selain Obat, Terapi Paliatif juga Dibutuhkan Pasien Kanker

Selain Obat, Terapi Paliatif juga Dibutuhkan Pasien Kanker

Health | Senin, 15 Februari 2016 | 17:14 WIB

Tentang Kemoterapi dan Herbal untuk Kanker

Tentang Kemoterapi dan Herbal untuk Kanker

Health | Kamis, 11 Februari 2016 | 15:57 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×