Pelihara Kura-kura di Rumah, Waspada Diincar Penyakit Ini

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 10 November 2017 | 11:35 WIB
Pelihara Kura-kura di Rumah, Waspada Diincar Penyakit Ini
Kura-kura, salah satu hewan yang cukup banyak dipelihara orang. (Shutterstock)

Suara.com - Sekilas, kura-kura kecil terlihat menggemaskan dan tidak berbahaya. Jika Anda salah satu orang orang yang pelihara kura-kura, Anda harus waspada.

Pasalnya, kura-kura diketahui sebagai pembawa alamiah bakteri Salmonella yang bisa menyebabkan infeksi serius atau bahkan mengancam nyawa seseorang.

Pada Maret hingga Agustus 2017, terjadi wabah salmonella di berbagai negara bagian di Amerika Serikat (AS). Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa sejumlah 45 persen orang yang terinfeksi bakteri Salmonella memang menyentuh, memelihara, atau bermain dengan kura-kura sebelumnya.  

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di AS, ada perilaku tertentu yang meningkatkan risiko orang yang pelihara kura-kura terinfeksi salmonella. Di antaranya mencium kura-kura, membiarkan kura-kura berkeliaran di dapur dan meja tempat makanan dan minuman, serta saat membersihkan area yang sudah dilewati kura-kura.

Kura-kura diketahui membawa bakteri Salmonella pada permukaan kulit dan cangkangnya. Sebenarnya tidak hanya kura-kura, semua jenis hewan reptil dan amfibi seperti iguana dan kepiting punya potensi untuk menjadi pembawa bakteri Salmonella.

Mengenal Penyakit Infeksi Akibat Salmonella
Salmonella dikutip dari Hello Sehat adalah bakteri yang menyebabkan penyakit tipes, enteritis, salmonellosis, dan berbagai jenis penyakit infeksi lainya.

Gejala infeksi salmonella yang paling utama adalah diare. Selain itu, seseorang yang mengalami infeksi Salmonella juga akan mengalami kram perut, demam, sakit kepala, muntah, dan keluar darah saat buang air besar. Saat Anda terinfeksi bakteri Salmonella, Anda memang tidak akan langsung merasa sakit.

Gejala-gejala penyakit umumnya baru muncul setidaknya dua sampai tiga hari setelah Anda terkontaminasi bakteri. Karena tidak menimbulkan gejala langsung, ini membuat Salmonella jadi infeksi yang tidak mudah untuk diketahui.

Itu sebabnya, perlu dilakukan pemeriksaan khusus, agar Anda benar-benar tahu apakah Anda terinfeksi bakteri Salmonella atau tidak. Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri ini bisa bersifat serius.

Apalagi kalau Anda sudah mengalami dehidrasi yang cukup parah atau bakterinya sudah menyebar ke luar dari usus ke dalam darah. Kondisi ini bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Manusia Kini Lebih Peduli dengan Anjing Ketimbang Sesama?

Manusia Kini Lebih Peduli dengan Anjing Ketimbang Sesama?

Tekno | Jum'at, 03 November 2017 | 14:44 WIB

Tidur dengan Hewan Peliharaan, Waspada Penyakit Ini Mengintai!

Tidur dengan Hewan Peliharaan, Waspada Penyakit Ini Mengintai!

Health | Selasa, 19 September 2017 | 06:00 WIB

Kasus Pitbull Tewaskan Anak, Orangtua Diminta Lakukan Ini

Kasus Pitbull Tewaskan Anak, Orangtua Diminta Lakukan Ini

Health | Rabu, 16 Agustus 2017 | 15:26 WIB

Ajari Kasih Sayang pada Anak lewat Binatang Peliharaan

Ajari Kasih Sayang pada Anak lewat Binatang Peliharaan

Health | Rabu, 16 Agustus 2017 | 14:46 WIB

Manfaat Menakjubkan Pelihara Kucing yang Belum Anda Ketahui

Manfaat Menakjubkan Pelihara Kucing yang Belum Anda Ketahui

Health | Senin, 08 Agustus 2016 | 20:48 WIB

Pilihan Hewan Peliharaan Tunjukkan Kepribadian Pemiliknya

Pilihan Hewan Peliharaan Tunjukkan Kepribadian Pemiliknya

Lifestyle | Kamis, 31 Maret 2016 | 16:08 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB