Bertubuh Kurus Dapat Sembuhkan Diabetes Tipe 2

Chaerunnisa, Risna Halidi

Rabu, 06 Desember 2017 | 13:21 WIB
Bertubuh Kurus Dapat Sembuhkan Diabetes Tipe 2
Diabetes

Suara.com - Tim dokter dari Newcastle dan Glasgow melihat adanya keberhasilan dalam percobaan yang diberi nama 'watershed' pada penderita diabetes tipe 2.

Pasien diabetes yang masuk dalam penelitian diminta menghabisakan waktu selama lima bulan untuk melakukan diet rendah kalori hingga kemudian kehilangan berat badan secara besar-besaran.

Salah satunya adalah, Isobel Murray dari Largs, Inggris. Perempuan berusia 65 tahun tersebut telah kehilangan 25 kg berat badannya dan tidak lagi membutuhkan pil diabetes.

"Saya memiliki hidup saya kembali," kata Isobel kepada BBC.

Badan amal diabetes di Inggris mengatakan, percobaan tersebut berpotensi membantu jutaan pasien diabetes di seluruh dunia.

Isobel yang termasuk dalam 128 penderita diabetes yang diteliti memiliki kadar gula darah yang tinggi dan setiap kali berobat, dokter selalu memberinya dosis lebih tinggi lagi.

Isobel kemudian menjalani diet cair selama 17 minggu, dan berhenti memasak serta berbelanja, sambil mengonsumsi makanan cair empat kali sehari. Makanan yang dia konsumsi adalah satu sachet bubuk mengandung 200 kalori yang diaduk dalam air.

"Anda tidak perlu memikirkan apa yang Anda makan," ungkapnya.

Setelah berat badannya hilang, ahli gizi kemudian membantu pasien pada makanan sehat dan padat. "Makan makanan normal adalah yang paling sulit," jelas Isobel.

baca juga

Hasil uji coba yang secara bersamaan dipublikasikan dalam jurnal medis Lancet dan dipresentasikan di International Diabetes Federation, menunjukkan sekitar 46 persen pasien yang memulai percobaan mendapatkan remisi setahun kemudian. Lalu sekitar 86 persen kehilangan 15 kg berat badannya dan hampir memasuki masa remisi obat dan empat persen lainnya mendapatkan remisi sembil menjalani perawatan.

"Ini adalah saat yang tepat. Sebelum memulai pekerjaan ini, dokter dan spesialis menganggap diabets tipe 2 sebagai ireversibel. Tapi jika kita menangkap jelatang dan membuat orang keluar dari keadaan berbahaya mereka, mereka bisa mendapatkan remisi diabetes," kata seorang profesor dari Universitas Newcastle, Prof Roy Taylor kepada BBC.

Namun, dokter menyebut ini bukan lah obat karena jika berat badan terus naik, maka diabetes akan kembali.

"Saya tidak akan pernah ke sana lagi (gemuk)," kata Isobel. Sejauh ini, Isobel telah berhasil menurunkan dan menjaga berat badannya selama dua tahun.

Lalu, apa hubungannya dengan kegemukan?

Lemak tubuh yang terbentuk di sekitar pankreas dapat menyebabkan stres di sel beta pada organ yang mengontrol kadar gula darah. Pada akhirnya, mereka berhenti memproduksi cukup hormon insulin dan itu menyebabkan kadar gula darah naik di luar kendali.

Ketika seseorang kehilangan lemak, pankreas akan bekerja dengan baik lagi. Uji coba hanya dilakukan pada pasien yang didiagnosis dalam enam tahun terakhir.

"Ini sangat menarik. Kami sekarang memiliki bukti jelas bahwa penurunan berat badan 10 sampai 15 kg sudah cukup untuk mengubah penyakit ini," kata Prof Mike Lean dari Universitas Glasgow.

Di seluruh dunia, ada satu dari 11 orang yang menderita diabetes, dan kebanyakan dari mereka memiliki diabetes tipe 2.

Tingkat gula yang tidak terkontrol menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh yang bisa menyebabkan kegagalan organ, kebutaan dan amputasi pada anggota badan. (BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gathot Ternyata Berefek seperti Obat Diabetes

Gathot Ternyata Berefek seperti Obat Diabetes

Health | Rabu, 29 November 2017 | 12:44 WIB

Makan Nasi Goreng dengan Minyak Ini Turunkan Risiko Diabetes

Makan Nasi Goreng dengan Minyak Ini Turunkan Risiko Diabetes

Health | Rabu, 29 November 2017 | 02:18 WIB

Kekurangan Vitamin D bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Kekurangan Vitamin D bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Health | Selasa, 28 November 2017 | 23:59 WIB

800 Ribu Penderita Kanker Idap Diabetes

800 Ribu Penderita Kanker Idap Diabetes

Health | Selasa, 28 November 2017 | 11:27 WIB

Awas! Sering Gunakan Obat Kumur Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Awas! Sering Gunakan Obat Kumur Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Health | Senin, 27 November 2017 | 09:31 WIB

Kenali Diabetes Gestasional yang Hanya Menyerang Bumil

Kenali Diabetes Gestasional yang Hanya Menyerang Bumil

Health | Selasa, 21 November 2017 | 18:47 WIB

Enam Mitos Diabetes yang Kerap Menyesatkan

Enam Mitos Diabetes yang Kerap Menyesatkan

Health | Selasa, 21 November 2017 | 12:10 WIB

Buah Ini Super Aman Buat si Penderita Diabetes

Buah Ini Super Aman Buat si Penderita Diabetes

Health | Rabu, 15 November 2017 | 10:39 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB