Gathot Ternyata Berefek seperti Obat Diabetes

Chaerunnisa | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 29 November 2017 | 12:44 WIB
Gathot Ternyata Berefek seperti Obat Diabetes
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi Anda yang tinggal di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, tentu sudah tidak asing lagi dengan Gathot. Pangan tradisional yang terbuat dari singkong yang difermentasi ini ternyata memiliki efek positif menurunkan kadar gula darah seperti obat metformin yang biasa diresepkan untuk penderita diabetes.

Temuan ini diperoleh peneliti dari Universitas Respati Yogyakarta, yakni Desty Ervira Puspaningtyas, Rio Jatikusuma dan Puspita Mardika Sari. Ketiganya merupakan pemenang Nutrifood Research Center Grant 2016.

Desty mengatakan, penelitian berbasis studi kasus yang dilakukannya ini menemukan potensi gathot sebagai pangan yang aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.

"Kami menekankan fermentasi dalam proses pembuatan gathot bisa meningkatkan senyawa probiotik. Yang pada gilirannya dapat menurunkan kadar glukosa darah setara dengan produk dasarnya yakni singkong dan obat metformin," ujar Desty pada Penganugerahan NRC Grant 2017 di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Desty mengungkapkan, penelitian ini telah diuji coba pada dua orang responden dengan metode studi kasus dan uji coba pada tikus. Pada studi kasus terhadap manusia yang mengonsumsi 250 gram gathot setiap hari selama seminggu, dia mendapati terjadi peningkatan bakteri baik dan penurunan bakteri E. Coli dalam sistem pencernaan.

Pada uji coba terhadap tikus selama 30 hari, Desty dan rekan peneliti juga mendapatkan hasil sama, di mana kadar glukosa darah puasa menurun serta ada perbaikan profil lemak di mana kadar kolesterol jahat menurun dan kadar kolesterol baik meningkat.

"Karena ini studi kasus jadi mungkin belum bisa digeneralisasi hasilnya. Tapi ada potensi bahwa gathot bisa dikembangkan sebagai obat diabetes di masa mendatang dengan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap berapa dosis yang tepat," ungkap dia.

Desty mengatakan, efek positif gathot pada penurunan kadar glukosa darah terjadi karena kandungan serat larut dan tidak larut air yang tinggi pada gathot. Pangan lokal ini juga memiliki kadar pati resisten yang tinggi sehingga dapat memperbaiki saluran cerna yang pada gilirannya menginisiasis sistem sinyal dari respon insulin.

"Hasil penelitian ini merupakan langkah awal kami untuk menangani permasalahan diabetes melitus di Indonesia," tutup Desty.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makan Nasi Goreng dengan Minyak Ini Turunkan Risiko Diabetes

Makan Nasi Goreng dengan Minyak Ini Turunkan Risiko Diabetes

Health | Rabu, 29 November 2017 | 02:18 WIB

Kekurangan Vitamin D bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Kekurangan Vitamin D bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Health | Selasa, 28 November 2017 | 23:59 WIB

800 Ribu Penderita Kanker Idap Diabetes

800 Ribu Penderita Kanker Idap Diabetes

Health | Selasa, 28 November 2017 | 11:27 WIB

Awas! Sering Gunakan Obat Kumur Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Awas! Sering Gunakan Obat Kumur Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Health | Senin, 27 November 2017 | 09:31 WIB

Buah Ini Super Aman Buat si Penderita Diabetes

Buah Ini Super Aman Buat si Penderita Diabetes

Health | Rabu, 15 November 2017 | 10:39 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB