Makan Tinggi Lemak Bisa Turunkan Berat Badan Lho

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 06 Desember 2017 | 18:00 WIB
Makan Tinggi Lemak Bisa Turunkan Berat Badan Lho
Ilustrasi makan makanan tinggi lemak. (Shutterstock)

Suara.com - Pelaku dunia medis dan ahli gizi menyarankan masyarakat menghindari konsumsi makanan kaya lemak secara berlebih. Namun, kini sebuah hasil studi memaparkan, lemak bisa dikonsumsi sambil melakukan program untuk menurunkan berat badan.

Menurut para peneliti dari Washington University di Amerika Serikat, mereka bisa mengaktifkan jalur Hedgehog atau jalur landak yang ada pada sel lemak tikus.

Dengan begitu, peneliti bisa memberi makan hewan pengerat tersebut dengan asupan kaya lemak tanpa membuat mereka menjadi gemuk. Seorang peneliti ​​senior, Fanxin Long mengatakan, metode ini bisa menjadi cara baru untuk mengatasi obesitas.

"Yang sangat penting adalah, hewan dalam penelitian kami makan makanan tinggi lemak tapi tidak bertambah berat badan, dan pada orang-orang, terlalu banyak lemak dalam makanan adalah penyebab umum obesitas," ungkap Long.

Mereka menjelaskan, kenaikan lemak kerap disebabkan oleh peningkatan ukuran sel lemak. Setiap sel lemak yang tumbuh lebih besar, bisa menahan tetesan lemak yang lebih besar pula.

Seseorang biasanya menjadi gemuk karena sel lemak mereka menjadi lebih besar, bukan karena memiliki banyak sel lemak. Peneliti kemudian memusatkan perhatian pada jalur protein Hedgehog yang aktif di jaringan tubuh.

Tim peneliti lalu merekayasa tikus dengan gen yang dapat mengaktifkan jalur Hedgehog yang ada di sel lemak saat hewan tersebut makan makanan tinggi lemak.

Hasilnya menunjukkan, setelah delapan minggu menjalani diet tinggi lemak sembari mengaktifkan jalur Hedgehog, tikus-tikus tersebut tidak menjadi lebih gemuk. Long mengungkapkan, jalur Hedgehog dipercaya dapat mencegah obesitas dengan menghambat ukuran sel lemak.

"Jika kita bisa menemukan strategi untuk menargetkan sel lemak secara hati-hati, maka saya pikir mengaktifkan jalur ini bisa efektif dalam memerangi obesitas," tandasnya.

Sekadar diketahui, orang dengan obesitas memiliki risiko berbagai penyakit berbahaya seperti stroke, serangan jantung, diabetes dan risiko kanker yang meningkat. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengerikan! Ada 800 Batu Empedu Bersarang di Tubuh Nenek Ini

Mengerikan! Ada 800 Batu Empedu Bersarang di Tubuh Nenek Ini

Health | Sabtu, 09 September 2017 | 17:16 WIB

Studi: Diet Tinggi Lemak Bagus Untuk Penderita Skizofrenia

Studi: Diet Tinggi Lemak Bagus Untuk Penderita Skizofrenia

Health | Jum'at, 18 Desember 2015 | 20:35 WIB

Makanan Berlemak Ini Bagus Untuk Kesehatan

Makanan Berlemak Ini Bagus Untuk Kesehatan

Health | Kamis, 30 Oktober 2014 | 13:47 WIB

Ini 9 Rahasia Turunkan Bobot Tanpa Sedot Lemak

Ini 9 Rahasia Turunkan Bobot Tanpa Sedot Lemak

Health | Senin, 01 September 2014 | 06:15 WIB

Makanan Tinggi Lemak Bisa Merusak Indera Penciuman

Makanan Tinggi Lemak Bisa Merusak Indera Penciuman

Health | Rabu, 23 Juli 2014 | 15:36 WIB

Studi: Kanker Usus Besar Terkait dengan Lemak Makanan

Studi: Kanker Usus Besar Terkait dengan Lemak Makanan

Health | Selasa, 22 April 2014 | 15:27 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB