92 Persen Kebutuhan Alat Kesehatan Masih Impor

Ririn Indriani

Kamis, 14 Desember 2017 | 20:35 WIB
92 Persen Kebutuhan Alat Kesehatan Masih Impor
Konferensi pers di sela Rapat Kerja Nasional Gakeslab Indonesia dan ASPAKI, Rabu (13/12/2017) di Jakarta.

Suara.com - Meski secara bertahap berhasil diturunkan, saat ini ketergantungan Indonesia pada alat kesehatan (alkes) impor masih relatif tinggi.

Berdasarkan data izin edar yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga Oktober 2017, baru 8 persen dari total 11.895 atau 966 izin edar yang dikeluarkan Kemenkes adalah alat kesehatan (alkes) dalam negeri. Sedangkan 92 persen atau 10.893 izin merupakan alat kesehatan impor.

Dibanding 2015, pangsa pasar produk alkes lokal memang menunjukkan peningkatan yakni dari sekitar 4 persen menjadi 8 persen. Namun, menurut Ketua umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Ir. Ade Tarya Hidayat, angka ini masih sangat rendah. Dan bisa dipercepat pertumbuhannya lagi jika dana APBN dialokasikan ke produk alkes dalam negeri.

"Diperkirakan dana APBN yang dialokasikan untuk belanja alkes mencapai Rp17 triliun per tahun. Jika sebagian besar dialokasikan untuk membeli alkes produk lokal maka kebutuhan alkes impor bisa diturunkan," ujarnya saat ditemui usai konferensi pers yang digelar di sela Rapat Kerja Nasional Gakeslab Indonesia, Rabu (13/12/2017) di Jakarta.

Ade Tarya menambahkan bahwa kualitas alkes produk dalam negeri telah memenuhi standar internasional. Ia menjelaskan produksi alkes dalam negeri memang masih terbatas alkes dengan teknologi menengah dan rendah, tapi kualitas produknya tidak kalah dari produk dari luar negeri termasuk Cina. Bahkan tidak sedikit produsen alkes lokal yang telah mengekspor produknya ke luar negeri termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Ini artinya, produsen alkes Indonesia telah mampu memenuhi standar kualitas yang disyaratkan dunia internasional.

"Jadi, tak ada alasan bagi industri kesehatan dalam negeri untuk tidak membeli apalagi meragukan kualitas alkes produksi dalam negeri," tegasnya.

Jumlah produsen alkes dalam negeri juga menunjukkan peningkatan dari 215 perusahaan pada 2016 menjadi 226 perusahaan di 2017. Menurut Ade, hal ini tak lepas dari diadakannya e-katalog oleh Kemenkes. Dengan e-katalog ini terbuka kesempatan lebih besar bagi produsen alkes lokal untuk memasarkan produknya. Namun demikian ia menegaskan ada sejumlah langkah yang harus dilakukan jika pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ini lebih cepat.

Selain kemudahan perizinan, kemudahan impor bahan baku, pemerintah dalam hal ini Kemenkes juga didesak memberikan jaminan pembelian produk alkes yang dihasilkan perusahaan baru di dua tahun pertama mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gakeslab Drs. Sugihadi M.W. MM menyebutkan saat ini ada 12 perusahaan anggota GAKESLAB yang sedang bertransformasi menjadi produsen alkes dalam negeri dan tergabung dalam tim Inkubator yang dibentuknya.

Sugihadi menambahkan, GAKESLAB Indonesia selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan keselamatan pasien dalam pengadaan alat kesehatan di Indonesia. Ia mengatakan, sejak 2014, pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 4/2014 tentang cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik (CDAKB), telah menyosialisasikan pentingnya penyaluran alat kesehatan (alkes) yang menjamin keselamatan pasien.

CDAKB memegang peran penting dalam distribusi alat kesehatan atau alkes. Karena alkes membutuhkan perlakuan khusus mulai dari tahap produksi/pengadaan, penyimpanan, cara pengiriman, pascapenyerahan hingga pemeliharaan. Kesalahan kecil yang terjadi dalam rantai ini bisa mengancam keselamatan pasien.

"Di sini, penerapan CDAKB menjadi penting dan membutuhkan investasi yang tinggi. CDAKB akan memastikan pengadaan alat kesehatan yang aman, berkualitas dan terpercaya yang sesuai dengan regulasi. Perusahaan yang menerapkan CDAKB menempatkan keselamatan pasien sebagai hal yang utama," ujar Sugihadi.

Ia menambahkan, sejak dikampanyekan pada 2014 baru sekitar 87 perusahaan alkes yang tersertifikasi CDAKB. Hal ini, dikarenakan tidak semua anggota Gakeslab adalah perusahaan besar yang mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Sementara cakupan alkes sangat luas dan kompleks. Namun demikian, GAKESLAB berkomitmen untuk terus melakukan pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas anggotanya sehingga dari tahun ke tahun anggota yang mengantungi sertifikasi CDAKB terus meningkat.

"Keselamatan pasien tidak dapat dikompromikan hanya demi harga yang murah tanpa jaminan keamanan dalam jangka panjang. Alkes mengandung unsur teknologi yang cakupannya sangat luas, dari yang sederhana hingga canggih di mana dibutuhkan keahlian yang sangat khusus dalam penggunaannya," lanjut Sugihadi.

Selain itu, ia mengatakan bahwa banyak produk Alkes yang membutuhkan layanan purna jual, pemeliharaan dan kalibrasi secara berkala, sehingga semua kegiatan distribusi yang dilakukan oleh anggota GAKESLAB harus mencakup pendidikan, pelatihan, pemeliharaan, perbaikan dan kalibrasi.

Sugihadi mengakui, jumlah anggota GAKESLAB dan ASPAKI yang dapat mengikuti pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagaimana diatur dalam Perpres No. 10/2010 yang diperbarui dengan Perpres no. 4/2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, saat ini, masih terbatas. Hal ini dikarenakan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah masih terbatas untuk alkes yang jumlahnya jutaan.

Standar harga yang dipatok juga dinilai terlalu rendah, sehingga dikhawatirkan akan mendorong pihak yang tidak bertanggung jawab mengorbankan faktor kualitas dan keamanan.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sistem Proteksi Udara untuk Rumah Sakit Modern

Sistem Proteksi Udara untuk Rumah Sakit Modern

Press Release | Kamis, 14 Desember 2017 | 16:29 WIB

'Kalung' Ini Diklaim Bisa Bersihkan Udara dari Polusi

'Kalung' Ini Diklaim Bisa Bersihkan Udara dari Polusi

Health | Kamis, 16 November 2017 | 17:10 WIB

Keren! Alat Ini Bisa Endus Bau Badan Anda, Mengganggu atau Tidak

Keren! Alat Ini Bisa Endus Bau Badan Anda, Mengganggu atau Tidak

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 10:13 WIB

Terkini

Bukan Hanya Merah dan Biru, Ini Arti Warna Api yang Jarang Diketahui

Bukan Hanya Merah dan Biru, Ini Arti Warna Api yang Jarang Diketahui

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 06:49 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 14 September 2026 Lengkap: Arah Baru Bawa Kejutan

Ramalan 12 Shio Hari Ini 14 September 2026 Lengkap: Arah Baru Bawa Kejutan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 06:40 WIB

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

×