Empat Metode Melahirkan yang Harus Diketahui Calon Ibu

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 14 Februari 2018 | 18:13 WIB
Empat Metode Melahirkan yang Harus Diketahui Calon Ibu
Ilustrasi ibu melahirkan.

Suara.com - Bagi kebanyakan pasangan suami-istri, kehamilan merupakan momen yang dinanti-nanti.

Bagaimana tidak! Selain dapat memperpanjang keturunan, hadirnya buah hati di tengah-tengah keluarga juga dipercaya dapat membawa rezeki, keceriaan, dan ikatan kekeluargaan yang lebih erat.

Khusus bagi para calon ibu, sudah siapkah Anda dengan proses persalinan nanti? Lantas, metode persalinan apakah yang akan Anda ambil?

Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya Anda kenali terlebih dahulu empat metode melahirkan yang diulas oleh Go Dok.

1. Persalinan normal
Meskipun banyak yang mengatakan bahwa persalinan normal sangat menyakitkan, tapi tidak sedikit ibu hamil yang mendamba bisa melahirkan buah hati dengan cara ini.

Lantas, seperti apakah tahapan melahirkan bayi dengan cara persalinan normal? Di fase awal, ibu akan merasakan kontraksi akibat serviks (leher rahim) mengalami pelebaran hingga 10 cm. Selanjutnya, ibu akan diarahkan untuk mengejan agar bayi dapat keluar.

Terakhir, setelah bayi keluar, ibu akan diarahkan untuk mengejan demi mengeluarkan plasenta. Namun, jika cara normal ini tidak berhasil, dokter biasanya akan memberikan suntikan khusus agar plasenta dapat keluar dengan sendirinya.

2. Caesar
Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan metode persalinan caesar. Ya, cara ini sering ditempuh jika ibu tidak ingin merasakan sakit khas persalinan normal, atau karena ingin sang buah hati lahir di tanggal tertentu.

Pada persalinan caesar, ibu akan mendapatkan suntikan bius yang membuat perut menjadi kebal dan mati rasa. Jika sudah begitu, dokter akan memulai proses operasi dengan menyayat perut agar bayi dapat dikeluarkan dari rahim dengan mudah.

Walaupun terhitung aman, tapi bukan berarti metode caesar tidak memiliki efek samping. Buktinya, banyak kasus di mana ibu akan mengeluhkan beberapa kondisi medis pascaoperasi, semisal rasa sakit pada luka bekas operasi, mual dan muntah akibat pemberian anestesi, hingga timbulnya infeksi pada saluran kemih dan dinding rahim.

Informasi selengkapnya di sini …

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Manfaat Memegang Tangan Pasangan Saat Melahirkan

Ini Manfaat Memegang Tangan Pasangan Saat Melahirkan

Lifestyle | Jum'at, 26 Januari 2018 | 15:54 WIB

Apa Itu Doula, Pendamping Ibu Hamil hingga Melahirkan?

Apa Itu Doula, Pendamping Ibu Hamil hingga Melahirkan?

Health | Rabu, 17 Januari 2018 | 09:41 WIB

Agar Tak 'Kebobolan' Usai Melahirkan, Perempuan Bisa Pakai KB Ini

Agar Tak 'Kebobolan' Usai Melahirkan, Perempuan Bisa Pakai KB Ini

Health | Jum'at, 15 Desember 2017 | 18:16 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB