Organisasi Pasien Kanker Bersatu dalam A2KPI

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 27 Maret 2018 | 15:41 WIB
Organisasi Pasien Kanker Bersatu dalam A2KPI
Organisasi pasien kanker bersatu dalam A2KPI. (suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Jumlah pasien kanker yang tak sedikit di Indonesia membuat mereka mendirikan perkumpulan atau komunitas untuk saling menyemangati satu sama lain. Di Indonesia sendiri, jumlah komunitas pasien maupun penyintas kanker cukup banyak.

Baru-baru ini, para pasien kanker ini pun mengukuhkan diri dalam satu wadah bernama Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia (A2KPI). Tercatat ada 13 komunitas bergabung, antara lain Yayasan Kanker Payudara (YKPI), Yayasan Kanker Indonesia (YKI DKI Jakarta), Yayasan Kanker Indonesia Pusat (YKI), Lovepink, Bandung Cancer Society, Yayasan Peduli Kanker Priangan, Think Survive, Makassar Cancer Care Community, Meta Menggala, Pink Shimmer Inc, Reach to Recovery Surabaya, Bali Pink Ribbon, serta Cancer Information and Support Center (CISC).

Aryanthi Baramuli, Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) yang merupakan salah satu pencetus A2KPI, mengatakan tujuan didirikannya wadah baru ini adalah untuk menyuarakan harapan pasien maupun penyintas kanker kepada pembuat kebijakan agar menyediakan akses yang setara terhadap pelayanan yang berkualitas, menjamin ketersediaan obat, dan kemudahan fiskal.

"Kami juga berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, meninjau kembali kebijakan kesehatan yang berkaitan dengan kanker perempuan serta memperluas upaya pencegahan, deteksi, dan pengobatan dini, serta melibatkan pasien dalam proses pembuatan kebijakan kanker perempuan," ujar Yanthi pada peluncuran A2KPI di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Shanti Persada, salah satu pendiri Lovepink, mengatakan selain obat dan fasilitas pelayanan kanker yang harus ditingkatkan, ia juga meminta pemerintah untuk memudahkan pasien melakukan registrasi online. Dengan sistem online, pasien tak perlu mengantri berjam-jam untuk mendapatkan penanganan dari dokter.

"Sudah sakit, suami harus bolos kerja lalu antri BPJS dari jam 5 pagi. Belum tentu ketemu dokter. Belum lagi ongkosnya yang nggak ditanggung BPJS. Saya harap pemerintah bisa mempertimbangkan registrasi online agar bisa memudahkan pasien untuk berobat," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Harapan Pasien Kanker Terhadap BPJS

Ini Harapan Pasien Kanker Terhadap BPJS

Health | Kamis, 01 Maret 2018 | 16:15 WIB

Cerita Endang yang Menyesal Obati Kanker Lewat Cara Alternatif

Cerita Endang yang Menyesal Obati Kanker Lewat Cara Alternatif

Health | Kamis, 02 Februari 2017 | 20:14 WIB

Ini Keluhan Pasien Kanker saat Pakai BPJS Kesehatan

Ini Keluhan Pasien Kanker saat Pakai BPJS Kesehatan

News | Kamis, 08 September 2016 | 08:36 WIB

Terkini

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB