Kurangi Susu Malah Bikin Tubuh Jadi Intoleransi Laktosa

Vania Rossa | Suara.com

Sabtu, 14 April 2018 | 07:08 WIB
Kurangi Susu Malah Bikin Tubuh Jadi Intoleransi Laktosa
Susu rendah lemak. [Shutterstock]

Suara.com - Demi alasan kesehatan, banyak orang memutuskan untuk mengurangi sesuatu dari makanan sehari-harinya, termasuk susu dan produk turunannya seperti keju, yogurt, dan sebagainya.

Padahal, mereka yang mengurangi konsumsi jenis makanan tertentu hanya karena alasan gaya hidup bisa merugikan diri sendiri, lho.

Salah satunya adalah produk susu. Banyak orang menghindari susu karena mereka percaya susu menggemukkan.

Namun faktanya, jika Anda sebenarnya tidak bermasalah (intoleransi) terhadap produk susu, mengurangi konsumsinya hanya akan membuat Anda benar-benar akan menjadi intoleran terhadap laktosa.

Sebagian besar populasi dunia memang mengalami intoleransi laktosa, yang artinya mereka berjuang untuk mencerna laktosa.

Ini karena tubuh mereka tidak menghasilkan banyak laktase, yang merupakan enzim yang memecah laktosa.

Anak-anak kecil (di bawah usia lima tahun), umumnya memiliki tingkat laktase usus yang tinggi, tetapi seiring bertambahnya usia, tingkat intoleransinya menurun.

Namun, semakin banyak susu yang Anda konsumsi, akan semakin banyak pula laktase yang diproduksi oleh bakteri usus Anda.

"Bakteri di usus besar harus diberi makan untuk bertahan hidup," kata Dennis Savaiano, PhD, Profesor Meredith tentang Kebijakan Gizi dari Universitas Purdue, seperti dilansir dari The Independent. “Jadi apa pun yang Anda beri kepada bakteri, mereka makan, bakteri itu akan menjadi makmur."

“Individu yang terbiasa makan laktosa dalam makanan mereka memiliki lebih banyak enzim laktase daripada orang yang tidak makan makanan yang mengandung laktosa, jumlahnya sekitar enam sampai delapan kali lebih banyak, dan mereka akan lebih efisien dalam mencerna laktosa," kata Savaiano.

Anda yang telah beralih dari produk susu dan kemudian mencoba untuk mengonsumsinya lagi, Anda mungkin akan sedikit kesulitan untuk mencernanya karena tubuh telah membangun intoleransi dan menunjukkan beberapa gejala negatif ketika mengonsumsinya.

Tapi, bukan berarti Anda selamanya tidak bisa lagi menikmati latte atau es krim, karena Anda bisa melatih kembali tubuh Anda untuk memecah laktosa secara efisien.

Caranya adalah mulai sejumlah kecil laktosa dan secara bertahap tingkatkan jumlah yang Anda konsumsi. Savaiano juga merekomendasikan menggabungkan konsumsi makanan berlaktosa tinggi dengan makanan lain agar tidak membebani sistem pencernaan Anda.

Penting juga untuk dicatat bahwa tidak semua produk susu mengandung jumlah laktosa yang sama, seperti yoghurt dan keju yang sangat rendah laktosa, sedangkan susu lebih tinggi kandungan laktosanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Konsumsi Susu dan Ayam Bersamaan Bisa Sebabkan Efek Samping

Awas, Konsumsi Susu dan Ayam Bersamaan Bisa Sebabkan Efek Samping

Lifestyle | Senin, 19 Maret 2018 | 09:22 WIB

Susu Bikin Anak Tumbuh Tinggi, Mitos atau Fakta?

Susu Bikin Anak Tumbuh Tinggi, Mitos atau Fakta?

Health | Rabu, 21 Februari 2018 | 18:30 WIB

Bukan Cuma Susu, Makanan Ini Juga Kaya Kalsium

Bukan Cuma Susu, Makanan Ini Juga Kaya Kalsium

Health | Kamis, 08 Februari 2018 | 17:43 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB