Bantu Kerjakan PR Bisa Jadi Momen Berkualitas Orangtua dan Anak

Dythia Novianty | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 11 Mei 2018 | 15:58 WIB
Bantu Kerjakan PR Bisa Jadi Momen Berkualitas Orangtua dan Anak
Ilustrasi orangtua membantu anak mengerjakan PR. [Shutterstock]

Suara.com - Siapa bilang membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah alias PR tergolong perbuatan buruk? Interaksi orangtua dan anak saat mengerjakan PR ini, justru dapat menjadi momen berkualitas di tengah minimnya waktu yang dimiliki orangtua pekerja.

Disampaikan psikolog anak dan keluarga Ajeng Raviando, ketika membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah, orangtua bisa mencurahkan ide dan pikirannya pada anak. Selain itu, momen ini juga bisa dimanfaatkan orangtua untuk mendengarkan apa yang dialami anak selama di lingkup pertemanan maupun sekolah.

"Orangtua zaman now kan waktu luangnya sudah sempit banget. Orangtua harus gimana? Sesekali bisa bantu anak mengerjakan PR. Ada penelitian dimana orangtua sebenarnya bisa mencontohkan banyak hal saat membantu anak mengerjakan PR," ujar Ajeng dalam peluncuran kampanye HP Homework Rescue di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Meski demikian, Ajeng tak menyuruh orangtua untuk mengerjakan PR anak. Menurut dia, orangtua dapat membantu anak mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan trik 5F, yakni focus, fast, flexible, friendly dan fun.

Agar anak lebih fokus saat mengerjakan PR, orangtua, kata Ajeng, bisa memberikan waktu pada anak untuk beristirahat selama 5-10 menit. Anak bisa memanfaatkan waktu ini untuk makan, ngemil atau membaringkan tubuhnya sementara waktu.

"Jangan lupa, kita kasih tau cara ke anak bagaimana agar lebih cepat mengerjakan PR. Bisa dari soal yang lebih mudah terlebih dahulu, baru yang susah. 'Fun' harus ditumbuhkan, misal anak zaman now suka emoticon, yang seru-seru bisa kita masukkan," tambah dia.

Orangtua, tambah Ajeng, juga harus memahami kondisi si kecil. Jika anak terlihat kelelahan setelah pulang sekolah, maka jangan terlalu dipaksakan untuk segera mengerjakan pekerjaan rumah.

"Anak butuh 'me time' dan punya waktu jeda untuk mengetahui kapan harus recharge badan dan mengetahui apa yang jadi kewajiban mereka," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Health | Rabu, 30 Agustus 2017 | 17:11 WIB

Tunjukkan Rasa Cinta pada Ayah dengan Cara Ini

Tunjukkan Rasa Cinta pada Ayah dengan Cara Ini

Lifestyle | Kamis, 22 Juni 2017 | 16:00 WIB

Tujuh Perbedaan Orangtua Bijaksana dan Orangtua 'Biasa'

Tujuh Perbedaan Orangtua Bijaksana dan Orangtua 'Biasa'

Health | Senin, 03 April 2017 | 19:43 WIB

Ayo Main, Wadah Orangtua dan Anak Bermain

Ayo Main, Wadah Orangtua dan Anak Bermain

Lifestyle | Minggu, 11 September 2016 | 14:05 WIB

Interaksi Orangtua dan Anak Tak Pengaruhi IQ Anak

Interaksi Orangtua dan Anak Tak Pengaruhi IQ Anak

Health | Minggu, 02 November 2014 | 09:12 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB