Cucu Aa Gym Meninggal, Warganet Sebut SIDS, Apa Itu?

Ririn Indriani

Senin, 21 Mei 2018 | 13:40 WIB
Cucu Aa Gym Meninggal, Warganet Sebut SIDS, Apa Itu?
Gheziya Naura Khadija (instagram @gdaghaida)

Suara.com - Kabar duka meninggalnya cucu Aa Gym, Gheziya Naura Khadija (2 bulan), Minggu (20/5/2018), yang diposting Ghaida Tsurayya, anak Aa Gym di akun instagramnya @gdaghaida, dibanjiri komentar dari para pengikut Ghaida.
Banyak warganet yang mengucapkan duka citanya atas kepergian putri Ghaitsa yang masih bayi ini. Dalam caption-nya, Ghaida menyebut bahwa keponakannya meninggal secara mendadak dan tiba-tiba.

Fakta ini tentu saja mengundang rasa penasaran warganet hingga akhirnya ada satu akun instagram yang menyebut istilah Sindrom Kematian Bayi Mendadak alias SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Istilah medis inilah yang tak lama kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan SIDS, dan mengapa sindrom ini bisa terjadi? Simak ulasan lengkap yang dihimpun Hello Sehat.

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) disebut-sebut sebagai gambaran dari kondisi di mana seorang bayi meninggal mendadak tanpa diketahui penyebab pastinya. Namun demikian, SIDS memiliki beberapa pemicu, termasuk adanya kelainan di bagian otak yang bertanggung jawab pada sistem pernapasan bayi, hingga kondisi tidur bayi yang berisiko menghambat jalur napasnya sendiri.

Perlu diketahui, SIDS telah menjadi penyebab utama kematian pada bayi usia 30 hari pertama setelah kelahiran. Namun, penyebab SIDS yang sebenarnya masih belum dapat diketahui dengan pasti.

Faktor-faktor yang Bisa Memicu SIDS
Meski demikian SIDS mungkin bisa terjadi karena berbagai faktor, sebagai berikut:

1. Keterlambatan perkembangan bayi
Sebuah hipotesis mengungkapkan bahwa SIDS mungkin disebabkan oleh adanya keterlambatan atau kelainan perkembangan sel-sel saraf dalam otak yang penting untuk fungsi jantung dan paru-paru normal.

Penelitian pada otak bayi yang meninggal akibat SIDS menunjukkan bahwa adanya keterlambatan dalam perkembangan dan fungsi beberapa jalur saraf pengikat serotonin pada otak. Jalur saraf ini dianggap penting untuk mengatur pernapasan, detak jantung, dan respon tekanan darah saat bangun dari tidur.

Kelainan perkembangan ini membawa dampak negatif saat bayi tidur. Bayi normal akan terbangun ketika ada hal yang mengganggunya saat tidur. Misalnya, ada hal yang menghalangi jalan napasnya saat tidur, bayi secara otomatis akan memindahkan bagian tubuhnya ke tempat yang lebih nyaman atau bayi akan bangun.

Namun, pada bayi dengan kelainan, refleks yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur mengalami gangguan, sehingga bayi tidak dapat mengatasi masalahnya saat tidur.

2. Berat lahir bayi rendah
Bayi lahir dengan berat badan rendah biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur atau pada bayi kembar. Bayi dengan kondisi ini cenderung memiliki otak yang belum matang, sehingga bayi kurang memiliki kendali atas pernapasan dan detak jantungnya.

3. Posisi tidur bayi
Bayi yang tidur telungkup atau tidur miring cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas. Saat bayi dalam posisi telungkup, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas.

Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbon dioksida yang baru saja ia hembuskan, sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi kurang, dan akhirnya bayi bisa meninggal.

Selain itu, benda-benda yang ada di kasur saat bayi tidur, seperti bantal, selimut, boneka, atau mainan juga dapat menutupi mulut dan hidung bayi, mengakibatkan terganggunya pernapasan bayi saat tidur.

4. Hipertermia (kepanasan)
Pakaian bayi yang terlalu tebal dan tertutup, atau suhu ruangan yang panas dapat meningkatkan metabolisme bayi, sehingga bayi dapat kehilangan kontrol pernapasan.

Namun, suhu panas sebagai penyebab SIDS belum dapat dijelaskan dengan baik, apakah ini sebagai faktor yang benar-benar dapat menyebabkan SIDS atau hanya faktor yang menggambarkan penggunaan pakaian atau selimut yang menghalangi pernapasan bayi.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah SIDS?
Untuk menurunkan risiko atau mencegah SIDS pada bayi Anda, Anda dapat melakukan hal-hal di bawah ini.

1. Posisi Tidur Telentang
Taruh bayi pada posisi telentang saat tidur. Posisi ini tidak akan menghalangi jalan napas bayi, sehingga bayi tidak mengalami gangguan pernapasan saat tidur. Pilihlah posisi telentang dibandingkan posisi telungkup kapan saja saat bayi tidur.

2. Jangan Letakkan Banyak Benda di Tempat Tidur Bayi
Jangan letakkan berbagai macam benda di tempat tidur anak. Jauhi bayi dari bantal, selimut, boneka, mainan, atau hal lainnya saat bayi tidur.

Benda-benda ini dapat menghalangi mulut dan hidung bayi sebagai jalan napas, sehingga bayi dapat mengalami sesak napas saat tidur.

Selain itu, sebaiknya bayi tidur di tempat tidurnya sendiri, tetapi dekat Anda, sehingga bisa dipantau. Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena bila bayi tidur di kasur yang sama dengan orangtuanya dapat membatasi ruang geraknya dan mungkin juga bisa mengganggu pernapasan bayi.

3. Jauhi Bayi dari Rokok
Bayi yang lahir dari ibu perokok dan meninggal karena SIDS terjadi tiga kali lebih sering daripada bayi yang lahir dari ibu bukan perokok.

Merokok saat hamil merupakan faktor risiko utama terjadinya SIDS, dan asap rokok yang bayi hirup juga dapat meningkatkan kejadian SIDS pada bayi.

4. Beri ASI pada Bayi
Menyusui bayi terbukti dapat menurunkan risiko SIDS pada bayi sebesar 50 persen. Beberapa ahli percaya bahwa ASI dapat melindungi bayi dari infeksi yang dapat meningkatkan risiko SIDS. Juga, sebaiknya jangan minum alkohol saat Anda menyusui karena alkohol dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami SIDS.

5. Imunisasi Lengkap
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa bayi yang menerima imunisasi sesuai rekomendasi dapat menurunkan risikonya terhadap SIDS sebesar 50 persen dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima imunisasi lengkap.

6. Jaga Bayi Agarn Tidak Kepanasan
Kepanasan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS. Sebaiknya selalu jaga suhu kamar bayi Anda, hindari pemakaian pakaian yang terlalu tebal atau selimut jika bayi kepanasan, dan pakaikan pakaian tidur yang nyaman saat bayi tidur.

7. Jangan Beri Madu
Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun. Madu dapat menyebabkan bayi menderita botulisme. Botulisme dan bakteri penyebab botulisme dapat dihubungkan dengan kejadian SIDS pada bayi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banjir Duka Cucu Aa Gym, Gheziya Naura Khadija Meninggal Dunia

Banjir Duka Cucu Aa Gym, Gheziya Naura Khadija Meninggal Dunia

News | Senin, 21 Mei 2018 | 12:41 WIB

Selimut dan Bantal Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

Selimut dan Bantal Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

Health | Kamis, 04 Desember 2014 | 17:20 WIB

Bahaya Memeluk Bayi Saat Ibu Tidur

Bahaya Memeluk Bayi Saat Ibu Tidur

Lifestyle | Minggu, 06 Juli 2014 | 13:56 WIB

Terkini

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

×