Kabar Gembira! Vaksin Kanker Otak di Depan Mata

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 31 Mei 2018 | 10:25 WIB
Kabar Gembira! Vaksin Kanker Otak di Depan Mata
Ilustrasi vaksin. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sekelompok tim peneliti dari Inggris telah menciptakan vaksin yang diklaim dapat memperpanjang usia pasien dengan kanker otak Glioblastoma.

Perlu diketahui Glioblastoma merupakan tumor otak primer ganas yang paling agresif dan paling sering ditemui.

Orang dengan glioblastoma yang ambil bagian dalam studi ini berhasil hidup lebih panjang selama mereka menjalani perawatan standar menggunakan vaksin yang diberi nama imunoterapi DCVax.

Vaksin tersebut bekerja menggunakan sel-sel kekebalan tubuh yang kemudian menargetkan sel kanker.

Badan amal kanker di Inggris mengatakan bahwa vaksin ini tampak sangat menjanjikan.

Sebelumnya, perawatan standar pada pasien glioblastoma melibatkan operasi pengangkatan tumor diikuti dengan radioterapi dan kemoterapi.

Tetapi penyakit ini sangat sulit untuk diobati dan pasien memiliki kesempatan hidup rata-rata hanya 15 sampai 17 bulan setelah operasi.

Untuk fase percobaan ketiga yang melibatkan 331 orang dari Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Jerman, 232 pasien diantaranya diberi vaksin imunoterapi DCVax sementara sisanya hanya menerima plasebo bersama dengan perawatan normal.

Vaksin ini bekerja dengan mengambil sel-sel kekebalan tubuh pasien yang dikenal dengan istilah sel dendritik. Sel kemudian digabungkan dengan sampel tumor mereka.

Saat vaksin disuntikkan kembali ke tubuh pasien, seluruh sistem kekebalan tubuh akan mengenali sel kanker dan mulai menyerang.

Hasil awal dari studi selama 11 tahun ini menunjukkan bahwa pasien yang terlibat dalam percobaan mampu bertahan hidup selama lebih dari 23 bulan setelah operasi.

"Hasil ini tampak sangat menjanjikan bagi komunitas pasien yang telah diberi sedikit harapan selama beberapa dekade. Kami perlu analisis lebih lanjut dari percobaan ini dan lebih banyak penelitian di bidang ini untuk memastikan peran yang dapat dimainkan oleh imunoterapi dalam perang melawan kanker otak," kata kepala petugas ilmiah di Brain Tumor Charity, Dr David Jenkinson dilansir bbc.com.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Translational Medicine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lewat Foto, Anak Ini Terselamatkan dari Kanker Berbahaya

Lewat Foto, Anak Ini Terselamatkan dari Kanker Berbahaya

Health | Selasa, 29 Mei 2018 | 15:20 WIB

Kanker pada Anak Dapat Dipicu dari Rumah yang Terlalu Bersih

Kanker pada Anak Dapat Dipicu dari Rumah yang Terlalu Bersih

Health | Selasa, 29 Mei 2018 | 19:15 WIB

Batuk Tak Kunjung Sembuh, Hati - hati Gejala Kanker Paru!

Batuk Tak Kunjung Sembuh, Hati - hati Gejala Kanker Paru!

Health | Senin, 28 Mei 2018 | 14:15 WIB

Terkini

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB