Nyeri Punggung atau Pinggang, Wajarkah?

RR Ukirsari Manggalani | Firsta Nodia
Nyeri Punggung atau Pinggang, Wajarkah?
Nyeri atau sakit punggung [Shutterstock]

Bila seorang dewasa mengalami nyeri punggung atau pinggang, mungkin terjadi kerusakan jaringan.

Suara.com - Berdasarkan data riset kesehatan dasar 2013, 80 persen orang dewasa pernah mengalami nyeri di bagian punggung atau pinggang. Rasa nyeri ini timbul karena adanya kerusakan jaringan di bagian tubuh tertentu yang pada gilirannya berpengaruh pada kualitas hidup manusia.

Dalam keterangan resminya, dr. Thomas Purba, SpKFR selaku Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik di Siloam Hospitals Purwakarta menyatakan, saat ini permasalahan nyeri yang kerap terjadi di antaranya disebabkan karena tidak tertangani dengan optimal.

"Rasa nyeri merupakan perpaduan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan dan berhubungan pada kerusakan jaringan. Kalau dibiarkan, maka orang tidak dapat menjalani aktivitasnya sedia kala," ujar dr Thomas dalam acara sosialisasi pelayanan “Intervention Pain Management (IPM)” dan Buka Puasa Bersama dengan 20 anak yatim Yayasan Al-Ukhuwah.

Siloam Hospitals Purwakarta, kata dr Thomas, telah mengembangkan layanan Intervention Pain Management atau IPM untuk mengatasi nyeri.

Layanan ini merupakan salah satu layanan unggulan di RS Siloam Purwakarta yang meliputi teknik minimal invasive untuk mendapatkan efek bebas nyeri jangka panjang atau permanen.

"IPM merupakan pendekatan multispesialistik yang bertujuan untuk meredakan nyeri, mengembalikan fungsi dan mencegah terjadinya nyeri berkelanjutan. Jadi selain mengembalikan rasa nyaman, kualitas hidup pasien kembali meningkat," imbuh Thomas.

Untuk meningkatkan keakuratan tindakan dan kualitas hasil pelayanan, IPM dapat dilakukan dengan media guiding berupa USG, C-Arm atau pun Fluoroskopi (CathLab). 
 

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS