Waspada Bakteri Berbahaya saat Bagi - bagi Uang di Hari Raya!

Ririn Indriani

Jum'at, 15 Juni 2018 | 04:17 WIB
Waspada Bakteri Berbahaya saat Bagi - bagi Uang di Hari Raya!
Bermaaf-maafan setelah melakukan Salat Ied merupakan tradisi Lebaran khas Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Selain kumpul bersama keluarga besar, tentunya momen bagi-bagi uang THR juga menjadi rangkaian acara yang paling dinanti ketika Hari Raya Lebaran tiba, tapi hati-hati, selain harus pintar mengatur uang agar tidak langsung habis, Anda juga sebaiknya waspada terhadap bahaya penyebaran kuman dan bakteri yang ada di uang THR, lho!

Seperti yang sudah kita ketahui, patogen berbahaya seperti bakteri dan virus dapat tersebar dengan mudah melalui kontak tangan. Artinya, uang kemudian menjadi perantara untuk menyebarkan penyakit berbahaya antar manusia. Mulai dari penyakit flu, infeksi saluran pernapasan, hingga diare.

BACA JUGA: Keren! Marlina Si Pembunuh Siap Tayang di New York

Memang, siapapun pasti akan merasa senang ketika mendapatkan uang. Namun, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan tangan sebelum makan, termasuk setelah memegang uang, baik berbentuk kertas maupun koin.

Ini sangat penting untuk diperhatikan, sebab penelitian dari Universitas Colorado Amerika Serikat, seperti dilansir Go Dok menyebutkan bahwa tangan manusia dapat mengandung 332.000 bakteri yang berasal dari 4.700 jenis yang berbeda.

Hal ini memang wajar mengingat Anda dapat memegang segalanya, mulai dari smartphone, sisa makanan, kursi pada angkutan umum, bersalaman dengan orang lain, sampai toilet umum.

Nah, kumpulan bakteri tersebut akhirnya dapat tersalurkan melalui uang, mengingat kita selalu menggunakannya untuk melakukan pembayaran. Mulai dari membeli baju di mall, membayar bus, memberikan sumbangan pada pengamen dan pengemis.

Kemudian uang-uang tersebut akan berputar mulai dari satu tangan ke tangan lainnya yang akhirnya mengakumulasi jumlah kuman dan bakteri yang ada di uang, hingga akhirnya tiba di tangan Anda.

BACA JUGA: Ini 5 Masalah Kesehatan saat Lebaran Menurut Menkes

Sebuah jurnal ilmiah yang dilakukan di Afrika Timur pada 2009 berjudul Profile of Bacteria and Fungi On Money Coins menyebutkan, terdapat sejumlah bakteri dan jamur yang berpotensi menimbulkan penyakit pada manusia.
Berikut beberapa jenis bakteri yang ada di uang berdasarkan hasil penelitian tersebut:

1. Escherichia coli, Salmonella, Bacillus cereus, danEnterococci yang bisa mengakibatkan keracunan makanan dan menimbulkan gejala seperti mual, muntah, demam, sakit kepala, hingga diare.

2. Staphylococcus aureusyang dapat menyebabkan kerusakan jaringan hingga bernanah seperti bisul dan jerawat.

3. Acinetobacterdapat menyebabkan infeksi nosokomial yang membuatnya resisten terhadap segala bentuk antibiotik.

4. Klebsielladapat menyebabkan pneumonia dan infeksi penyakit paru-paru.

5. Serratiadapat mengganggu saluran pencernaan.

6. Enterobacterdapat menyebabkan infeksi pada seluruh tubuh, terutama kulit.

7. Cryptococcus dapat menyerang seseorang dengan sistem imun yang lemah dan menyebabkangangguan pada sistem saraf.

8. Penicillium yang dapat menyebabkan demam pada tubuh.

9. Aspergillusniger berpotensi menyebabkan kelainan pada fungsi paru-paru.

10. Candidamenyebabkan infeksi pada kulit.

Sejumlah upaya juga terus dilakukan untuk melihat seberapa banyak jumlah bakteri yang ada di uang, baik uang kertas maupun uang koin. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan kalau 94 persen dari uang 1 dolar AS yang tersebar di sana terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia, diare, infeksi saluran kemih dan gangguan pernapasan.

Selain itu, 88 persen dari uang kertas yang terdapat di Jeddah, Arab Saudi terkontaminasi dengan berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Lalu, negara lainnya seperti Nigeria, 89 persen dari penyebaran uang kertasnya juga terkontaminasi bakteri.

Sedangkan 100 persen uang kertas yang ada di Ghana terbukti terkontaminasi setidaknya satu jenis bakteri.

Penelitan lainnya yang berasal dari buku Future Microbiology pada 2014 menyebutkan kalau uang kertas hasil transaksi penjual makanan terdapat bakteri Salmonella, Escherichia coli dan S. aureus yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Walaupun fakta di tersebut terdengar menyeramkan, tidak usah khawatir. Bakteri yang ada di uang dapat dengan mudah hilang jika Anda konsisten menerapkan gaya hidup sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum makan dan menyentuh organ mulut serta hidung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Alimin, 5 Kali Lebaran Jaga Nyawa di Perlintasan Kereta Api

Kisah Alimin, 5 Kali Lebaran Jaga Nyawa di Perlintasan Kereta Api

News | Kamis, 14 Juni 2018 | 16:10 WIB

Ini Tips Anti Pegal Setelah Seharian Silahturahmi Lebaran

Ini Tips Anti Pegal Setelah Seharian Silahturahmi Lebaran

Lifestyle | Kamis, 14 Juni 2018 | 14:17 WIB

Begini Rasanya Dapat Kartu Lebaran yang Nggak Dirasakan Milenial

Begini Rasanya Dapat Kartu Lebaran yang Nggak Dirasakan Milenial

Lifestyle | Rabu, 13 Juni 2018 | 18:30 WIB

Terkini

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?

Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Perbedaan Lip Balm vs Lip Serum vs Lip Butter, Bagus Mana untuk Bibir?

Perbedaan Lip Balm vs Lip Serum vs Lip Butter, Bagus Mana untuk Bibir?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin

Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Timnas Indonesia U-20 TC ke Turki, Hadapi Dua Lawan Berat, Siapa Saja Mereka?

Timnas Indonesia U-20 TC ke Turki, Hadapi Dua Lawan Berat, Siapa Saja Mereka?

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×