Makan Kuning Telur Memicu Kolesterol? Ini Faktanya

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 27 Juni 2018 | 20:15 WIB
Makan Kuning Telur Memicu Kolesterol? Ini Faktanya
Ilustrasi kuning telur. (shutterstock)

Suara.com - Kuning telur selama ini disebut-sebut dapat memicu kolesterol. Itu sebabnya bagian telur ini sering diabaikan, karena efek negatifnya bagi kesehatan.

Pada 1973, American Heart Association mengingatkan masyarakat untuk mengurangi konsumsi telur demi melindungi diri dari penyakit jantung. Namun yang menjadi pertanyaan, benarkah telur dapat memengaruhi kesehatan jantung, karena dinilai tinggi kolesterol?

Seperti dilansir Times of India, kuning telur kaya akan vitamin A, D, E, B12 dan K, dan mineral seperti folat, besi dan riboflavin. Sebutir telur memiliki sekitar 185 mg kolesterol yang semuanya berada dalam kuning telur.

Namun para peneliti memastikan bahwa kolesterol dalam makanan bukanlah satu-satunya penyebab penyakit jantung. Menurut peneliti, lemak trans yang terkandung dalam minyak goreng lebih berbahaya bagi jantung, dibandingkan kolesterol pada kuning telur.

Di sisi lain, tubuh memang membutuhkan kolesterol dalam jumlah tertentu. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Connecticut menemukan bahwa lemak dalam kuning telur membantu mengurangi kadar LDL atau kolesterol jahat.

Studi lainnya yang dilakukan Harvard School of Public Health menemukan bahwa orang yang mengonsumsi tujuh telur per minggu tidak mengalami peningkatan risiko penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi kurang dari porsi tersebut.

Telur sendiri sering disebut-sebut sebagai lauk yang kaya akan nutrisi. Sebutir telur yang terdiri dari putih dan kuning telur mengandung vitamin B, asam lemak omega 3, B6, B12, folat dan kolin, yang semuanya bermanfaat dalam melindungi jantung.

L-arginine, asam amino yang ditemukan dalam telur, dibutuhkan untuk pelepasan dan pertumbuhan beberapa hormon. Ketika Anda hanya makan putih telur, maka Anda akan kehilangan separuh protein yang ada dalam telur dan banyak nutrisi penting lainnya.

Untuk mengurangi efek negatif kolesterol dalam kuning telur, Anda juga harus memperhatikan cara penyajiannya. Menggoreng telur dengan mentega maupun minyak goreng bisa menambah kadar kolesterol yang masuk ke tubuh Anda. Gunakan minyak zaitun sebagai gantinya.

Menurut American Heart Association, asupan kolesterol harian yang direkomendasikan untuk orang dengan kadar LDL normal adalah 300 mg. Jadi, jika kadar kolesterol tinggi maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk memasukkan kuning telur dalam diet Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kolesterol Naik Habis Lebaran, Netralkan dengan Makanan Ini

Kolesterol Naik Habis Lebaran, Netralkan dengan Makanan Ini

Lifestyle | Selasa, 19 Juni 2018 | 19:45 WIB

Makan Dua Butir Telur Sehari, Rasakan 6 Manfaat Menakjubkan Ini

Makan Dua Butir Telur Sehari, Rasakan 6 Manfaat Menakjubkan Ini

Health | Selasa, 12 Juni 2018 | 04:00 WIB

Makan Telur Setiap Hari Bisa Cegah Risiko Stroke?

Makan Telur Setiap Hari Bisa Cegah Risiko Stroke?

Health | Rabu, 23 Mei 2018 | 09:24 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB