Ini Usia Ideal untuk Mengenali dan Mengasah Bakat Anak

Sabtu, 21 Juli 2018 | 17:40 WIB
Ini Usia Ideal untuk Mengenali dan Mengasah Bakat Anak
Anak belajar menjadi disc jockey. (Shutterstock)

Suara.com - Tak jarang kita temui remaja yang belum tahu ingin menjadi apa di masa depan. Di satu sisi ada orangtua yang memaksakan jurusan kuliah tertentu pada buah hatinya, berharap anak bisa sukses seperti yang ada dalam bayangannya.

Namun hasilnya, beberapa anak tak termotivasi untuk mengikuti perkuliahan dan menjadi beban baginya menjalani jurusan yang tak sesuai bakat dan minatnya. Lalu pertanyaannya, bagaimana cara agar orangtua bisa mengenali bakat dan minat anaknya?

Seperti disampaikan Fatiyani Pramesti, psikokog dari Ruang Tumbuh, munculnya bakat dan minat dalam diri anak membutuhkan proses panjang mulai dari usia 0 hingga 15 tahun. Meski bakat merupakan karunia genetik yang diberikan Tuhan sejak lahir, anak tak akan menyadarinya jika Ia tak mencoba berbagai bidang dalam kurun waktu tersebut.

"Itu sebabnya saat anak berusia 0-15 tahun orangtua harus memperkenalkan anak dengan semua aktivitas. Biar bakat dan minatnya terlihat. Jadi stimulasi itu penting, jangan sampai anak tidak dikenalkan apapun tapi orangtua konsultasi ke psikolog untuk menanyakan bakat dan minatnya. Itu akan sulit," ujar Fati dalam talkshow bertema "Menyiapkan Gen Z Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0" di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Sebagai psikolog, Fati pun kerap bertemu para orangtua yang memaksakan bidang tertentu yang tidak disukai buah hatinya. Menurut dia perlu diskusi antara orangtua dan anak untuk mendapatkan jalan keluar.

"Di satu sisi anak akan terbebani menjalani perkuliahan atau profesi yang tidak disukainya. Tapi orangtua tentu punya alasan kenapa mereka tidak setuju dengan pilihan anak. Nah di sinilah anak harus memberikan keyakinan pada orangtuanya bahwa obstacle yang dibayangkan orangtuanya bisa diatasi dan dia juga harus siap dengan segala risikonya," tambah Fati.

Nah untuk para orangtua yang memiliki anak mewakili generasi Z, maka Ia mengingatkan bahwa bakat dan minat anak di zaman now mungkin berbeda dengan zaman dahulu. Itu sebabnya orangtua harus siap menghadapi segala kemungkinan yang ada, termasuk prediksi karier di generasi anak-anaknya nanti.

"Gadget tidak bisa ditampik, tapi berteman. Anak-anak dapat stimulasi bakat dan minat salah satunya dari aplikasi di dalam gadget mulai dari melatih nalar anak, verbal dan lainnya. Tapi tetap harus dibatasi stimulasinya tergantung value masing-masing keluarga," kata Fati menandaskan.

Baca Juga: Tindik Telinga Bayi Ternyata Ada Efek Negatifnya Lho!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI