Femtosecond Laser, Teknologi Untuk Donor Mata

Senin, 23 Juli 2018 | 06:00 WIB
Femtosecond Laser, Teknologi Untuk Donor Mata
Ilustrasi mata [Shutterstock].

Suara.com - Masalah pada kornea adalah salah satu penyebab kebutaan tertinggi selain katarak atau glukoma. Menurut Dr. Sharita R. Siregar, SpM, Ketua Lions Eye Bank (LEBJ), penyebab kebutaan pada kornea bisa bermacam-macam, antara lain dikarenakan penyakit, cedera atau genetik.

Dr. Sharita mengatakan, bila tidak dilakukan tindakan pencegahan lebih lanjut, maka kondisi akan berakhir dengan hilangnya fungsi penglihatan yang sifatnya tidak bisa disembuhkan. Inilah yang menjadikan transplantasi kornea menjadi sangat penting.

Sebagai organisasi nirlaba, LEBJ yang menjalin kemitraan dengan Jakarta Eye Center (JEC) selalu memastikan tindakan bedah pengambilan kornea dan evaluasi jaringan kornea berjalan dengan lancar sesuai prosedur, sebelum kornea donor ditransplantasikan kepada pasien sesegera mungkin.

"Dahulu, transplantasi kornea mungkin masih dilakukan dengan mengambil bagian mata atau dengan menjahitnya. Berkat kemajuan teknologi, prosesnya menjadi lebih cepat dan mudah. Umumnya, bahkan hanya berlangsung 2 - 5 hari," ujarnya dalam konferensi pers JEC Charity Golf Tournament di Jakarta, Minggu (22/07/2018).

Dr. Sharita menjelaskan, kini di JEC, pemotongan kornea donor dan kornea penerima sudah dilakukan dengan teknologi yang dinamakan Femtosecond Laser, di mana JEC merupakan satu-satunya rumah sakit di Tanah Air yang telah menerapkan teknik ini.

Sementara untuk tindakan transplantasi kornea, JEC telah menerapkan teknologi Lamelar Keratoplasty sejak 2008. Dengan teknologi ini, kata Dr. Sharita, dokter hanya melakukan penggantian kornea pada bagian yang rusak dan tetap mempertahankan jaringan kornea yang  sehat.

"Teknik ini terdiri dari dua jenis, yakni Deep Anterior Lamellar Keratoplasty (DALK) yabg ditujukan untuk mengganti sebagian besar lapisan depan kornea, termasuk bagian kornea yang lebih dalam," jelasnya.

Serta Descemets Stripping Automated Endothelial Keratoplasty (DSEK) untuk mengganti lapisan tipis kornea terdalam melalui lubang atau sayatan kecil tanpa jahitan.

Dengan teknik ini, ujarnya, proses pemulihan pasca operasi menjadi lebih cepat dibanding dengan metode konvensional, karena hanya membutuhkan sedikit jahitan pada saat tindakan.

Baca Juga: Ada Penjara Mewah Koruptor, Kemkumham Sidak ke Lapas Sukamiskin

Sayangnya, lanjut dia, teknologi ini tidak diimbangi dengan jumlah kornea donor dalam negeri, yang masih sangat sedikit jumlahnya. Berdasarkan data dari Bank Mata Indonesia, jumlah kornea donor di Indonesia per tahunnya hanya mencapai 30 - 40 pendonor.

Untuk mengatasi kelangkaan pasokan kornea, Indonesia kerap menerima donor dari negara-negara lain, seperti Srilanka, India, Belanda, dan Amerika Serikat.

Lewat kemitraan yang terjalin bersama JEC, LEBJ berharap, keberadaannya mampu meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat tentang donasi mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI