Doyan Makan Sushi? Ini Batas Aman Konsumsinya Demi Kesehatan

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 24 Juli 2018 | 13:33 WIB
Doyan Makan Sushi? Ini Batas Aman Konsumsinya Demi Kesehatan
Ilustrasi sushi. (Shutterstock)

Suara.com - Doyan makan sushi memang ada manfaatnya bagi kesehatan. Ini dikarenakan makanan ini tak hanya lezat, tapi juga kaya gizi.

Tak heran bila sushi banyak digemari dan menjadi salah satu makanan yang populer hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Barbie Boules, pakar diet dari Illinois, Amerika Serikat, menyebut sushi sejatinya adalah pilihan makanan yang sehat.

"Sushi, yang sebagian besar terdiri dari rumput laut, nasi, sayuran, dan ikan adalah pilihan makanan yang sehat," kata Boules, dikutip dari Women's Health Mag.

Muncul pertanyaan, adakah sebenarnya porsi aman untuk sushi? Bagaimana jika kita mengonsumsinya hampir setiap hari? Apa risiko keracunan merkuri meningkat dengan makan sushi?

Claire Martin, R.D., co-founder dari Being Healthfull mengatakan, bahwa merkuri memang kerap menjadi masalah ketika berbicara tentang masakan olahan ikan.

Keracunan merkuri sendiri dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, gangguan perkembangan, kerusakan otak, dan bahkan kegagalan organ. Namun ia memastikan bahwa tidak semua ikan yang digunakan untuk sushi mengandung merkuri.

"Semakin tinggi posisi ikan pada rantai makanan, semakin besar kemungkinannya mengandung merkuri, yang akan tinggal di tubuh begitu ikan mencernanya," katanya.

Jadi ikan besar yang memakan ikan yang lebih kecil, seperti ikan todak, tuna, ikan bass, dan mackerel adalah contoh ikan yang cenderung memiliki tingkat merkuri lebih tinggi.

baca juga

Karena itu, Martin menyarankan agar Anda bisa memoderasi konsumsi jenis ikan ini di sashimi, nigiri atau lainnya.

"Saya sendiri tidak akan makan ikan ini lebih dari dua kali seminggu," tambah Martin.

Di sisi lain, Martin mengatakan maki sushi sering dibuat dari makanan laut yang jauh lebih rendah kandungan merkuri. Maki sushi dibuat dari salmon, kepiting, udang, dan belut sehingga bisa dikonsumsi lebih sering.

Untuk mengimbangi nutrisi Anda sekaligus mengurangi risiko merkuri, Boules merekomendasikan Anda untuk memesan sushi dengan memilih satu gulung yang berisi lima potong dengan ikan mentah rendah merkuri seperti salmon, lalu mengisi dengan pilihan sayuran atau udang dan kepiting yang dimasak.

Khusus untuk ibu hamil, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat merekomendasikan agar mereka menghindari semua jenis ikan mentah. Selain berisiko keracunan merkuri, berbagai penyakit bawaan makanan juga dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Unik : Bisakah Hamil Lagi di Tengah Kehamilan Yang Lain?

Unik : Bisakah Hamil Lagi di Tengah Kehamilan Yang Lain?

Health | Selasa, 24 Juli 2018 | 05:30 WIB

Femtosecond Laser, Teknologi Untuk Donor Mata

Femtosecond Laser, Teknologi Untuk Donor Mata

Health | Senin, 23 Juli 2018 | 06:00 WIB

Begini, Rahasia Memasak Nasi ala Koki Barat

Begini, Rahasia Memasak Nasi ala Koki Barat

Lifestyle | Senin, 23 Juli 2018 | 04:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×