Ancaman Serius Peringatan Hari Anak Nasional : Kecanduan Game

RR Ukirsari Manggalani, Firsta Nodia

Selasa, 24 Juli 2018 | 15:00 WIB
Ancaman Serius Peringatan Hari Anak Nasional : Kecanduan Game
Anak-anak lelaki bermain game [unsplash].

Suara.com - Organisasi kesehatan dunia (WHO), bulan lalu menetapkan kecanduan game sebagai bentuk gangguan jiwa. Dalam daftar klasifikasi penyakit terbarunya (ICD), badan dunia ini  menjelaskan bahwa kecanduan game merujuk pada keinginan kuat melakukan permainan itu, sampai penderita menganggapnya sebuah keharusan dan lebih utama  dibanding kepentingan lainnya dalam hidup.

Di Indonesia, kecanduan game merupakan salah satu akibat dari kesalahan pola asuh orangtua yang membuat anak bebas memegang gawai. Dalam peringatan Hari Anak Nasional kemarin (23/07/2018), kecanduan game dianggap sebagai ancaman serius bagi tumbuh kembang anak.

Disampaikan Dr dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi, pakar tumbuh kembang anak, kecanduan game memiliki dampak serius bagi perkembangan si buah hati. Dari segi fisik, anak yang kecanduan game akan terpaku dengan layar gadget selama beberapa jam. Hal ini membuat indera penglihatannya mengalami penurunan kemampuan, hingga membuat mereka harus mengenakan kacamata.

"Bermain game  biasanya di depan komputer atau ponsel. Anak menjadi kurang aktivitas fisiknya, yang seharusnya bermain malah duduk di depan gawai. Bisa memicu obesitas juga," ujar dr Soedjatmiko dalam temu media peringatan Hari Anak Nasional di Kementerian Kesehatan, Selasa (24/07/2018).

Ia menambahkan, di sisi psikologis, anak yang kecanduan game juga cenderung tidak mampu bersosialisasi dengan baik. Hal ini pada gilirannya akan membuat anak menjadi kuper alias kurang pergaulan. Untuk mencegah sederet dampak ini, dr Soedjatmiko mengimbau agar orangtua melakukan tiga hal, yakni memberi contoh, mengontrol dan memberi solusi.

"Bagaimana mau membatasi anak bermain game kalau orangtuanya asyik dengan gawai. Jadi harus beri contoh yang baik, orangtua melarang anak pakai gawai agar tidak kecanduan game, mereka juga tidak boleh terlalu sering menggunakan gawai," tambahnya. 

Orangtua, kata dia, sebenarnya tak perlu melarang anaknya bermain gawai. Menurut dia, lebih baik orangtua mengontrol penggunaan gawai pada anak. Ketika anak menggunakan gawai untuk mencari informasi seputar pelajarannya, maka tidak perlu dilarang.

"Baru terakhir beri solusi. Kalau anak dibatasi pakai gawai solusinya apa. Beri kesibukan seperti mengajak anak berolahraga, ikut les musik atau kegiatan menyenangkan positif lainnya. Kalau tiga hal ini dilakukan maka tidak akan sulit mengatasi kecanduan game pada anak," saran dr Soedjatmiko.

Sementara, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr Eni Gustina MPH, mengatakan bahwa dari sisi kesehatan, pihaknya benar-benar menyadari bahwa kecanduan game bisa menyebabkan efek serius. Itu sebabnya, ia sudah menyurati Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menetapkan peraturan tertentu soal distribusi aplikasi game untuk anak-anak.

baca juga

"Kami sudah melihat hal ini sebagai sesuatu yang harus diatasi. Kami sudah ke Kominfo, tetapi untuk beberapa hal belum kelihatan dampaknya. Dari Kominfo terlihat upaya untuk membatasi akses game ke anak-anak di bawah umur," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Unik : Bisakah Hamil Lagi di Tengah Kehamilan Yang Lain?

Unik : Bisakah Hamil Lagi di Tengah Kehamilan Yang Lain?

Health | Selasa, 24 Juli 2018 | 05:30 WIB

Kampanye Keselamatan Berkendara : Pertamina Bagikan 500 Helm Anak

Kampanye Keselamatan Berkendara : Pertamina Bagikan 500 Helm Anak

Otomotif | Senin, 23 Juli 2018 | 16:20 WIB

Hari Anak Nasional 2018 Usung Tema Setop Perkawinan Anak

Hari Anak Nasional 2018 Usung Tema Setop Perkawinan Anak

Press Release | Senin, 23 Juli 2018 | 14:28 WIB

Ada 600 Juta Anak Idap Anemia di Seluruh Dunia

Ada 600 Juta Anak Idap Anemia di Seluruh Dunia

Health | Senin, 23 Juli 2018 | 13:39 WIB

Terkini

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:04 WIB

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:00 WIB

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:56 WIB

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:52 WIB

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:51 WIB

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:50 WIB

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

×