6 Gejala Penyakit yang Bisa Terlihat Lewat Kaki

M. Reza Sulaiman

Senin, 10 September 2018 | 06:30 WIB
6 Gejala Penyakit yang Bisa Terlihat Lewat Kaki
Kaki bisa menunjukkan gejala penyakit yang Anda miliki. (Shutterstock)

Suara.com - Gejala-gejala penyakit ini bisa terlihat lewat adanya perubahan pada kaki Anda. Perubahan pada kaki bisa menunjukkan adanya gejala penyakit, yang mungkin saja tak terlihat oleh mata Anda.

Apa saja? Dilansir Medical Daily, berikut 6 gejala penyakit yang bisa terlihat dari kaki:

1. Diabetes

"Banyak orang yang pertama kali didiagnosis diabetes karena mengalami masalah kaki," ujar Marlene reid, pakar kesehatan kaki dari Illinois, AS.

Beberapa gejala penyakit diabetes yang bisa dirasakan antara lain, nyeri pada bagian kaki, kesemutan, baal atau kebas, serta gampang muncul luka dan lecet.

Gejala-gejala ini muncul karena tingginya kadar gula darah pada pengidap diabetes, yang dalam jangka panjang bisa merusak saraf kaki jika penyakit tidak diobati.

2. PAD

Peripheral arterial disease (PAD), adalah penyakit yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke kaki. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh menumpuknya lemak di dinding pembuluh darah arteri.

"Gejala PAD bisa dilihat dengan rontoknya rambut-rambut di kaki dan pergelangan kaki, jempol yang berwarna ungu, kurus, dan kulit yang agak pucat," ujar Dr Suzanne Fuchs, pakar bedah podiatri dari North Shore University Hospital, New York.

3. Melanoma

Meski melanoma biasa muncul di kulit, ada beberapa jenisnya yang juga muncul di bawah kuku.

Gejala subungual melanoma antara lain, berubahnya warna kuku serta muncul garis hitam di bawah kuku kaki yang semakin lama semakin membesar. Jika sudah parah, penyakit ini juga bisa membuat kuku terlepas dari kaki.

4. Tulang retak

Tulang retak (stress fractures) merupakan penyakit yang umum dialami orang-orang yang kelebihan berat badan dan memiliki postur tubuh buruk. Gejala utama kondisi ini adalah rasa nyeri yang dirasakan ketika berjalan atau berolahraga, dan hilang ketika beristirahat.

Perubahan gaya hidup bisa membuat kaki terasa sakit
Perubahan gaya hidup bisa membuat kaki terasa sakit. (Shutterstock)

Biasa dianggap sebagai ciri osteoporosis, tulang retak ini juga bisa terjadi karena kurangnya nutrisi, pemilihan alas kaki yang salah, dan perubahan gaya hidup yang tiba-tiba dari sedentary menjadi aktif.

5. Hyperhidrosis

Hyperhidrosis merupakan kondisi medis di mana seseorang mengalami produksi keringat berlebih. Produksi keringat yang berlebih, terutama di bagian kaki, bisa menimbulkan bau kaki yang tidak sedap.

Kaki yang berbau tidak sedap juga bisa menandakan adanya infeksi, apalagi jika Anda termasuk orang yang jarang mengganti kaos kaki dan mencuci sepatu. Bau tidak sedap menandakan adanya bakteri yang berkembang biak.

6. Darah beku

Duduk terlalu lama bisa menyebabkan kaki bengkak. Hal ini merupakan salah satu gejala darah beku (deep vein thrombosis) yang bisa sangat menyakitkan.

Darah beku membuat pembuluh darah tersumbat. Darah beku juga bisa mengalir hingga ke paru-paru, yang membuat Anda mengalami gangguan pernapasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Konsumsi Gandum Bisa Cegah Diabetes

Studi: Konsumsi Gandum Bisa Cegah Diabetes

Health | Sabtu, 08 September 2018 | 17:30 WIB

Manfaat Menakjubkan Minum Susu di Pagi Hari bagi Orang Dewasa

Manfaat Menakjubkan Minum Susu di Pagi Hari bagi Orang Dewasa

Health | Selasa, 21 Agustus 2018 | 10:57 WIB

Cuka, Garam, dan Teh Ampuh Usir Bau Kaki, Begini Caranya

Cuka, Garam, dan Teh Ampuh Usir Bau Kaki, Begini Caranya

Lifestyle | Jum'at, 27 Juli 2018 | 20:21 WIB

Benarkah Sakit Fisik Makin Bertambah Gara-gara Sakit Hati?

Benarkah Sakit Fisik Makin Bertambah Gara-gara Sakit Hati?

Health | Kamis, 26 Juli 2018 | 19:15 WIB

Tips Bercinta yang Aman dan Nyaman untuk Penderita Diabetes

Tips Bercinta yang Aman dan Nyaman untuk Penderita Diabetes

Lifestyle | Selasa, 24 Juli 2018 | 21:08 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB