Terapi Nuklir Jadi Harapan Bagi Pengidap Kanker Tiroid

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 10 Oktober 2018 | 06:48 WIB
Terapi Nuklir Jadi Harapan Bagi Pengidap Kanker Tiroid
Kanker tiroid bisa diobati dengan terapi nuklir. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker tiroid merupakan penyakit kanker yang bisa menyerang siapa saja. Pakar mengatakan saat ini, terapi nuklir merupakan salah satu jalan untuk mengobati kanker tiroid.

Tahapan pengobatan kanker tiroid biasanya dimulai dari operasi pembuangan tumor kanker dan dilanjutkan dengan ablasi sisa kanker yang masih ada di jaringan tubuh.

Salah satu metode ablasi yang disarankan adalah terapi nuklir atau radio iodine. Terapi ini merupakan tahap lanjutan setelah operasi pembuangan kanker yang bertujuan untuk menghancurkan jaringan yang belum terbuang dan berpontensi kembali menjadi kanker.

"Tujuannya untuk menghancurkan sisa jaringan tiroid fungsional. Meningkatkan spesifitas dan mencari sisa atau metastasis serta meningkatkan kepekaan tumor marker tiroglobulin protein yang hanya dihasilkan kelenjar tiroid (pertanda penyebaran)," kata dr. Hapsari Indrawati, Sp.KN, pakar kedokteran nuklir dari Rumah Sakit Siloam MRCCC, di Jakarta, baru-baru ini.

Kanker tiroid terjadi karena adanya pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di dalam kelenjar tiroid. Tiroid sendiri merupakan kelenjar kecil yang terletak di sekeliling tenggorokan, sedikit di bawah tulang rawan.

Kanker tiroid dapat menyerang semua orang dan usia. Tapi secara statistik, perempuan memiliki risiko tiga kali lebih tinggi dibanding laki-laki.

Cara kerja terapi nuklir sebenarnya sangat sederhana. Yodium radioaktif akan ditugaskan untuk menipu sel-sel kanker tiroid. Yodium sendiri biasanya akan menjadi 'makanan' tiroid yang kemudian menghasilkan hormon tiroid.

Tapi ketika yodium radiaoktif 'dimakan' oleh tiroid, bukan hormon tiroid yang terbentuk tapi proses penghancuran sel kanker berkat kandungan radioaktif di dalamnya.

Pasien hanya perlu mengonsumsi obat dalam bentuk cair atau kapsul. Lalu dimasukkan ke dalam ruangan isolasi selama dua sampai tiga hari.

"Itu perlu karena pasien akan menjadi sumber radiasi bagi orang lain. Dia baru bisa keluar jika radiasi tubuhnya sudah normal seperti radiasi matahari," tambah Hapsari.

Hapsari juga mengatakan pasien tak perlu takut dengan terapi nuklir karena penyebaran yodium radioaktif hanya di area sel-sel kanker tiroid.

"Terapi ini menurunkan kemungkinan kekambuhan lokal dan memperbaiki konsisi pasien dengan metastasis," tutup Hapsari.

Itulah penjelasan dokter soal keamanan terapi nuklir bagi pengidap kanker tiroid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia dan Tanzania Manfaatkan Teknologi Nuklir, Ini Tujuannya

Indonesia dan Tanzania Manfaatkan Teknologi Nuklir, Ini Tujuannya

Bisnis | Minggu, 07 Oktober 2018 | 16:06 WIB

Studi Temukan Manfaat Ilmiah Pelukan untuk Terapi

Studi Temukan Manfaat Ilmiah Pelukan untuk Terapi

Health | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 18:15 WIB

Priscilla My Beautiful Fighter Angkat Kisah Pengidap Kanker Otak

Priscilla My Beautiful Fighter Angkat Kisah Pengidap Kanker Otak

Lifestyle | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 16:58 WIB

Serba Pink, Tiga Minuman Ini Suarakan Penderita Kanker Payudara

Serba Pink, Tiga Minuman Ini Suarakan Penderita Kanker Payudara

Health | Kamis, 04 Oktober 2018 | 13:16 WIB

Lakukan Misi ke Mars, Astronot Berisiko Kena Kanker

Lakukan Misi ke Mars, Astronot Berisiko Kena Kanker

Tekno | Kamis, 04 Oktober 2018 | 11:00 WIB

Guru Besar ITB Sebut 10 Tanaman Herbal Ini Bisa Tangkal Kanker

Guru Besar ITB Sebut 10 Tanaman Herbal Ini Bisa Tangkal Kanker

Health | Rabu, 03 Oktober 2018 | 16:45 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB