Waspada Kanker Paru, Penyakit yang Merenggut Nyawa Istri Indro

Ade Indra Kusuma

Rabu, 10 Oktober 2018 | 07:32 WIB
Waspada Kanker Paru, Penyakit yang Merenggut Nyawa Istri Indro
Foto Indro Warkop dan sang Istri sebelum meninggal. Sang istri meninggal karena kanker paru (Instagram @indrowarkop_asli)

Suara.com - Kabar duka datang dari keluarga aktor senior Indro Warkop. Istri Indro, Nita Octobijanthy meninggal dunia pada Selasa malam 9 Oktober 2018. Kabar itu diungkap langsung oleh Indro kepada Suara.com saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon. Seperti diketahui, Nita Octobijanthy meninggal usai berjuang melawan penyakit kanker paru stadium empat. Dia divonis sejak Agustus tahun lalu.

"Iya betul (meninggal)," kata Indro di awal pembicaraan.

Kanker paru adalah penyakit dengan angka kematian tertinggi, yaitu 1.59 juta pada tahun 2012, menurut World Health Organization (WHO).

Dalam Riset Cancer Today - Globocan 14 persen kasus baru terjadi pada kanker paru di 2018 yakni sebanyak 22.440 kasus pada pria, kanker kolorektal menempati urutan berikutnya dengan 11,9 persen atau 19.113 kasus.

Sedangkan untuk perempuan, kanker payudara paling tinggi  30,9 persen atau 58.256 kasus. Kanker leher rahim (serviks) menyumbang 17,2 persen atau 32.469 kasus.

Disebutkan salah satu penyebab angka kematian yang tinggi adalah akibat sulitnya mendiagnosis kanker paru secara dini. Sekitar 40% orang yang didiagnosis kanker paru, baru menerima diagnosis setelah penyakit telah berkembang. Dari 1/3 diagnosis, kanker telah mencapai stadium 3.

Kanker paru merupakan jenis kanker yang biasanya menyerang saat berusia 40-an ke atas. Tapi akhir-akhir ini, tren pengidap kanker paru telah bergeser ke dewasa muda. Padahal, untuk menjadi kanker, sel normal perlu mengalami sederet tahapan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya.

Dokter spesialis paru (konsultan) dr. Elisna Syahruddin, SpP(K) dari RSUP Persahabatan, mengatakan, pengidap kanker paru disebabkan oleh multi faktor dan tak selalu harus perokok aktif.

Perokok pasif yang selama ini menjadi korban paparan asap rokok juga berisiko kanker paru.

baca juga

"Penyebabnya bisa karena dia sebagai perokok pasif yang terpapar asap rokok langsung atau third hand smoke, dimana tidak terpapar asap langsung tapi melalui baju atau tembok yang sering terpapar asap rokok," ujarnya kepada Suara.com beberapa waktu lalu.

Elisna menambahkan, seringkali banyak perokok aktif yang tak sadar bahwa bahan pencetus kanker yang terdapat dalam rokok yang diisapnya setiap hari bisa menempel di mana-mana, seperti pakaian, sofa, tembok atau bahkan tubuhnya sendiri.

"Meski ia sedang tidak merokok, bahan karsinogenik ini berpotensi dihirup orang di sekitarnya termasuk sang anak, meski anak tidak terpapar asap rokok secara langsung. Jadi, memang sebaiknya jangan merokok, karena bahaya buat anaknya juga dalam jangka panjang," imbuhnya.

Untuk itu ketika bertemu pasien kanker paru berusia muda, Elisna akan terlebih dulu memastikan faktor risiko yang dijalani pasien seperti kebiasaan merokok, ada tidaknya riwayat keluarga yang merokok, riwayat menderita tuberkulosis, atau ada tidaknya riwayat keluarga yang mengidap kanker paru.

"Karena kanker nggak ujug-ujug langsung datang. Ada tahap-tahapnya yang butuh waktu lama bagi sel normal untuk bermutasi menjadi sel kanker," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelayat Antre Doakan Jenazah Istri Indro Warkop

Pelayat Antre Doakan Jenazah Istri Indro Warkop

Entertainment | Rabu, 10 Oktober 2018 | 02:14 WIB

Jenazah Istri Indro Warkop Diberangkatkan ke Rumah Duka

Jenazah Istri Indro Warkop Diberangkatkan ke Rumah Duka

Entertainment | Rabu, 10 Oktober 2018 | 00:38 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×