Tusuk Jari Sampai Gelang Kesehatan untuk Stroke ? Ini Hoaks !

RR Ukirsari Manggalani | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:45 WIB
Tusuk Jari Sampai Gelang Kesehatan untuk Stroke ? Ini Hoaks !
Ilustrasi stroke [Shutterstock].

Suara.com - Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang, akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (strokehemoragik). Kondisi ini adalah salah satu masalah kesehatan yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Untuk itu, dibutuhkan penanganan yang cermat. Parahnya, banyak hoaks penanganan stroke yang berkembang dan cenderung menyesatkan masyarakat.

Hoaks atau kabar palsu tentang stroke ini disebar melalui grup WhatsApp keluarga, unggahan Facebook, hingga iklan-iklan di media sosial dan televisi.

Saat Suara.com melakukan konfirmasi dengan dokter spesialis saraf dari RS Pondok Indah, dr. Sahat Aritonang, Sp.S, M.Si, Med, FINS, ia mengatakan bahwa ada beberapa hoaks tentang stroke yang berkembang di masyarakat.

Apa saja? Ini di antaranya, dan paparan medisnya.

1. Metode tusuk jari

Pernah ramai di pesan berantai tentang pertolongan pertama pada stroke melalui metode tusuk jari. Katanya, menusukkan sesuatu yang tajam seperti jarum ke jari (atau belakang telinga) bisa menghindarkan pasien dari masalah pembuluh darah pecah.
"Padahal ini tidak ada hubungannya," kata Sahat Aritonang.

2. Kerik sampai biru

Kerik atau kerok biasa dilakukan keluarga pasien pada pasien stroke. Mengerik bagian tubuh pasien yang lumpuh dengan minyak dan koin dipercaya mampu membuat "aliran darah kembali lancar".

"Dikerik pada kaki dan tangan, dipijit. Dikira tangan dan kaki yang rusak. Padahal di sini (kepala atau otak)," tukasnya.

3. Balur param kocok

Ini juga merupakan kebiasaan salah kaprah masyarakat Indonesia. Memberi minyak dan dibalur pada tubuh pasien yang lumpuh akibat stroke, Sahat Aritonang menyebutnya sebagai tindakan sia-sia.

4. Gelang kesehatan

Sahat Aritonang juga menyinggung penjual gelang kesehatan yang diklaim mampu memperlancar aliran darah.
"Seperti gelang, kalung, saya pikir tidak mungkin (berhasil). Mau pakai apa juga tidak mungkin, karena harus diobati."

5. Terapi oukup uap

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bisa Bikin Stroke, Kenali Penyakit Gangguan Irama Jantung

Bisa Bikin Stroke, Kenali Penyakit Gangguan Irama Jantung

Health | Kamis, 20 September 2018 | 14:00 WIB

Pertolongan Pertama Jika Terserang Stroke Seperti Mat Solar

Pertolongan Pertama Jika Terserang Stroke Seperti Mat Solar

Health | Rabu, 19 September 2018 | 15:59 WIB

Waspadai Hipertensi, Faktor Risiko Stroke Terbesar!

Waspadai Hipertensi, Faktor Risiko Stroke Terbesar!

Health | Jum'at, 18 Mei 2018 | 06:38 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB