Begini Cara Redakan Migrain Tanpa Obat

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:15 WIB
Begini Cara Redakan Migrain Tanpa Obat
Ilustrasi sakit kepala atau pusing akibat kram saat menstruasi (haid).

Suara.com - Selain tak tahan dengan sakit yang ditimbulkannya, migrain juga menghambat aktivitas sehari-hari. Tak heran jika banyak orang akhirnya memilih mengonsumsi obat pereda migrain yang dijual bebas. Padahal, migrain juga bisa diredakan tanpa obat, lho. Tidak percaya? Simak apa saja yang bisa membantu meredakan gejala migrain berikut ini:

1. Akupresur
Akupresur adalah praktek pengobatan alternatif dengan menekan titik-titik tubuh tertentu dengan jari untuk menghilangkan rasa sakit. Menurut sebuah penelitian tahun 2014, akupresur efektif untuk mengatasi sakit kepala kronis. Penelitian terpisah lainnya juga mengatakan bahwa akupresur bisa membantu meredakan gejala penyerta migrain, seperti mual dan muntah.

2. Mengoleskan minyak daun mint di dahi dan pelipis
Mentol dalam minyak daun mint dapat meredakan gejala migrain yang kambuh. Menurut sebuah studi tahun 2010 dari Shiraz University of Medical Sciences di Iran, mengoleskan minyak daun mint di dahi dan pelipis lebih efektif untuk meredakan nyeri dan mual akibat migrain daripada menggunakan obat migrain plasebo (obat kosong tanpa kandungan zat apa pun).

3. Menghirup aroma lavender
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal European Neurology pada tahun 2012 silam, diketahui bawah menghirup aroma minyak esensial lavender bisa meredakan sakit kepala migrain terutama yang dipicu oleh stres. Penelitian tersebut menyatakan bahwa orang yang menghirup aroma minyak lavender saat migrainnya kambuh bisa lebih cepat sembuh ketimbang orang yang menggunakan obat kosong (plasebo).

Tak hanya itu, minyak lavender juga umum digunakan untuk menghilangkan stres, membantu tidur nyenyak, hingga mengatasi gejala kecemasan dan depresi. Minyak lavender bisa digunakan dengan cara dihirup atau dengan dioles ke kulit.

4. Minum jahe hangat
Jahe adalah rempah alami yang banyak digunakan sebagai obat alternatif berbagai kondisi, salah satunya adalah migrain. Menurut penelitian dari Zanjan University Of Medical Sciences, minum teh seduhan jahe bubuk dan mengonsumsi obat migrain sumatriptan setelahnya bisa cepat meredakan gejala migrain.

5. Rutin lakukan yoga
Yoga adalah obat migrain alami yang jarang diketahui orang banyak. Gerakan-gerakan yoga yang melibatkan pengaturan napas, meditasi, dan ketepatan postur tubuh bisa meningkatkan kesehatan mental dan fisik Anda.

Beberapa penelitian menunujukkan bahwa yoga dapat mengurangi frekuensi, durasi, dan intensitas gejala migrain. Yoga juga dilaporkan dapat mengurangi kecemasan serta ketegangan di area kepala yang terserang migrain.

Meski sejauh ini belum ada penelitian medis yang bisa benar-benar membuktikan yoga mampu menyembuhkan migrain, manfaat yoga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan sudah tidak perlu diragukan lagi.

6. Suplemen magnesium
Kekurangan zat magnesium bisa memicu sakit kepala dan migrain kambuh. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen magnesium oksida dapat membantu mencegah migrain yang muncul dengan aura. Minum suplemen yang mengandung magnesium juga dapat mencegah migrain yang dipicu nyeri menstruasi alias PMS.

Meski begitu, Anda juga bisa mendapatkan sumber magnesium alami dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari, seperti alpukat, pisang, sayuran berdaun hijau tua, kacang-kacangan, biji gandum utuh, beberapa jenis ikan seperti salmon, serta susu dan produk olahan susu

Selain magnesium, Anda juga harus memenuhi asupan asam omega-3. Pasalnya, beberapa sakit kepala penyebab migrain mungkin disebabkan oleh peradangan. Nah, makanan yang tinggi kandungan lemak sehat asam omega-3 telah dikenal sejak lama bisa mengurangi efek peradangan dalam tubuh. Secara tidak langsung lemak sehat satu ini juga bisa jadi obat migrain alami Anda.

Hal ini pun dibuktikan dalam sebuah penelitian tentang migrain yang diterbitkan di Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa orang yang jarang makan lemak omega-3, migrainnya lebih sering kambuh dibanding orang yang rutin makan makanan sumber omega-3.

Ikan berlemak sehat seperti salmon, tuna, sarden, dan makarel, serta telur, minyak zaitun, alpukat, bayam, almond dan kenari, dan kedelai merupakan contoh sumber makanan tinggi omega-3 yang bisa jadi obat migrain alami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Migrain Berbeda dengan Sakit Kepala Sebelah

Migrain Berbeda dengan Sakit Kepala Sebelah

Health | Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:23 WIB

Perhatikan Gejala Berhenti Konsumsi Junk Food: Mirip Sakaw

Perhatikan Gejala Berhenti Konsumsi Junk Food: Mirip Sakaw

Health | Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:45 WIB

Studi : Migrain Ternyata 3 kali Lebih Sering Terjadi pada Wanita

Studi : Migrain Ternyata 3 kali Lebih Sering Terjadi pada Wanita

Health | Kamis, 30 Agustus 2018 | 19:00 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB