Studi: Antibiotik Picu Obesitas pada Anak di Bawah Usia 2 Tahun

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 01 November 2018 | 19:05 WIB
Studi: Antibiotik Picu Obesitas pada Anak di Bawah Usia 2 Tahun
Ilustrasi obat-obatan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian yang melibatkan 300 ribu anak menemukan bahwa resep obat berupa antibiotik untuk anak di bawah usia dua tahun memberi pengaruh tinggi akan terjadinya kegemukan bagi tubuh si anak.

Seperti dilansir Dailymail, Kamis (1/11/2018) penelitian itu mengungkap sebanyak 26 persen anak yang diberi antibiotik berisiko tinggi mengalami kegemukan dalam hidupnya di kemudian hari.

Semakin lama anak-anak mengonsumsi antibiotik, maka semakin besar pula risikonya. Anak perempuan yang diberi empat obat-obatan jenis itu, memiliki tingkat 50 persen risikonya mengalami kegemukan.

Hampir tiga perempat dari total jumlah anak yang diteliti ternyata telah diberi antibiotik sebelum mereka berusia dua tahun. Dan, dari 47 ribu anak-anak yang kegemukan, hampir 90 persen telah diresepkan antibiotik atau antasida saat masih kecil.

Para peneliti mengatakan bahwa obat penguat ini dapat mematikan bakteri penting di usus yang membantu mengatur berat badan

Dr Cade Nylund dari Universitas Ilmu Kesehatan di Maryland sekaligus penulis senior studi tersebut, mengatakan, terlalu banyak antibiotik yang tidak perlu diresepkan bagi bayi yang mungkin tidak membutuhkannya, contohnya untuk penyakit seperti flu biasa.

"Kita harus berhati-hati soal obat-obatan yang mungkin membawa risiko obesitas, karena orang yang mengalami obesitas di masa kanak-kanak biasanya mengalami peningkatan berat badan saat mereka dewasa dan juga menempatkan mereka dalam bahaya tekanan darah tinggi, diabetes, serta masalah jantung,” ungkap Cade Nylund.

Antibiotik telah lama dikaitkan dengan obesitas karena dan para peternak juga memberikan itu untuk hewan ternak mereka agar hewan-hewan ternak memiliki bobot badan yang berat.

Studi ini meneliti resep antibiotik dan antasid untuk 333.353 anak-anak dalam dua tahun pertama dan mengikuti catatan medis mereka hingga usia delapan tahun. Faktor risiko rata-rata obesitas meningkat 26 persen untuk resep antibiotik, tetapi hanya 1 atau 2 persen untuk resep antasida. Hal ini diduga karena antibiotik membunuh bakteri usus lebih cepat.

baca juga

Survei menunjukkan ada risiko khusus untuk anak laki-laki dan untuk anak-anak yang lahir melalui operasi caesar, yang diyakini kehilangan bakteri usus penting yang ditransfer melalui jalur kelahiran normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Salah, Obesitas Anak Itu Penyakit Lho!

Jangan Salah, Obesitas Anak Itu Penyakit Lho!

Health | Rabu, 31 Oktober 2018 | 14:47 WIB

Obesitas Ternyata Bisa Pengaruhi Fungsi Otak

Obesitas Ternyata Bisa Pengaruhi Fungsi Otak

Health | Selasa, 30 Oktober 2018 | 17:48 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×