Lakukan Hal Ini agar Tidak Memperparah Diabetes Saat Cuaca Panas

Silfa Humairah Utami

Rabu, 21 November 2018 | 17:15 WIB
Lakukan Hal Ini agar Tidak Memperparah Diabetes Saat Cuaca Panas
Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan hanya makanan yang dapat menaikturunkan kadar gula darah Anda, tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat Anda juga harus lebih berhati-hati terhadap cuaca panas karena dapat membuat gejala diabetes makin memburuk pada kebanyakan orang.

Cuaca panas nyatanya dapat berdampak negatif pada kesehatan tubuh diabetes lewat berbagai macam cara tak terduga dilansir Hello Sehat.

1. Cuaca panas bikin dehidrasi

Cuaca panas rentan membuat dehidrasi. Namun, memiliki diabetes itu sendiri pada dasarnya sudah membuat Anda cenderung lebih mudah dan cepat mengalami dehidrasi daripada orang lainnya.

Gejala diabetes menyebabkan Anda sering haus, keringat berlebihan, dan sering kencing yang kemudian membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Dehidrasi, pada gilirannya, dapat menaikkan gula darah yang dapat makin memperparah gejala diabetes Anda.

Terlebih jika Anda termasuk pengguna insulin, dehidrasi dapat mengurangi suplai darah ke kulit sehingga mengurangi penyerapan dosis insulin setelah disuntikkan.

2. Diabetes membuat Anda sulit berkeringat

Keringat adalah cara alami tubuh untuk mendinginkan diri dari peningkatan suhu yang ekstrem. Ketika menguap (mengering) di kulit Anda, keringat akan menghilangkan panas dan mendinginkan Anda.

Namun, kombinasi cuaca terik dan udara yang terus lembap selama musim kemarau membuat Anda terus merasa kepanasan. Ini membuat tubuh lebih sulit mendinginkan diri karena keringat tidak bisa menguap dengan baik.

Selain itu, kerusakan pembuluh darah dan saraf yang terjadi akibat diabetes dapat merusak kelenjar keringat sehingga tubuh Anda tidak bisa berkeringat ketika diperlukan.

Kondisi ini dapat menyebabkan heat exhaustion dan heat stroke yang merupakan keadaan darurat medis.

3. Cuaca panas ganggu respon insulin

Cuaca panas ekstrem bisa mengganggu bagaimana tubuh mengatur, memproduksi, dan menggunakan insulin. Hal ini dapat meningkatkan risiko kadar gula darah melonjak drastis (hiperglikemia) atau malah merosot turun tiba-tiba (hipoglikemia).

Setiap pengidap diabetes bisa memiliki respon yang berbeda-beda terhadap perubahan suhu esktrem. Pada beberapa orang, cuaca panas bisa menyebabkan pembuluh darah melebar. Pelebaran pembuluh darah dapat mempercepat penyerapan insulin yang menyebabkan gula darah rendah (hipoglikemia).

Mengutip diabetes.co.uk, risiko hipoglikemia akibat cuaca panas cenderung lebih tinggi pada diabetesi yang sedang mengonsumsi obat penurun gula darah.

Sementara segelintir orang lainnya justru lebih rentan mengalami kenaikan gula darah mendadak selama beraktivitas di musim kemarau. Ini karena cuaca panas menyebabkan stres pada sistem metabolisme glukosa darahnya.

4. Polusi udara perburuk peradangan

Di Indonesia, cuaca panas ekstrem juga dipengaruhi oleh tingginya polusi udara dari emisi kendaraan. Zat polutan yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan peradangan.

“Peradangan memicu stres oksidatif yang menjadi dasar akibat dari segala penyakit metabolik kronis (termasuk diabetes),” tutur prof.Dr.dr.Ketut Suastika, SpPD-KEMD, Ketua PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) ketika ditemui oleh tim Hello Sehat pada Agustus lalu di Balai Kota Jakarta saat acara penandatanganan program “Cities Changing Diabetes”.

Stres emosional menghadapi panasnya cuaca lingkungan dan kemacetan jalanan juga meningkatkan peradangan dalam tubuh. Semakin banyak peradangan yang terjadi dalam tubuh diabetesi akan semakin menyebabkan resistensi insulin.

Begitu juga sebaliknya. Semakin tubuh resisten terhadap insulin, maka akan semakin memicu peradangan yang lebih parah. Resistensi insulin membuat gula darah naik drastis yang kemudian memperparah gejala diabetes Anda.

5. Cuaca panas bikin kaki rentan berjamur

Di musim kemarau, kaki Anda bisa berkeringat deras sehingga tetap lembap setiap saat. Apalagi jika Anda terus-terusan pakai sepatu tertutup. Kondisi kulit yang lembap menjadi tempat tumbuhnya jamur penyebab infeksi.

Tips mengendalikan gejala diabetes di musim kemarau
Lansia adalah kelompok orang yang paling berisiko mengalami masalah gula darah pada cuaca panas. Namun, orang-orang diabetes dari segala usia harus tetap menyadari dan mengantisipasi bahayanya.

-Dirangkum dari CDC Amerika Serikat dan sumber lainnya, berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan gejala diabetes selama musim kemarau:

-Sering-sering minum air putih, bahkan jika Anda tidak haus, sehingga Anda tidak dehidrasi.

-Hindari alkohol dan minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman energi, dan minuman olahraga. Minuman ini dapat menyebabkan tubuh justru kehilangan cairan dan meningkatkan gula darah.

-Cek gula darah sebelum, selama, dan setelah Anda beraktivitas.

-Anda mungkin perlu mengubah dosis insulin yang Anda gunakan, tapi konsultasikan dulu kepada dokter Anda. Jangan mengubah dosis insulin tanpa seizin dokter.

-Kenakan pakaian longgar, yang berbahan adem, dan berwarna terang agar tidak mudah kepanasan.

-Selalu pakai tabir surya dan topi saat beraktivitas lama di luar ruangan. Sunburn (kulit terbakar matahari) dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

-Pergi berteduh ke ruangan ber-AC ketika sudah mulai kepanasan. Dalam cuaca panas ekstrem, mendinginkan tubuh pakai kipas angin saja tidak akan cukup.

-Simpan obat-obatan diabetes Anda, termasuk insulin, di tempat yang jauh dari sinar matahari. Obat bisa rusak jika terkena panas langsung. Jangan pernah meninggalkan obat di dalam mobil.

-Pelajari gejala hipoglikemia serta gejala hiperglikemia untuk antisipasi langkah perawatannya.

-Olahraga di dalam ruangan dingin untuk mencegah risiko heat stroke.

Lakukan hal ini secara rutin untuk hindari memperparah gejala diabetes pada cuaca panas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lakukan Ini Saat Olahraga di Cuaca Panas Hindari Heat Stroke

Lakukan Ini Saat Olahraga di Cuaca Panas Hindari Heat Stroke

Health | Selasa, 20 November 2018 | 16:30 WIB

Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia

Bukan Cuma Cuaca Dingin, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Hipotermia

Health | Selasa, 20 November 2018 | 10:58 WIB

Cegah Diabetes, Yuk Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini dari Sekarang!

Cegah Diabetes, Yuk Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini dari Sekarang!

Health | Kamis, 15 November 2018 | 08:00 WIB

Terkini

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB