Penyakit Menular Jadi Masalah Kesehatan Utama di Negara Islam

M. Reza Sulaiman

Kamis, 22 November 2018 | 08:04 WIB
Penyakit Menular Jadi Masalah Kesehatan Utama di Negara Islam
Penyakit menular masih jadi masalah kesehatan utama di negara-negara OKI. [shutterstock]

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menghadapi tantangan penyakit menular. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kapasitas produksi dan ketersediaan obat esensial di negara-negara tersebut.

Dalam perhelatan 'The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation Member States' di Jakarta, Rabu (21/11) kemarin, Menkes Nila mengaku prihatin dengan tingginya kasus penyakit menular di negara-negara anggota OKI.

Dia mencontohkan pada 2015 penyakit menular merupakan 30 persen penyebab kematian di negara OKI. Angka itu jauh melebihi angka kematian di negara berkembang non-OKI, yaitu 24 persen dan di skala dunia 22 persen.

Menkes Nila mengatakan sejumlah negara OKI masih berjuang melawan epidemi penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah. Hanya saja dalam proses menekan penularan terkendala kapasitas produksi obat esensial.

Hal tersebut, kata dia, diperburuk dengan rendahnya akses dan ketersediaan obat, termasuk vaksin yang aman dan berkualitas di sebagian negara OKI. Dengan begitu, kondisi tersebut menyebabkan ketergantungan negara-negara OKI dalam penyediaan obat.

Nila mengatakan negara OKI yang beberapa di antaranya negara berkembang dan tertinggal membutuhkan produk obat yang terjangkau, berstandar dan aman. Kebutuhan vaksin juga tinggi untuk diberikan pada anak sehingga terhindar dari penyakit-penyakit menular.

Kebutuhan farmasi bagi negara OKI, kata dia, juga menghadapi tantangan terkait kehalalan produk. Persoalan-persoalan itu harus diselesaikan dengan berbagai program dan kemitraan yang baik.

"Kebutuhan pada vaksin dan obat halal menjadi tantangan dunia Islam. Melalui forum kerja sama otoritas pengawas obat ini perlu didorong pengembangan produk halal," paparnya.

Menkes Nila mengatakan kebutuhan terhadap sistem pengawasan obat yang efektif dan kuat juga menjadi tantangan dalam memastikan akses dan ketersediaan obat aman dan terjangkau bagi masyarakat.

baca juga

Maka, kata dia, penguatan kerja sama antarotoritas regulatori di bidang obat di negara OKI berikut kemitraan dengan pemangku kepentingan di negara anggota merupakan hal yang sangat diperlukan.

"Islam mewajibkan umatnya tolong menolong. Implementasi nilai ini menjadikan Islam besar. Maka negara-negara OKI agar saling menguatkan sistem kesehatan masyarakat dan kemandirian di bidang obat. Solidaritas juga diperlukan bagi negara miskin dan berkonflik di Timur Tengah. Semoga forum ini berhasil merespon situasi obat saat ini," tutupnya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Singgung Dampak TBC Bagi Indonesia Secara Global

Menkes Singgung Dampak TBC Bagi Indonesia Secara Global

Health | Rabu, 14 November 2018 | 15:25 WIB

Hari Kesehatan Nasional, Waspadai Tiga Beban Penyakit Indonesia

Hari Kesehatan Nasional, Waspadai Tiga Beban Penyakit Indonesia

Health | Senin, 12 November 2018 | 14:48 WIB

Menkes Minta RS Jejaring Kardiovaskular Tingkatkan Mutu Pelayanan

Menkes Minta RS Jejaring Kardiovaskular Tingkatkan Mutu Pelayanan

Health | Sabtu, 10 November 2018 | 15:01 WIB

Heboh Mabuk Air Rebusan Pembalut, Ini Tanggapan Menkes

Heboh Mabuk Air Rebusan Pembalut, Ini Tanggapan Menkes

Health | Jum'at, 09 November 2018 | 12:29 WIB

Hasil Riskesdas 2018, Penyakit Tidak Menular Semakin Meningkat

Hasil Riskesdas 2018, Penyakit Tidak Menular Semakin Meningkat

Health | Jum'at, 02 November 2018 | 10:14 WIB

Terkini

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah

Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita

Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×