Tidak Dilarang, Tapi Penggunaan Antibiotik Harus Rasional

Vania Rossa, Firsta Nodia

Senin, 26 November 2018 | 10:18 WIB
Tidak Dilarang, Tapi Penggunaan Antibiotik Harus Rasional
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Penggunaan antibiotik selama ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya resistensi atau bakteri kebal terhadap obat. Namun di sisi lain, penggunaan antibiotik juga dibutuhkan sesegera mungkin untuk mengatasi penyakit akibat infeksi untuk mencegah kematian.

Itu sebabnya, disampaikan Ketua Pengendalian Penggunaan Antimikroba Siloam Hospiltas Lippo Village (SHLV) Tangerang, dr. Wibisono, penggunaan antibiotik tidak dilarang namun harus digunakan secara rasional. Hal ini disampaikannya dalam seminar dan workshop memperingati HUT Ke-22 Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) Tangerang.

"Contoh kongkritnya adalah panduan pemberian antibiotik sesegera mungkin pada penanganan sepsis.
Pada tahap awal, sepsis dapat ditangani dengan pemberian antibiotik serta cairan infus dalam jumlah banyak," ujar dr. Wibisono.

Ia menambahkan, sepsis sendiri merupakan suatu keadaan di mana tubuh bereaksi hebat terhadap bakteri atau mikroorganisme lain. Jika tidak segera ditangani, sepsis dapat berujung pada kematian.

Disisi lain, dr. Wibisono mengakui bahwa penggunaan antibiotik yang berlebihan ataupun tidak sesuai indikasi dapat menjadi pemicu semakin berkembangnya bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Mengutip hasil penelitian resistensi terhadap antibiotik pada 2000-2004 di RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RSUP dr. Kariadi Semarang, dr. Wibisono mengatakan ada dua bakteri yang sudah kebal antibiotik antara lain Methicillin resistant Staphylococcusaureus (MRSA) dan bakteri penghasil Extended spectrum beta lactamases (ESBL).

"Penyebabnya sekitar 30-80 persen antibiotik tidak digunakan berdasarkan indikasi. Hanya batuk atau demam biasa langsung diberi antibiotik. Ini tidak sesuai indikasi," tambah dia.

Untuk itulah edukasi seputar penggunaan antibiotik yang rasional harus terus digalakkan ke masyarakat untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Di satu sisi, dr. Wibisono juga mengimbau masyarakat untuk lebih kritis jika diberi resep antibiotik oleh para tenaga medis.

"Melalui event ini, kami mengajak tenaga kesehatan untuk selalu mengingat bahwa penggunaan antibiotik itu harus rasional. Karena jika tidak sesuai indikasi dapat merugikan bagi pasien dan masyarakat," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuk, Mulai Bijak Gunakan Antibiotik

Yuk, Mulai Bijak Gunakan Antibiotik

Health | Minggu, 18 November 2018 | 11:02 WIB

Catat, Begini Cara Tepat Penggunaan Obat Antibiotik!

Catat, Begini Cara Tepat Penggunaan Obat Antibiotik!

Health | Kamis, 15 November 2018 | 16:44 WIB

Rumah Sakit Wajib Miliki Program Pengendalian Ini

Rumah Sakit Wajib Miliki Program Pengendalian Ini

Health | Kamis, 15 November 2018 | 17:00 WIB

Terkini

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×