Pasutri Menikah Tapi Belum Punya Anak, Waspada Infertilitas

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 28 November 2018 | 19:03 WIB
Pasutri Menikah Tapi Belum Punya Anak, Waspada Infertilitas
Infertilitas, saat pasutri tidak punya anak meski sudah bertahun-tahun menikah. [Shutterstock]

Suara.com - Memiliki keturunan setelah menikah tentu menjadi dambaan semua pasutri. Namun pasangan yang mengalami infertilitas bisa sulit dikaruniai anak dalam waktu singkat, bahkan bisa tidak sama sekali.

Disampaikan konsultan obstetri dan ginekologi subspesialisasi fertilitas Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) Dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, Sp.OG(K-FER), kondisi ini disebut infertilitas atau ketidaksuburan,

Infertilitas merupakan suatu kondisi di mana belum terjadi kehamilan meski tidak menggunakan kontrasepsi apapun, dan telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 6 bulan sampai satu tahun.

Sebelum memutuskan untuk menjalani program hamil, pasutri kata dia, harus terlebih dahulu mencari tahu penyebab infertilitas yang dialami.

"Sebelum menentukan jenis program kehamilan yang akan dilakukan, perlu dipastikan terlebih dahulu apa penyebab sulit hamil tersebut. Memang tidak semua dapat dijelaskan penyebabnya. 20 Persen yang tidak diketahui penyebabnya, disebut sebagai unexplain infertility," ujar dr Ferdhy.

Gangguan kesuburan pada kaum hawa sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor hormonal, gangguan pematangan sel telur, endometriosis, miom, kista, tumor, bahkan kanker.

Ia menyarankan pasutri dengan gangguan kesuburan untuk segera memeriksakan diri dan melakukan konsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan dan prosedur yang tepat dan efektif.

"Hal ini penting dilakukan untuk dapat meminimalkan perkembangan maupun efek dari penyebab infertilitas yang disebutkan di atas terutama pada kasus endometriosis," tambah dia.

Untuk gangguan kesuburan yang disebabkan oleh faktor hormonal atau masalah pematangan sel telur bisa ditangani dengan menggunakan obat-obatan. Namun pada gangguan kesuburan yang disebabkan oleh endometriosis, miom, kista, tumor, dan kanker harus ditangani dengan pembedahan.

Saat ini, tambah dr Ferdhy, teknologi di bidang kedokteran membuat metode operasi tak hanya bisa dilakukan secara konvensional tapi juga minimal invasif yang lebih dikenal dengan istilah laparoskopi atau endoskopi. Di Siloam Hospital Kebon Jeruk, tindakan ini sudah bisa dilakukan.

"Laparoskopi adalah sebuah teknik bedah invasif minimal dengan menggunakan instrumen bedah berdiameter kecil (5mm-10mm) untuk melakukan prosedur pembedahan di dalam rongga perut. Kelebihannya luka sayatan yang sangat kecil yaitu sekitar 7 mm, waktu pemulihan pasien relatif cepat, nyeri luka paska operasi minimal dan risiko komplikasi yang relatif rendah," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasutri Ini Disekap Perampok Saat Baru Keluar Rumah

Pasutri Ini Disekap Perampok Saat Baru Keluar Rumah

News | Selasa, 27 November 2018 | 10:48 WIB

Pulangkan Pasutri Inggris, Praveen / Melati Belajar dari Hal Ini

Pulangkan Pasutri Inggris, Praveen / Melati Belajar dari Hal Ini

Sport | Rabu, 07 November 2018 | 15:35 WIB

5 Mitos Infertilitas yang Tidak Perlu Dipercaya Lagi

5 Mitos Infertilitas yang Tidak Perlu Dipercaya Lagi

Health | Sabtu, 15 September 2018 | 20:00 WIB

Praveen / Melati Nodai Rentetan Kemenangan Pasutri Inggris

Praveen / Melati Nodai Rentetan Kemenangan Pasutri Inggris

Sport | Kamis, 13 September 2018 | 11:43 WIB

Hadapi Pasutri Inggris, Praveen / Melati Incar Kemenangan Perdana

Hadapi Pasutri Inggris, Praveen / Melati Incar Kemenangan Perdana

Sport | Selasa, 11 September 2018 | 14:42 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB