Obat Hipertensi Ditarik dari Peredaran, Ini Respons Produsen

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Rabu, 05 Desember 2018 | 11:15 WIB
Obat Hipertensi Ditarik dari Peredaran, Ini Respons Produsen
Tiga jenis obat hipertensi ditarik dari peredaran. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI baru-baru ini menarik tiga jenis obat hipertensi yang beredar di pasaran. Obat yang ditarik merupakan obat antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker (ARB) yakni Irbesartan, Losartan, dan Valsartan.

Hal ini disusul adanya terhadap penarikan serupa yang dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat. Teva Pharmaceuticals selaku produsen Valsartan dalam keterangan resminya meminta masyarakat jangan terburu-buru mengganti obat hipertensi tanpa konsultasi dengan dokter sebelumnya.

"Risiko bahaya pada kesehatan pasien mungkin lebih tinggi jika perawatan dihentikan secara langsung tanpa pengganti obat yang sebanding. Meski ditarik dari peredaran kami belum mendapat laporan mengenai efek samping terkait konsumsi valsartan," ujar Texa Pharmaceuticals, dikutip dari Medical Daily.

Obat anti hipertensi tersebut ditarik karena mengandung zat pengotor (impurities) yakni N-nitroso-diethylamine atau NDEA. Zat ini diklasifikasikan sebagai karsinogen yang berpotensi menyebabkan kanker.

Untuk obat Valsartan sendiri bekerja dengan memblokir hormon yang mempersempit arteri, sehingga mencegah tekanan darah tinggi. Itu berarti menghentikan obat ini secara tiba-tiba dapat memicu lonjakan tekanan darah yang berbahaya.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat yang mengalami penarikan tersebut, segera hubungi dokter atau apoteker untuk mengetahui obat anti hipertensi lainnya yang lebih aman. Namun, sampai Anda menemukan pengganti, Anda harus minum obat seperti yang sudah diresepkan sebelumnya.

Jangan sembarang menurunkan dosis obat yang ditarik dari peredaran karena dapat berpotensi meningkatkan risiko untuk serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal.

Hal senada juga disampaikan BPOM. Dalam rangka perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, BPOM RI telah meminta industri farmasi terkait untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi obat yang mengandung bahan baku yang terdampak impurities NDMA dan NDEA.

"Sesuai dengan prinsip utama dalam pemberian obat, BPOM RI mengimbau kepada sejawat kesehatan profesional dan semua pihak yang terkait, agar mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan pasien dalam mempertimbangkan pemberian obat ini kepada pasien," tutup BPOM terkait adanya jenis obat hipertensi yang ditarik dari pasaran.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM Tarik 3 Jenis Obat Hipertensi dari Peredaran, Ini Daftarnya

BPOM Tarik 3 Jenis Obat Hipertensi dari Peredaran, Ini Daftarnya

Health | Rabu, 05 Desember 2018 | 06:16 WIB

Membahayakan untuk Kesehatan, BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB

Membahayakan untuk Kesehatan, BPOM Tarik Obat Tekanan Darah Tinggi ARB

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 17:22 WIB

Jangan Takut, Minum Kopi Tidak Meningkatkan Risiko Hipertensi

Jangan Takut, Minum Kopi Tidak Meningkatkan Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 27 November 2018 | 08:55 WIB

Terkini

DPLK BRI Dipercaya Kelola Dana Pensiun 3.000 Pegawai Unpad

DPLK BRI Dipercaya Kelola Dana Pensiun 3.000 Pegawai Unpad

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:08 WIB

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan  Jati Diri dan Panggilan sebagai Menemu

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Menemu

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus

Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim

Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Harga Laptop Windows Terancam Makin Naik Lagi, Bukan RAM Penyebabnya!

Harga Laptop Windows Terancam Makin Naik Lagi, Bukan RAM Penyebabnya!

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Bukan Gadget Murahan! 5 HP Mid-Range Ini Bikin Kamu Serasa Pakai Flagship

Bukan Gadget Murahan! 5 HP Mid-Range Ini Bikin Kamu Serasa Pakai Flagship

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Dari Merubah hingga Seronok dalam Buku Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar

Dari Merubah hingga Seronok dalam Buku Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Menaker Larang Syarat Good Looking dalam Rekrutmen, Perusahaan Bandel Minta Dilaporkan

Menaker Larang Syarat Good Looking dalam Rekrutmen, Perusahaan Bandel Minta Dilaporkan

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Pemerintah Resmikan SRAK Gajah Sumatera dan Kalimantan 20262036, Ini Rinciannya

Pemerintah Resmikan SRAK Gajah Sumatera dan Kalimantan 20262036, Ini Rinciannya

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×