Suka Datang Tiba-tiba, Kenali 3 Gejala Khas Serangan Jantung

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Kamis, 06 Desember 2018 | 10:06 WIB
Suka Datang Tiba-tiba, Kenali 3 Gejala Khas Serangan Jantung
Catat, gejala khas serangan jantung (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung, merupakan penyebab kematian utama di dunia. Sayangnya tak semua masyarakat mengenali gejala khas serangan jantung sehingga penanganan tertunda dan nyawa pasien menjadi tak tertolong.

Disampaikan spesialis jantung dan pembuluh darah RS Jantung Diagram Siloam Hospitals Group, Dr. M. Barri Fahmi, SpJP, serangan jantung disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke pembuluh darah jantung secara mendadak.

Karena serangan jantung terjadi mendadak dan menyebabkan kerusakan yang dahsyat pada otot jantung. Ia menyebut ada tiga ciri khas gejala serangan jantung antara lain terasa nyerinya seperti ditekan, ditindih atau seperti dihantam benda tumpul.

"Bukan seperti ditusuk-tusuk atau disayat. Lalu durasi nyeri juga berlangsung selama 15 menit hingga 20 menit. Pencetusnya diantaranya adalah stres emosional atau kelelahan fisik," ujar dr Barri saat memberi edukasi soal Penanganan Emergency Pasien Serangan Jantung Akut di Rumah Sakit Jantung Diagram, Cinere, Depok, dalam keterangan resminya.

Meski demikian, ia menambahkan, serangan jantung kerap tidak menunjukan gejala khas pada beberapa orang, terutama pada perempuan, orang berusia lanjut, dan penderita diabetes. Hal itu disebabkan adanya neuropati diabetik yang merusak saraf pengatur kerja jantung.

"Tak heran apabila serangan jantung pada penderita diabetes disebut dengan silent killer," tambah dia.

Untuk mengidentifikasi terjadinya serangan jantung, dr Barri mengatakan pasien perlu melakukak pemeriksaan elektrokardiografi (EKG), cek laboratorium seperti enzim jantung yang spesifik, serta pemeriksaan lain yang menunjang termasuk kateterisasi jantung.

"Jika positif terjadi serangan jantung, maka diperlukan tindakan segera untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. Tindakan tersebut dikenal dengan nama Primary Percutaneous Coronary Intervention atau PPCI," jelasnya.

Menurut Barri, PPCI adalah tindakan minimal invasif yang harus dilakukan segera dalam waktu kurang dari 12 jam sejak terjadinya serangan jantung. Tindakan ini dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter jantung konsultan intervensi dan didukung oleh tim perawat yang berpengalaman.

PPCI menggunakan bius lokal dan biasanya dilakukan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha. Pasien sadar penuh selama prosedur dan bisa berkomunikasi dengan dokter setiap saat. Setelah ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner, dokter akan memasang stent atau ring.

"Durasi dari tindakan ini berkisar 1 jam hingga 2 jam, tergantung dari beratnya sumbatan yang ditemukan. Setelah dilakukan pemasangan stent atau ring, pasien akan dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) untuk pemantauan lebih lanjut. Jika tidak ada penyulit atau komplikasi biasanya pasien bisa pulang dalam waktu empat hingga lima hari," pungkas Barri.

Sementara Dr. Jeffrey Wirianta, SpJp, FIHA selaku Interventional Cardiologist mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi sebagai upaya untuk melayani pelayanan BPJS terhadap penyakit jantung.

"Di antaranya di komunitas, perkumpulan olahraga, hingga perkumpulan oma-opa," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aduh, Kemacetan di Jakarta Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Aduh, Kemacetan di Jakarta Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Health | Selasa, 20 November 2018 | 07:26 WIB

Catat, Daftar Buah yang Punya Manfaat untuk Kesehatan Jantung

Catat, Daftar Buah yang Punya Manfaat untuk Kesehatan Jantung

Health | Minggu, 11 November 2018 | 19:13 WIB

Hanya Duduk 3 Jam, Pembuluh Darah Menyempit Hingga 50 Persen!

Hanya Duduk 3 Jam, Pembuluh Darah Menyempit Hingga 50 Persen!

Health | Kamis, 08 November 2018 | 19:32 WIB

Masih di AS, Anak ke-2 Pasrah Tak Hadiri Pemakaman George Taka

Masih di AS, Anak ke-2 Pasrah Tak Hadiri Pemakaman George Taka

Entertainment | Jum'at, 02 November 2018 | 15:31 WIB

George Taka ke Istri Sebelum Meninggal: Kalau Saya Nggak Ada...

George Taka ke Istri Sebelum Meninggal: Kalau Saya Nggak Ada...

Entertainment | Jum'at, 02 November 2018 | 14:15 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB