Banyak Pasien Kanker Menolak Biopsi, Benarkah Malah Memicu Sel Kanker?

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 07 Desember 2018 | 11:22 WIB
Banyak Pasien Kanker Menolak Biopsi, Benarkah Malah Memicu Sel Kanker?
Ilustrasi tindakan biopsi. (Shutterstock)

Suara.com - Biopsi atau pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium, kerap dilakukan dokter pada pasien kanker untuk memastikan tingkat keganasan sel kanker. Namun, tak dipungkiri banyak pasien menolak tindakan ini lantaran menganggap biopsi justru bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Benarkah anggapan tersebut?

Hal ini dibantah oleh Konsulen Hematologi dan Onkologi di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Jeffrey Tenggara, Sp.PD-KHOM. Ia mengatakan bahwa bukan biopsi yang memicu pertumbuhan sel kanker, namun keterlambatan pasien dalam mendeteksi dini adanya perubahan di tubuhnya.

"Untuk menentukan tumor itu jinak atau ganas harus lewat biopsi. Tapi memang ada pasien saya yang habis dibiopsi ambruk, meninggal dalam waktu tiga hari. Ternyata saya ingat, kalau dia harusnya sudah dibiopsi setahun lalu, tapi dibiarkan dan datang lagi setelah satu tahun ketika kankernya memang sudah menyebar," ujar dia.

Menurut dr. Jeffrey, mitos-mitos seperti ini justru membuat pasien terlambat mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Padahal, sel kanker umumnya berkembang biak dengan sangat cepat dan tidak boleh ditunda penanganannya. Menghindari tindakan biopsi maka sama saja pasien menunda dilakukan perawatan sesegera mungkin.

"Membawa kanker ganas dalam satu tahun itu sudah tumbuh kankernya. Kalau di dalam tubuh, kanker itu seperti rayap di dalam rumah. Jumlahnya tidak kelipatan satu, tapi 1,8,16,32. Jadi semakin lama semakin banyak itu kanker. Kalau tidak dibiopsi, kita tidak bisa melakukan penanganan karena tidak boleh melakukan treatment apapun kalau tidak dibiopsi," tambah dia.

Oleh karena itu, dr. Jeffrey mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan deteksi dini. Selain itu pastikan untuk tidak mudah terayu oleh anggapan-anggapan seputar pengobatan kanker yang tidak didasari bukti ilmiah.

"Deteksi dini itu penting. Lalu penanganan kanker itu multidisiplin, bisa operasi, bisa kemoterapi, bisa radiasi, atau penggabungan dari beberapa tindakan," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapankah Kanker Perlu Mendapat Penanganan Kemoterapi ?

Kapankah Kanker Perlu Mendapat Penanganan Kemoterapi ?

Health | Jum'at, 07 Desember 2018 | 10:00 WIB

Perut Buncit Tapi Sulit BAB, Waspadai Gejala Kanker Usus Besar

Perut Buncit Tapi Sulit BAB, Waspadai Gejala Kanker Usus Besar

Health | Kamis, 06 Desember 2018 | 18:46 WIB

Orang-Orang Ini Sebut Anjing Bisa Deteksi Kanker, Apa Iya?

Orang-Orang Ini Sebut Anjing Bisa Deteksi Kanker, Apa Iya?

Health | Rabu, 05 Desember 2018 | 12:15 WIB

Terkini

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

×