Kapankah Kanker Perlu Mendapat Penanganan Kemoterapi ?

RR Ukirsari Manggalani, Firsta Nodia

Jum'at, 07 Desember 2018 | 10:00 WIB
Kapankah Kanker Perlu Mendapat Penanganan Kemoterapi ?
Ilustrasi kemoterapi [Shutterstock].

Suara.com - Kanker adalah penyebab kematian nomor dua di dunia. Kelompok peneliti kanker dari World Health Organization (WHO) menyatakan, setidaknya ada 18 juta kasus kanker dengan jumlah kematian sebesar 9 juta jiwa sepanjang 2018.

Sel kanker sendiri bisa hidup di semua bagian tubuh. Disampaikan Konsulen Hematologi dan Onkologi di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Jeffrey Tenggara, Sp.PD-KHOM, setiap hari organ seperti paru, jantung, usus, hati dan lainnya terus-menerus mengalami pertumbuhan dan kematian sel secara seimbang. Kanker terjadi apabila keseimbangan ini terganggu dan pertumbuhan sel menjadi jauh lebih besar dibandingkan kematian sel.

"Seseorang yang menderita kanker umumnya menunjukkan gejala-gejala tertentu yang biasanya berhubungan dengan organ dari mana sel kanker itu berasal. Namun, tidak sedikit juga penderita baru merasakan gejala ketika kanker sudah berada di tahap akhir," ujarnya.

Ketika seseorang sudah terdiagnosa kanker, maka penanganan yang tepat harus segera dilakukan baik dalam bentuk operasi, kemoterapi, radiasi maupun lainnya. Jeffrey Tenggara mengatakan tindakan operasi bisa dilakukan dalam kasus-kasus tumor jinak, sedangkan penanganan kemoterapi bisa dilakukan tanpa maupun dengan pengobatan lainnya.

"Kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker, mengurangi kemungkinan kambuhnya sel kanker, menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker, serta mengurangi gejala atau efek samping dari kanker," imbuhnya.

Selain itu, kemoterapi, tambah dr Jeffrey Tenggara juga dapat digabungkan dengan pengobatan lain, contohnya diberikan untuk memperkecil tumor sebelum tindakan radiasi. Kemoterapi juga bisa diberikan setelah operasi atau terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa.

"Bentuk dan cara pemberian kemoterapi beranekaragam tergantung pada jenis kanker dan tingkat penyebarannya, histori pengobatan pasien, dan permasalahan kesehatan lain yang diderita oleh pasien," ujar dia.

Namun mempertimbangkan kompleksitas dan efek samping dari kemoterapi, pasien harus berada di bawah pengawasan dokter dan perawat yang berkompetensi selama proses kemoterapi dilaksanakan.

"Di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Unit Kemoterapi, Sistemik, dan One Day Care untuk penanganan kanker di bawah pengawasan Konsulen Hematologi dan Onkologi untuk mendampingi serta membantu pasien dalam setiap proses kemoterapi yang berlangsung," tandas Jeffrey Tenggara.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orang-Orang Ini Sebut Anjing Bisa Deteksi Kanker, Apa Iya?

Orang-Orang Ini Sebut Anjing Bisa Deteksi Kanker, Apa Iya?

Health | Rabu, 05 Desember 2018 | 12:15 WIB

Gejala Kanker Paru Tidak Khas, Kenali Sejak Dini dan Ubah Gaya Hidup Ini!

Gejala Kanker Paru Tidak Khas, Kenali Sejak Dini dan Ubah Gaya Hidup Ini!

Lifestyle | Selasa, 04 Desember 2018 | 11:00 WIB

Tahunan Kemoterapi, Lelaki Ini Ternyata Tak Sakit Kanker, Kok Bisa?

Tahunan Kemoterapi, Lelaki Ini Ternyata Tak Sakit Kanker, Kok Bisa?

Health | Sabtu, 01 Desember 2018 | 06:15 WIB

Terkini

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×