Disorientasi, Saat Pilot Kehilangan Arah di Atas Udara

M. Reza Sulaiman
Disorientasi, Saat Pilot Kehilangan Arah di Atas Udara
Pilot mengoperasikan simulator disorientasi Advance Orientation Trainer di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Dokter spesialis penerbangan menyebut pilot rentan mengalami disorientasi saat terbang di udara. Wah, apa itu?

Suara.com - Dokter spesialis penerbangan menyebut pilot rentan mengalami disorientasi saat terbang di udara. Wah, apa itu?

Pernah nggak kamu membayangkan menyetir mobil atau motor, tapi tanpa jalanan, rambu lalu lintas, bahkan marka jalan? Tentu saja, risiko nyasar dan tersesat akan sangat besar bukan?

Itulah yang dirasakan pilot saat terbang di udara. Dikatakan dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdospi), pilot yang kehilangan arah saat terbang di udara disebut mengalami disorientasi.

"Saat terbang di ketinggian itu nggak ada jalan tol, tidak ada trek atau lintasannya sehingga kita lihat depan, atas, bawah, kiri, kanan itu sama. Nah fungsi keseimbangan kita bisa salah," ujar Wawan, ditemui di Lakespra dr. Saryanto, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta, baru-baru ini.

"Nah, ini bisa salah, perasaan kita sedang nanjak, padahal lurus. Atau perasaan lurus, padahal sedang menukik. Itulah yang dinamakan disorientasi dan bisa sangat mengganggu penerbangan," tambah Wawan lagi.

Disorientasi bisa berefek lebih parah saat malam hari. Berbeda dengan di darat di mana lampu jalan bisa menerangi malam, pilot wajib mengandalkan instrumen penerbangan yang ada di pesawat.

Pilot mengoperasikan simulator Advance Orientation Trainer di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pilot mengoperasikan simulator Advance Orientation Trainer di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Di atas berbeda saat malam, karena kita terbang gelap. Penglihatan akan terganggu saat terbang malam, padahal di darat mata kita normal," ungkapnya lagi.

Karena itu, Wawan mengimbau agar pilot tidak menyepelekan penggunaan instrumen penerbangan yang ada di pesawat.

Untuk membiasakan pilot dengan disorientasi, Lakespra dr. Saryanto memiliki alat simulasi disorientasi yang bisa digunakan pilot. Tujuannya, melatih respons saat pilot mengalami disorientasi saat menerbangkan pesawat.

"Kuncinya, pilot harus percaya isntrumen. Jangan percaya mata, keseimbangan, apalagi perasaan karena bisa kena disorientasi, dan instrumen adalah alat canggih yang bisa menuntun pilot ke tujuan dengan arah yang benar," tutupnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS