Disorientasi, Saat Pilot Kehilangan Arah di Atas Udara

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 14 Desember 2018 | 11:49 WIB
Disorientasi, Saat Pilot Kehilangan Arah di Atas Udara
Pilot mengoperasikan simulator disorientasi Advance Orientation Trainer di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Dokter spesialis penerbangan menyebut pilot rentan mengalami disorientasi saat terbang di udara. Wah, apa itu?

Pernah nggak kamu membayangkan menyetir mobil atau motor, tapi tanpa jalanan, rambu lalu lintas, bahkan marka jalan? Tentu saja, risiko nyasar dan tersesat akan sangat besar bukan?

Itulah yang dirasakan pilot saat terbang di udara. Dikatakan dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdospi), pilot yang kehilangan arah saat terbang di udara disebut mengalami disorientasi.

"Saat terbang di ketinggian itu nggak ada jalan tol, tidak ada trek atau lintasannya sehingga kita lihat depan, atas, bawah, kiri, kanan itu sama. Nah fungsi keseimbangan kita bisa salah," ujar Wawan, ditemui di Lakespra dr. Saryanto, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta, baru-baru ini.

"Nah, ini bisa salah, perasaan kita sedang nanjak, padahal lurus. Atau perasaan lurus, padahal sedang menukik. Itulah yang dinamakan disorientasi dan bisa sangat mengganggu penerbangan," tambah Wawan lagi.

Disorientasi bisa berefek lebih parah saat malam hari. Berbeda dengan di darat di mana lampu jalan bisa menerangi malam, pilot wajib mengandalkan instrumen penerbangan yang ada di pesawat.

Pilot mengoperasikan simulator Advance Orientation Trainer di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pilot mengoperasikan simulator Advance Orientation Trainer di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Di atas berbeda saat malam, karena kita terbang gelap. Penglihatan akan terganggu saat terbang malam, padahal di darat mata kita normal," ungkapnya lagi.

Karena itu, Wawan mengimbau agar pilot tidak menyepelekan penggunaan instrumen penerbangan yang ada di pesawat.

Untuk membiasakan pilot dengan disorientasi, Lakespra dr. Saryanto memiliki alat simulasi disorientasi yang bisa digunakan pilot. Tujuannya, melatih respons saat pilot mengalami disorientasi saat menerbangkan pesawat.

Baca Juga: Besok Ada Konvoi Persija, Hindari Rute-rute Ini

"Kuncinya, pilot harus percaya isntrumen. Jangan percaya mata, keseimbangan, apalagi perasaan karena bisa kena disorientasi, dan instrumen adalah alat canggih yang bisa menuntun pilot ke tujuan dengan arah yang benar," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI