Diprotes Pilot Susi Air karena Seragam, Kapolda Papua Barat Gagal Terbang

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 05 Desember 2018 | 15:06 WIB
Diprotes Pilot Susi Air karena Seragam, Kapolda Papua Barat Gagal Terbang
Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf A. Rodja. (Kabarpapua.co)

Suara.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf A. Rodja dan rombongan dibatalkan keberangkatannya dari Manokwari tujuan Teluk Bintuni pada Senin (3/12/2018) gara-gara diprotes pilot maskapao Susi Air.

Protes itu disampaikan karena alasan Rudolf dan rombongan memakai seragam dinas saat menaiki pesawat milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriono mempertanyakan alasan protes yang disampaikan pilot pesawasat Susi Air. Padahal, kata dia, Brigjen Rudolf dan pejabat lainnyabsudah menuntup seragam dinas dengan jaket

"Padahal saat itu Kapolda Papua Barat dan pejabat utama lainnya sudah menutup seragam dengan jaket, ketika dilayangkan protes oleh pilot kapten maskapai Susi Air penerbangan perintis itu,” kata Hary seperti dikutip Kabarpapua.co--jaringan Suara.com, Selasa, kemarin.

Hary pun menyayangkan sikap protes pilot secara sepihak yang membuat Kapolda dan rombongan batal mengudara. Menurutnya, saat itu Brigjen Rudolf sudah dudk dan memasang sabuk pengaman.

"Kejadian ini tentu saja membuat kecewa kapolda. Padahal di Teluk Bintuni, bupati dan ketua DPRD telah menunggu Kapolda Brigjen Polisi Rudolf A Rodja bersama rombongan untuk menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan Aula Polres Teluk Bintuni," kata dia.

Dia pun menganggap, manajemen Susi Air pun tak pernah memberikan pemberitahuan secara lisan dan tertulis terkait aturan kepada penumpang saat penerbangan dilaksanakan. Hary juga mengatakan, seharusnya dijelaskan kembali, sebab sehari sebelumnya pihak Susi Air sudah setuju kalau gunakan jaket sipil dan sesuai koordinasi dengan protokol Polda Papua Barat.

"Malah sebelumnya Polda akan carter pesawat karena hanya pulang pergi, namun Susi Air tak berkenan, akhirnya kapolda dan rombongan membeli tiket reguler. Namun apa yang telah terjadi dan dilakukan merupakan diskriminasi terhadap TNI dan Polri," beber Kapolres Teluk Bintuni ini.

Menurut Hary, sama seperti penumpang lain pada umumnya, Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf A Rodja telah berada di ruang VIP Bandara Rendani sejak pukul 06.35 WIT karena pesawat dijadwalkan boarding pukul 07.00 WIT menuju Teluk Bintuni.

baca juga

Dia pun mempertanyakan alasan Susi Air tak diperbolehkan penumpang mengenaikan seragam TNI-Polri karena situasi keamanan di Papua sedang bergejolak pasca penembakan kelompok bersenjata yang menewaskan puluhan pekerja di Trans Papua.

"Jika ada aturan Susi Air yang melarang penumpang berseragam TNI/Polri naik pesawat dipertanyakan. Kalau alasan keamanan Papua Barat tak bisa disamakan dengan Papua yang sering terjadi penembakan. Lagi pula Susi Air belum pernah mensosialisasikan ini ke publik,” katanya.

Jika alasan keamanan itu, Hary pun meminta manajemen maskapai Susi Air tak menyamakan situasi keamanan di Papua dengan Papua Barat.

“Kalau memang karena keamanan, sejak Polda Papua Barat berada empat tahun lalu hingga hari ini, tak pernah sekalipun terjadi aksi penembakan KKB di wilayah hukum Papua Barat. Penembakan yang terjadi di wilayah Papua jangan disamakan dengan Papua Barat,” ucapnya.

Sementara, manajemen Maskapai Susi Air Manokwari hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden dibatalkannya penerbangan Kapolda Papua Barat dan rombongan karena memakai seragam dinas di pesawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuaca Buruk, Lion Air Tak Bisa Mendarat di Jayapura

Cuaca Buruk, Lion Air Tak Bisa Mendarat di Jayapura

Bisnis | Minggu, 25 November 2018 | 14:40 WIB

Kalah Lawan Mantan Pilot di MA, Lion Air Ajukan PK

Kalah Lawan Mantan Pilot di MA, Lion Air Ajukan PK

Bisnis | Jum'at, 23 November 2018 | 19:15 WIB

Pilot Ini Dipecat Karena Takut Terbang, Sering Mual di Pesawat

Pilot Ini Dipecat Karena Takut Terbang, Sering Mual di Pesawat

Lifestyle | Minggu, 18 November 2018 | 21:00 WIB

4 Artis Indonesia Bersuami Pilot Ganteng, Bikin Iri Maksimal

4 Artis Indonesia Bersuami Pilot Ganteng, Bikin Iri Maksimal

Lifestyle | Jum'at, 16 November 2018 | 21:00 WIB

VIDEO: Pilot Ganteng Terbangkan Pesawat Lewati Pegunungan Papua

VIDEO: Pilot Ganteng Terbangkan Pesawat Lewati Pegunungan Papua

Lifestyle | Selasa, 13 November 2018 | 21:00 WIB

Terkini

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan

Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran

Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran

Jawa Tengah | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:17 WIB

×