Di Inggris, Pendonor Organ Akan Ditanya Agamanya

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Jum'at, 14 Desember 2018 | 22:29 WIB
Di Inggris, Pendonor Organ Akan Ditanya Agamanya
Ilustrasi agama, berdoa [shutterstock]

Suara.com - Setiap orang yang mengajukan diri sebagai calon pendonor organ di Inggris akan ditanyai mengenai agama apa yang mereka anut. 

Hal tersebut dimaksudkaan agar calon pendonor merasa nyaman dan memberikan pilihan apakah mereka lebih ingin memberikan organnya kepada seseorang dengan kepercayaan yang seiman atau latar belakang yang sama.

Ini juga diharapakan untuk mengurangi perbedaan proporsi antara pendonor dari perbedaan ras dan budaya.

Diketahui, agama dan latar belakang etnis dianggap sebagai penghalang paling tebal dalam masalah pemberian donor di komunitas masyarakat Inggris.

Tahun lalu saja, hanya 42 persen orang kulit hitam dan orang Asia yang bersedia memberikan organ anggota keluarganya yang telah tiada. Hal tersebut berbeda dibanding komunitas lain yang mencapai angka 66 persen.

Padahal, banyak dari pasien ginjal datang dari komunitas ras Asia, orang kulit hitam atau komunitas etnis minoritas lainnya yang kadang secara genetis hanya bisa menerima donor ginjal dari latar belakang yang sama.

Bimla Parmar, seorang penganut Sikh yang tinggal di Hayes, London Barat, tercatat menjadi seorang pendonor setelah dirinya meninggal dunia karena masalah otak diusia 68 tahun.

Anak perempuannya, Gurpreet Parmar, mendukung keputusan ibundanya tersebut.

"Ibu saya bukan seorang pendonor yang terdaftar di NHS. Tapi saya dan saudara saya percaya bahwa harus ada orang yang ditolong dengan kehilangan kami," ujarnya seperti dilansir BBC.

baca juga

Ia juga bercerita bahwa ibunya adalah seorang yang taat beragama. Dan berkat ibunya juga, ada empat nyawa yang terselamatkan karena mendapat donor paru-paru, hati, dua ginjal masing-masing kepada empat orang.

"Saya harap akan banyak orang yang mendaftarkan diri sebagai pendonor," katanya lagi.

NHS Blood and Transplant, sebuah organisasi yang dipercaya mengelola masalah donor organ di Inggris mengatakan, pihaknya dipersilakan untuk mendiskusikan masalah agama, proses hingga masalah pemakanan apakan akan dipercepat atau ditunda.

"Donor organ adalah hal yang sangat berharga tapi ribuan orang masih menunggu transplantasi dan kami harus melakukan banyak cara untuk menghapus batas tebal ini dan meyakinkan ornag untuk mau mendonor," kata Jackie Doyle-Price dari NHS.

Pertanyaan mengenai agama dan kepercayaan mulai diberikan Desember 2018 ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Survei: Pilihan Politik Milenial Berdasar Faktor Agama dan Religiusitas

Survei: Pilihan Politik Milenial Berdasar Faktor Agama dan Religiusitas

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 16:19 WIB

Rekor! Pria Ini Berenang di Laut Selama 100 Hari Non Stop

Rekor! Pria Ini Berenang di Laut Selama 100 Hari Non Stop

Lifestyle | Rabu, 28 November 2018 | 20:30 WIB

Prancis Sanksi 18 Warga Saudi Terkait pembunuhan Khashoggi

Prancis Sanksi 18 Warga Saudi Terkait pembunuhan Khashoggi

News | Jum'at, 23 November 2018 | 15:05 WIB

Terkini

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

×