Hii, Ini Dampaknya Jika Minum Susu Mentah Sembarangan

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Kamis, 03 Januari 2019 | 13:10 WIB
Hii, Ini Dampaknya Jika Minum Susu Mentah Sembarangan
Jangan minum susu mentah yang baru diperas dari sapi, ini bahayanya. (Shutterstock)

Suara.com - Berhati-hatilah saat akan minum susu mentah yang belum diolah. Pasalnya, seorang warga New York terinfeksi bakteri berbahaya setelah meminum susu mentah secara langsung dari sebuah peternakan di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Warga yang belum teridentifikasi tersebut diduga terinfeksi RB51, keluarga bakteri Brucella abortus, setelah ia mengonsumsi susu mentah yang menurut para pejabat kota berasal dari Miller's Biodiversity Farm di Lancaster County, Pennsylvania.

Pertenakan tersebut kini telah dikarantina oleh Departemen Pertanian Pennsylvania (PDA) dan dilarang menjual produk susu sapi mentahnya dalam sementara waktu.

"Konsumen yang membeli susu sapi atau produk susu mentah yang tidak dipasteurisasi dari Miller's Biodiversity Farm di Lancaster County harus segera membuang produk-produk tersebut," tulis PDA, dilansir Fox News.

Dikatakan, susu mentah yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung bakteri brucellosis yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya seperti listeriosis, salmonellosis, campylobacteriosis, demam tifoid, dan tuberkulosis.

Sementara susu yang telah dipasteurisasi atau dipanaskan hingga suhu tertentu aman diminium, karena bebas dari bakteri berbahaya.

Secara khusus, gejala brucellosis dimulai dengan demam, berkeringat, turun berat badan, kelelahan, nyeri sendi, dan sakit kepala.

"Gejala dapat muncul hingga enam bulan setelah terpapar. Pada kasus yang parah, dapat terjadi infeksi pada tulang, persendian, organ reproduksi, sistem saraf pusat hingga lapisan jantung. Infeksi ini juga dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil," jelas Departemen Kesehatan New York.

Dikatakan, warga New York yang terinfeksi RB51 kini dalam kondisi pemulihan dan tercatat sebagai orang ketiga yang terinfeksi RB51 yang disebabkan karena mengonsumsi susu mentah, yang pernah terjadi di Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir.

baca juga

"Produk susu mentah dapat mengandung bakteri berbahaya yang dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Standar pasteurisasi dibuat untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang ditularkan dalam susu mentah dan produk susu," kata Komisaris Kesehatan Negara Bagian New York, Howard Zucker dalam sebuah pernyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahli Kesehatan: Kental Manis Masuk Olahan Pangan yang Bermanfaat

Ahli Kesehatan: Kental Manis Masuk Olahan Pangan yang Bermanfaat

Lifestyle | Selasa, 27 November 2018 | 11:00 WIB

Ahli Gizi Tak Setuju Ada Saran Penyajian di Kemasan Kental Manis

Ahli Gizi Tak Setuju Ada Saran Penyajian di Kemasan Kental Manis

Lifestyle | Sabtu, 17 November 2018 | 09:20 WIB

Susu Bikin Obesitas, Ini Kata Ahli Gizi

Susu Bikin Obesitas, Ini Kata Ahli Gizi

Health | Jum'at, 09 November 2018 | 11:20 WIB

Bolehkah Berikan Susu Kedelai Setiap Hari pada Anak?

Bolehkah Berikan Susu Kedelai Setiap Hari pada Anak?

Health | Senin, 29 Oktober 2018 | 18:54 WIB

Prabowo: Masa Indonesia Tak Mampu Berternak Sapi dan Kambing

Prabowo: Masa Indonesia Tak Mampu Berternak Sapi dan Kambing

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 23:39 WIB

Terkini

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB

×