Studi Terbaru Tentang Aspirin dan Risiko yang Mengintainya

Vania Rossa, Risna Halidi

Kamis, 24 Januari 2019 | 12:34 WIB
Studi Terbaru Tentang Aspirin dan Risiko yang Mengintainya
Ilustrasi aspirin. (shutterstock)

Suara.com - Aspirin kerap dianggap sebagai obat ajaib. Aspirin mampu meredakan rasa sakit dan peradangan, mengobati sakit kepala, nyeri ringan, hingga menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, serta kemungkinan demensia.

Sampai akhirnya aspirin kerap digunakan orang-orang sehat sebagai 'suplemen pencegahan' masalah kardiovaslular yang dikenal mematikan.

Tapi ternyata, semua manfaat tersebut ada harganya.

Dalam penelitian yang diterbitkan JAMA, para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Sean Zheng dari King's College London, mengatakan risiko aspirin, termasuk masalah pendarahan di lambung dan saluran usus, seimbang dengan manfaatnya yaitu menurunkan risiko penyakit jantung terutama bagi orang yang belum memiliki masalah jantung.

Dilansir dari Time, peneliti melihat data dari lebih 160.000 orang usia 53 hingga 74 tahun yang tidak memiliki masalah jantung (meski beberapa memiliki faktor risiko untuk mengembangkan masalah jantung).

Mereka yang mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari 11 persen lebih rendah berisiko mengalami kematian akibat penyakit jantung, serangan jantung atau stroke dibanding dengan orang yang tidak menggunakan aspirin.

Tetapi orang-orang yang menggunakan aspirin juga memiliki risiko 43 persen lebih tinggi mengalami perdarahan besar dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan obat tersebut.

Itu sama saja dengan lompat 47 persen dalam risiko absolut dan itu juga menunjukkan bahwa risiko aspirin mungkin tidak melebihi manfaatnya bagi orang yang sehat.

Sebelumnya, banyak penelitian menunjukkan orang yang telah mengalami serangan jantung dan stroke dapat menurunkan risiko penyakit sekitar 20 sampai 25 persen jika mereka mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari.

baca juga

Studi sejauh ini telah tercampur, beberapa menunjukkan manfaat dan beberapa lainnya tidak menunjukkan manfaat serta menunjukkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.

Lalu bagaimana sebaiknya kita bertindak terhadap konsumsi aspirin?

Administrasi Makanan dan Obat-obatan di Amerika Serikat memperingatkan bahwa orang yang tidak memiliki masalah jantung sebaiknya tidak menggunakan aspirin untuk mencegah penyakit jantung.

Sementara Forcer AS Task Force Forcer merekomendasikan orang yang ingin mencegah masalah jantung tahap pertama dan berada di antara usia 50 hingga 59 tahun hanya boleh menggunakan aspirin jika mereka memiliki risiko 10 persen atau lebih besar mengalami gangguan jantung dalam 10 tahun ke depan.

Tetapi menentukan risiko juga rumit, karena harus melibatkan pertimbangan subjektif berbagai faktor risiko penyakit jantung, termasuk riwayat merokok, tekanan darah dan diabetes.

Dan karena aspirin tersedia di mana-mana tanpa resep, beberapa orang yang khawatir dengan risiko jantung kadang merasa perlu untuk meminum pil dosis rendah aspirin setiap hari.

Dan lewat temuan itu, Zheng mengingatkan masyarakat bahwa aspirin memang memiliki efek samping, sama seperti obat lainnya dan hanya boleh dikonsumsi setelah mendiskusikan risiko dan manfaat obat dengan dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Habis Makan Bothok Mercon Mbah Wiro, Sutimin Mendadak Meninggal

Habis Makan Bothok Mercon Mbah Wiro, Sutimin Mendadak Meninggal

News | Selasa, 22 Januari 2019 | 17:51 WIB

Punya Gejala Mirip, Ini Beda Maag dan Serangan Jantung

Punya Gejala Mirip, Ini Beda Maag dan Serangan Jantung

Health | Selasa, 15 Januari 2019 | 14:45 WIB

Studi: Obat Diabetes Ternyata Ampuh untuk Mengobati Penyakit Mental

Studi: Obat Diabetes Ternyata Ampuh untuk Mengobati Penyakit Mental

Health | Senin, 14 Januari 2019 | 13:39 WIB

Terkini

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Cerita WNI Kapten Kapal MT Honour 25 Disandera Perompak Somalia: Jangan Tembak, Saya Muslim

Cerita WNI Kapten Kapal MT Honour 25 Disandera Perompak Somalia: Jangan Tembak, Saya Muslim

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Febrie Gugat Dakwaan Jaksa, Pertanyakan Kaitan Peran Ferry dengan Dugaan Pemerasan Rp55 Miliar

Febrie Gugat Dakwaan Jaksa, Pertanyakan Kaitan Peran Ferry dengan Dugaan Pemerasan Rp55 Miliar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC

Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:38 WIB

5 Cara Mengetahui Tipe Kulit Wajah Sendiri di Rumah agar Tak Salah Pilih Skincare

5 Cara Mengetahui Tipe Kulit Wajah Sendiri di Rumah agar Tak Salah Pilih Skincare

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Mesin Moto3 Mulai 2028

Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Mesin Moto3 Mulai 2028

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna

Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Terhimpit Sawit, Bagaimana Orang Rimba di Jambi Berjuang Kurangi Ketergantungan Pangan pada Pasar?

Terhimpit Sawit, Bagaimana Orang Rimba di Jambi Berjuang Kurangi Ketergantungan Pangan pada Pasar?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:28 WIB

Febrie Adriansyah Singgung Korupsi MBG dan Perlawanan Balik Pihak Berperkara di Balik Kasusnya

Febrie Adriansyah Singgung Korupsi MBG dan Perlawanan Balik Pihak Berperkara di Balik Kasusnya

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:28 WIB

×