Ramai Diet Nasi, Pakar Gizi Ingatkan Pentingnya Karbohidrat Kompleks

M. Reza Sulaiman
Ramai Diet Nasi, Pakar Gizi Ingatkan Pentingnya Karbohidrat Kompleks
Nasi merah sumber karbohidrat kompleks yang tinggi serat. (Shutterstock)

Pakar gizi mengatakan diet karbohidrat yang baik bukanlah tidak makan nasi sama sekali. Lalu, seperti apa seharusnya?

Suara.com - Ramai Diet Nasi, Pakar Gizi Ingatkan Pentingnya Karbohidrat Kompleks

Program diet untuk menurunkan berat badan selalu jadi resolusi populer di awal tahun. Nah, salah satu program diet yang sedang naik daun adalah diet nasi, alias mengurangi atau tidak mengonsumsi nasi sama sekali saat makan.

Pakar gizi dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK mengatakan sejatinya, diet karbohidrat yang baik bukanlah tidak makan nasi sama sekali. Nasi masih boleh dimakan, namun pilih yang mengandung karbohidrat kompleks.

"Karbohidrat merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Kalaupun mengurangi nasi putih, pilih sumber karbohidrat kompleks yang mengandung serat seperti oat, malt, beras merah atau gandum," tutur perempuan yang akrab disapa dr Lita ini, dalam temu media Good to Go dari Indomilk, di Central Park, Jakarta Barat.

Kenapa karbohidrat kompleks yang mengandung serat penting? Dijelaskan dr Lita, serat membuat pelepasan gula dari makanan melambat, sehingga tubuh memiliki energi yang lebih besar.

Selain itu, konsumsi serat dan protein membantu menjaga tubuh tetap kenyang, sehingga tidak mudah lapar dan memiliki energi maksimal.

Pelepasan gula yang melambat juga membuat tubuh lebih bertenaga. Hal ini dikarenakan jika tubuh mendapat asupan gula dalam jumlah besar dan cepat, rasa ngantuk pun datang, dan produktivitas terhambat.

"Makanya kan kalau habis makan karbohidrat tuh, itu karena melepas gulanya terlalu banyak dan cepat. Kalau makannya ada serat dan protein, maka ngantuknya minimal," tuturnya.

Menyadari pentingnya karbohidrat kompleks bagi kaum urban yang aktif sepanjang hari. Indomilk pun meluncurkan Good to Go, minuman susu multisereal pertama di Indonesia. Jonathan Setiawan, Senior Brand Manager Susu Cair Divisi Dairy dari Indomilk menyebut susu ini cocok untuk menjaga energi kaum urban tetap maksimal.

"Produk ini terbuat dari susu segar serta oat, beras merah, malt, dan gandum. Melihat komposisinya, Good to Go memiliki kandungan rendah lemak dengan presentase tak lebih dari 1,5% sekaligus menjadi sumber serat, vitamin B1, B2, B3, serta B6 yang dibutuhkan tubuh untuk terus berenergi," tutupnya.

Peluncuran Good to Go dari Indomilk, susu multisereal pertama di Indonesia. (Suara.com/M. Reza Sulaiman)
Peluncuran Good to Go dari Indomilk, susu multisereal pertama di Indonesia. (Suara.com/M. Reza Sulaiman)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS