Psikolog : Jangan Punya Anak Kalau Belum Siap

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 12 Februari 2019 | 17:25 WIB
Psikolog : Jangan Punya Anak Kalau Belum Siap
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Memiliki anak tampaknya menjadi sebuah kewajiban bagi pasangan yang sudah menikah. Tuntutan dari orangtua dan tekanan dari teman-teman sebaya menjadi alasannya. Padahal, belum tentu pasangan yang sudah menikah sudah siap untuk memiliki anak.

Disampaikan psikolog Monica Sulistiawati, menjadi orangtua adalah proses belajar yang tidak pernah berakhir. Itu sebabnya, pasangan yang sudah menikah harus benar-benar mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua. Alasannya sederhana, ketika orangtua saja tidak siap memiliki anak, maka ia tak bisa maksimal dalam merawat buah hati.

"Ketidaksiapan ibu memengaruhi emosi anak. Jadi orangtua perlu persiapan yang matang. Kalau tidak siap, tidak usah punya anak. Karena kalau tidak, akan berbahaya untuk psikologis anak," ujar Monica dalam temu media yang dihelat Mothercare, Selasa (12/2/2018).

Lalu, adakah indikator kesiapan menjadi orangtua? Monica mengatakan pasangan suami istri siap memilili anak jika memang telah benar-benar menginginkan anak. Sehingga memiliki anak adalah bagian dari rencana pasangan, bukan karena tekanan dari lingkungan atau faktor kegagalan KB.

"Kalau dua-duanya menginginkan, maka apapun yang terjadi dalam proses mengandung atau melahirkan dua-duanya siap kerjasama," imbuh dia.

Nah, untuk siap menjadi orangtua, maka seseorang harus belajar terus menerus. Wawasan mengenai ilmu parenting bisa didapat lewat buku atau diskusi dengan para orangtua lainnya. Relasi suami dan istri juga harus sehat sehingga bisa saling bekerjasama dalam merawat buah hati.

"Untuk bikin pernikahan dan parenting berjalan dengan baik, kalau ada yang tidak berkepentingan harus cepat-cepat close. Misal lagi curhat masalah anak terus ada mom shaming, block saja. Jadi tidak merusak perasaan kita," imbuhnya.

Selanjutnya tetap rileks. Meski menjadi orangtua tidak mudah, Monica mengimbau pasangan baru untuk menganggapnya sebagai tantangan. Sehingga memiliki motivasi untuk melaluinya dengan sebaik-baiknya.

"Terakhir, asuh anak sebaik-baiknya dan jangan berusaha jadi perfeksionis," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Anak yang Dibimbing Orangtua saat Belajar Lebih Sukses di Sekolah

Studi: Anak yang Dibimbing Orangtua saat Belajar Lebih Sukses di Sekolah

Health | Selasa, 05 Februari 2019 | 11:40 WIB

Punya Anak, Ibu Bekerja Lebih Gampang Alami Stres Kronik

Punya Anak, Ibu Bekerja Lebih Gampang Alami Stres Kronik

Health | Rabu, 30 Januari 2019 | 14:10 WIB

Simak Moms, Begini Cara Mudah Mencari Tahu Bakat Anak!

Simak Moms, Begini Cara Mudah Mencari Tahu Bakat Anak!

Health | Senin, 21 Januari 2019 | 08:20 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB